×

Warning

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

JFolder::create: Could not create folder.Path: /var/www/html/radarpena/t3-assets/dev/sport

SYDNEY, Radarpena.com - Satu-satunya pasangan Indonesia yang tersisa di Australian Open Superseries, Praveen Jordan dan Debby Susanto, berhasil melaju ke semifinal.

Dalam pertandingan yang digelar di Sydney Olympic Park Sports Centre, Sydney, Jumat (23/6) sore WIB, Praveen/Debby menang atas ganda Malaysia Chan Peng Soon/Cheah Yee See.

Praveen/Debby yang di ajang ini menempati unggulan ketujuh, tak mendapatkan kesulitan berarti meladeni pasangan Negeri Jiran. Praveen/Debby menang 21-8, 21-17 dalam durasi 37 menit (statistik BWF).

Di semifinal, Praveen/Debby akan berhadapan dengan ganda Korea Selatan Kim Dukyoung/Kim Ha Na. Sementara satu semifinal lainnya di ganda campuran ini akan mempertemukan sesama Tiongkok, yakni ganda nomor satu dunia Zheng Siwei/Chen Qingchen melawan Wang Yilyu/Huang Dongping.

Sejatinya, masih ada satu nama Indonesia lainnya yang menembus semifinal, yakni Hendra Setiawan. Namun mantan pasangan Mohamad Ahsan ini sudah tidak lagi turun atas bendera pelatnas, namun dengan nama sendiri, berpasangan dengan pemain Malaysia, Boon Heong Tan.

Hendra/Boon lolos ke semifinal setelah mengalahkan ganda Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Di empat besar, Hendra/Boon akan berhadapan dengan ganda Tiongkok Liu Cheng/Zhang Nan. (jpnn)

SYDNEY, RadarPena.com - Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, masih belum terbendung di Australia Terbuka 2017. Keduanya sukses melaju ke perempat final.

Sukses ini diraih setelah mereka menghentikan Terry Hee Yong Kai/Tan Wei Han dua set langsung 21-6, 21-12,  di Sydney Olympic Park Sports Centre, Australia, Kamis (22/6). Sejak awal keduanya memang tampil cemerlang dengan tak sekalipun disamai perolehan poinnya oleh ganda Singapura tersebut.

Ini adalah kemenangan ketiga Praveen/Debby atas Kai/Han. Sebelumnya, Praveen/Debby sukses menang pada Australia Terbuka 2016 dan Swiss Terbuka 2017.

Pada babak berikutnya, Praveen/Debby akan menghadapi ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Praveen/Debby jelas harus waspada.

Apalagi, sebelumnya Chang Peng Soon/Cheah Yee See sukses singkirkan Hendra Tandjaya/Sekartaji Putri. Mereka menang dua set langsung 10-21, 15-21. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Keseriusan timnas basket Indonesia putra untuk bisa meraih emas di SEA Games 2017 memang sangat besar. Mereka sampai menjalani TC di Amerika Serikat.

Dilatih langsung oleh kepala pelatih dan instruktur di sana, Bryce Browne, para pemain Indonesia benar-benar ditempa sampai habis. Bukan apa-apa sesi pada hari ketujuh benar-benar mengandalkan fisik.

 

"Kami memberikan materi full body work out yang memang melelahkan. Awalnya pemanasan, lalu latihan kelincahan, cardio, dan overload. Semua di stasiun-stasiun yang terpisah. Kami ingin membuat mereka menjadi lebih kuat setiap hari," jelas Bryce Browne sesuai dengan laporan yang dikirim Rosyidan kepada Jawapos.com.

 

Beberapa pemain Indonesia pun mengakui bahwa latihan itu sangat melelahkan. Mulai dari Vincent Rivaldi, Ferdinand Damanik, hingga Abraham Grahita.

 

"Latihan saat ini sangat melelahkan," ujar Vincent.

 

"“Ini latihan fisik paling berat selama di Amerika Serikat," tambah Bram.

 

"Saya harusnya tidak memulai dengan mendorong beban. Berat sekali! Selesai itu, kaki saya langsung lemas. Padahal baru mulai dan masih banyak stasiun lain yang harus dilewati," pungkas Damanik. (rap/epr/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, kukuh tak mau memiliki media sosial. Dia tak mau hal itu mengganggu konsentasinya untuk balapan.

 

Pembalap asal jerman ini memang terkenal sangat pribadi. Dia jarang berfoto bersama keluarganya dan tak memiliki media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.

 

"Saya tak mengerti mengapa Anda harus memberi tahu semua orng tentang apa yang Anda lakukan, di mana Anda berada, dan siapakah Anda," ungkap Vettel dikutip Sportsmole.

 

Menurutnya, hal itu tak terlalu penting. Dia sudah menikmati perjalanan hidupnya saat ini tanpa media sosial.

 

"Saya sama sekali tak tertarik menggunakan media sosial. Tapi pada saat bersamaan saya juga tak mau menyalahkan orang yang selalu eksis di media sosial," papar dia.

 

Pembalap 29 tahun itu lebih suka untuk berinteraksi langsung, tanpa di dunia maya. Karena hal itulah yang bisa menjaga hubungannya dengan orang lain.

 

"Kadang saya bertanya, apa yangmereka lakukan dengan itu, dan seringkali jawabannya tak tahu. Saya harus mengakui bahwa saya mendapatkan lebih banyak dari menjabat tangan seseorang dan kemudian berbagi pengalaman untuk bertemu dengan seseorang," pungkas dia. (ies/JPG)

SYDNEY, RadarPena.com - Langkah Anthony Ginting pada Australia Terbuka 2017 harus terhenti. Ini setelah dia disingkirkan oleh Chen Long dua set langsung, 10-21, 13-21  di Sydney Olympic Park Sports Centre, Australia, Kamis (22/6). Ginting mengakui agak keteteran hadapi tunggal Tiongkok saja. Dia bermain dalam tekanan dan malah bikin kesalahan sendiri.

"Saya sudah mencoba untuk unggul di permainan net, supaya saat dia salah mengarahkan shuttlecock, saya punya kesempatan untuk mematikan lawan. Tetapi dia bermain begitu tenang, tidak mudah dimatikan," aku Ginting.

Imbuhnya, "Akhirnya malah saya yang kurang sabar dan membuat kesalahan sendiri. Nyeselnya memang di situ, di mati-mati sendiri."

Sebenarnya, Ginting sendiri pernah mengalahkan Chen Long pada ajang sama 2016 lalu. Tapi memang kali ini dia mengaku gagal membaca permainan Chen Long.

"Kalau saya sabar meladeni dia, ngadu segala-galanya, ya belum tentu juga bisa menang sih, tetapi setidaknya pertandingan akan berlangsung ramai," tandas dia. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Bos Mercedes, Toto Wolff memberi sinyal positif soal kontrak baru Valtteri Bottas. Dia cukup terkesan dengan penampilan pembalap Finlandia tersebut.

Bottas memang cuma menandatangani kontrak selama semusim di Mercedes. Namun, aksinya di musim debut bersama Mercedes cukup bagus.

 

Pembalap 27 tahun itu telah memenangi salah satu seri, yakni di Sochi. Hal ini bisa jadi pertimbangan besar bagi Mercedes.

 

"Bottas berada dalam posisi yang bagus. Sulit dipercaya sebenarnya dia baru saja tiba di tim beberapa waktu lalu," ungkap Wolff dikutip Sportsmole.

 

Saat ini Bottas sendiri ada di urutan ketiga klasemen dengan 93 poin. Dia berbeda 48 angka dari pemimpin klasemen sementara Sebastian Vettel.

 

"Dalam tujuh seri ini, dia telah melampaui harapan kami. Dia hanya perlu mengumpulkan semua kemampuannya dan melakukan yang terbaik di setiap akhir pekan," tandas dia. (ies/JPG)

 

BULUKUMBA, RadarPena.com - Satu lagi ajang sport tourism digelar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Setelah Malino Run dan Toraja Run, kali ini ada Bira Beach Run 2017 yang dihelat pada 1 Juli mendatang.

 

Bira Beach Run 2017 merupakan edisi perdana. Namun, event tersebut sudah dirancang menjadi agenda tahunan.

 

Anda yang ingin berolahraga sembari menikmati keindahan Pantai Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba tentu tak boleh melewatkan event ini.

 

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengatakan, Bira Beach Run bukanlah event biasa.

 

 "Kami berharap, di samping berlari, para pelari juga dapat menikmati pesona alam di wilayah Tanjung Bira," ujar Tomy beberapa waktu lalu.

 

Kadis Pariwisata Bulukumba Ali Saleng mengamini ucapan Tomy.

 

Menurut Ali, para peserta bakal mendapat suguhan pemandangan yang luar biasa selama berlari.

 

"Rute yang telah ditetapkan sekitar delapan kilometer. Selain melewati jalan raya, pelari juga akan naik di puncak Pua Janggo, lalu turun kembali menyusuri Pantai Bara sampai ke Pantai Bira yang panjangnya sekitar tiga kilometer," kata Ali.

 

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sulsel Yulianus Batara Saleh mengatakan, Bira Beach Run 2017 merupakan bagian Explore South Sulawesi Run Competition selain Malino Run dan Toraja Run.

 

“Konsepnya sama. Peserta akan berlari sambil menikmati keindahan alam dan Pantai Bira yang ada di Bulukumba,” kata Yulianus.

 

Dia menambahkan, panitia pelaksana (panpel) bertekad menggaget peserta sebanyak-banyaknya.

 

Menurut Yulianus, Bira Beach Run 2017 menawarkan konsep yang berbeda.

 

Apa keistimewaan Bira Beach Run 2017 sehingga para runner tak boleh melewatkannya?

 

Jawabannya adalah pesona Pantai Tanjung Bira yang bisa membuat pengunjung terkagum-kagum.

 

Pantai Tanjung Bira memiliki pasir putih yang sangat halus, alam bawah laut yang eksotis, dan pemandangan yang tiada banding.

 

Pengunjung juga bisa melihat matahari terbit dan terbenam di lautan lepas.

 

Selain itu, laut di Tanjung Bira juga memiliki tiga lapisan warna yang sangat indah dilihat dari kejauhan.

 

Tak hanya itu, Pantai Tanjung Bira juga didukung beberapa spot wisata di sekitarnya.

 

Misalnya, Pulau Kambing dan Pulau Liukang. Banyak travelista menyukai diving maupun snorkeling di tempat itu karena biota bawah lautnya memang wow banget.

 

Jika sudah lelah bermain di pantai, travelista bisa menikmati wisata budaya di daerah itu.

 

Travelista bisa melihat perahu phinisi yang dibuat oleh perajin lokal.

 

Tak mengherankan, Pemprov Sulsel berani menjami para peserta bakal puas mengikuti Bira Beach Run 2017.

 

“Karena temanya sport tourism, tentu sasarannya adalah mereka yang senang berwisata sambil menikmati keindahan alam sekitarnya,” tambah Yulianus.

Sementara itu, Direktur Lontara Andi Defiana mengatakan, semua peserta yang berhasil mencapai garis finis bakal mendapatkan medali.

 

 "Para peserta juga saat berlari bisa selfie-selfie di spot-spot yang menarik yang dilaluinya. Intinya mereka bisa berlari dengan nyaman," ujar Defiana. (jos/jpnn)

More Articles ...