YLKI Curigai Adanya Kartel Cabai

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai mahalnya harga cabai yang terjadi akhir-akhir ini diluar dari kelaziman. Sebab harga yang menyentuh level Rp 150.000 bahkan di beberapa wilayah hingga Rp 200.000 per kilogram adalah satu persoalan serius yang baru pertama kali terjadi.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan jika kenaikan yang begitu tinggi ini terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan gagal panen saja. Namun dia mencurigai adanya kartel atau penimbunan yang dilakukan oleh sejumlah pihak. Akibatnya harga cabai melambung tinggi hingga memberatkan masyarakat.

"Fenomena melonjaknya harga cabai diduga kuat karena ada pihak-pihak tertentu yang mendistorsi pasar, terutama dijalur distribusi. Entah dengan cara penimbunan dan atau kartel oleh pedagang besar, distributor," kata Tulus di Jakarta, Kamis (12/1).

Dia mendesak agar pemerintah melakukan penelusuran dan menindaktegas oknum pelaku kartel atau penimbun jika nantinya terbukti. Sebab harga yang berlaku saat ini sangat tidak wajar. Jika hal itu dibiarkan tanpa ada ketegasan dari pemerintah maka komoditas lain cenderung akan dikomersilkan di kemudian hari.

"Pemerintah tak boleh menyerah dan apalagi hanya menyalahkan cuaca. Seharusnya pemerintah dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) bisa melakukan pengusutan dan penyidikan yang mengarah sebagai tindak pidana ekonomi. Pemerintah tak boleh membiarkan fenomena ini tanpa tindakan berarti dan menyerah pada pasar," tukasnya.(marjudin)