JAKARTA, RadarPena.com – Presiden Joko Widodo tak mau ketinggalan untuk hadir menyaksikan Countdown Asian Games 2018 di Monumen Nasional(MONAS) Jumat (18/8). Bahkan beliau yang memulai hitung mundur lewat tembakan panahnya ke layar LED.

Acara countdown ini sangat meriah, apalagi memperlihatkan aksi tarian, akrobatik Drone, hingga artis lokal dan mancanegara yang tampil.

Menpora, Imam Nahrawi, yang juga hadir di acara tersebut mengaku sangat senang. Dia bahkan menyampaikan kesan Presiden Jokowi kepada para wartawan.

"Terima kasih kepada INASGOC dan seluruh panitia yang telah mempersembahkan penampilan yang sangat spektakuler. Ini menambah optimisme kami akan sukses penyelenggaraan Asian Games," ujarnya.

"Banyak hal diluar dugaan kami ternyata bisa ditampilkan secara maksimal. Saya dan Erick Thohir tadi terus berdoa agar semua berjalan baik. Alhamdulillah hal itu terjadi. Presiden dan Wakil Presiden sangat puas melihat karya anak bangsa yang patut terus didukung," pungkas dia.

Memang pentas yang diperlihatkan seperti sudah dilatih dan direncanakan. Pencahayaan, visual efek, hingga aksi akrobatik Drone benar-benar memukau mata penonton.

 

(rap/JPC/JPG)

JAKARTA, RadarPena.com - Acara Countdown Asian Games 2018 di Monumen Nasional berhasil menyedot perhatian pengunjung. Salah satu hal paling menarik adalah keluarnya atraksi 300 drone.

Ini menjadi pertama kalinya di Indonesia, ada 300 drone yang diterbangkan dan memperlihatkan aksi akrobatik dengan membentuk pelbagai simbol.

 

Mulai dari kata Asian Games 2018, Garuda, hingga bendera Merah Putih. Hal ini membuat ribuan penonton yang hadir terkesima dan kegirangan.

 

Ditampilkannya 300 drone tepat disamping monas, membuat kawasan itu jauh lebih semarak.

 

Sebelum itu, Presiden Joko Widodo juga meresmikan hitungan mundur Asian Games. Dia membawa panah dengan gagah dari kursi VIP ke panggung dan menembakkan anak panah dengan akurat.

 

Tembakan tersebut menuju ke LED yang berbentuk target. Ketika tembakan tersebut terkena target, cahaya langsung menuju monas dan muncul lah animasi hitungan mundur tepat di tiang monas.

 

Tak lupa setelah itu juga ada kembang api superbesar yang muncul sebelum para artis mulai memulai aksi panggung mereka.

 

 

(rap/JPC/JPG)

Olahraga tidak mengenal sekat. Atlettidak akan ditanya agamanya, Kristen atau Islam? Suku, atau ras apa?  Yang dilihat adalah apakah ia tercepat, terhebat, terakurat, terkuat dan terbaikuntuk bisa sehat dan meraih prestasi. Menurut Menpora Imam Nahrawi itulah Kebhinnekaan dalam olahraga. Kepada wartawan Radarpena.com, Imam menjelaskan bagaimana Olahraga memiliki peran penting membingkai Kebhinekaan Indonesia. Ia juga menjelaskan tentang makna HUT Kemerdekaan RI ke-72 dengan tema “Bekerja Bersama Rakyat”. Dia juga cerita perihal persiapan Asian Games 18-8-2018 dan apresiasi pemerintah terhadap para pahlawan Indonesia di bidang olahraga. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Bapak memaknai Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72? 

Sesungguhnya HUT  RI adalah momentum refleksi bagi perjalananbangsa yang sudah menapaki 72 tahun dengan segala dinamikanya. Di usia itu,sesungguhnya harus sudah memastikan peran-peran strategi yang harus dikawal, diisi dan dimanfaatkan kaum muda. Karena sejarah berdiri NKRI atau pergerakan sebelumnya, tidak pernah lepas dari gerakan pemuda. Menjadi penting untuk merefleksikan sejauh mana peranpemuda dalam mengisi Kemerdekaan. Apa kita sebagai objek atau sudah menjadi aktor?

Tema HUT RI ke-72 adalah kerja bersama rakyat, apa maksudnya?

Tahun ini adalah tahun ketiga pemerintah menetapkan moment peringatan kemerdekaan dengan tema 72 Tahun Kerja Bersama. Dua tahun sebelumnya, temanya juga seruan yang mengajak kita untuk Bekerja. Mulai dari 70 Tahun Indonesia Ayo Kerja, 71 Tahun Kerja Nyata dan sekarang 72 Tahun Kerja Bersama. Pesannya jelas, mengajak kita semua untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk membangun bangsa ini sesuai dengan keahlian masing-masing.

Presiden sering mendengungkan kerja..kerja..kerja..?

Presiden mencontohkan dirinya terus bekerja siang dan malam memantau seluruh pekerjaan para menterinya, hadir langsung menyapa masyarakat, di desa-desa, di kampung-kampung hingga, di daerah-daerah terdepan Indonesia.

Apa relevansinya dalam konteks olahraga dalam tema Kerja Bersama? 

Tidak ada prestasi besar tanpa ada kerja bersama. Tidak mungkin seorang atlet bisa juara tanpa kehadiran pelatih,manejer, orang tua atau rekan.   Maka kerja bersama ujungnya adalah prestasi. Itulah Kerja Bersama dalam konteks olahraga.

Ketika  berolahraga, maka tidak ada lagi namanya sekat. Tidak ada lagi namanya batasan. Yang ada kita sehat bugar dan prestasi bersama. Tanpa ditanya pelatih saya ini Kristen atauIslam.  Tanpa ditanya suku, rasa ataukepercayaan Anda apa. Tapi apakahAnda menjadi atlet tercepat, terhebat,terakurat, terkuat dan menjadi yangterbaik. Tidak ada perbedaan yang melahirkan sekat.

Bisa diberikan contoh jelasnya?

Kita  buktikan ketika Owi dan Butet juara dunia. Disitulah sesungguhnya olahraga adalah kerja bersama. Owi yang Jawa, Banyumas, dan Islam.Sementara Butet itu Manado dan Katolik, tapi bersama dalam rangka mencapai yang terbaik. Akhirnya apa? Merah putih berkibar. Indonesia Raya berkumandang. Tidak ada yang bertanya. Kita tidak mau main dengan Owi karena berbeda agama.  Di olahraga tidak dikenal seperti itu.

Jadi, Olahraga bisa menjadi contoh Kebhinnekaan?

Ketika muncul gerakan 212, atau 412suasana damai. Nah semakin adem ketika Timnas Sepakbola kita tanding diluar negeri. Semua mata tertuju kepadaTimnas. Kepada sepakbola. KepadaMerah Putih. Suasannya menjadi sangat damai saat itu. Itu bukti olahraga menjadi sangat strategis perannya. Dengan olahraga kita menjadi satu.

Bagaimana persiapan Asian Games 2018, Infrastrukturnya?

Untuk stadion GBK target kita 78 persen pada akhir Juli, ternyata sekarang sudah 82 persen. Soal insfratruktur saya sangat optimis. Semangat pemerintah Palembang juga luar biasa, mereka terus bekerja cepat, mewujudkan infrastruktur dan venue-venue yang dibutuhkan untuk Asian Games, begitu pula dukungan pemerintah DKI Jakarta, semua bekerja dalam irama yang sama untuk menyukseskan perhelatan besar dan bergengsi di Asia ini.

Soal akuntabilitas seperti apa?

Ini hal pengalaman baru. Dan ini kan memang lebih banyak menggunakanuang negara atau APBN. Menjadi hal penting, bahwa penyelenggara negara harus beradaptasi dengan keuangannegara. Keuangan ini harus dipertanggungjawabkan pada saatnya. Target medali dalam Asian Games?

Kita punya patokan optimistis bahkan super optimistis. Target tetap dapat 20 emas. Ini angka sangat optimistis. Dengan target ini, kita masuk 10 besar. Tetapi kita harus paham dinamika atlet itu sesuatu yang fluktuatif. Kita targetkan si atlet A bisa mendapat emas karena sudah kita lihat perbandingannya dengan atlet negara lain. Tapi dalam perjalannya terjadi sesuatu. Owi dan Butet yang kita prediksi mendapat emas, misalnya, sekarang Owi cedera. Nah ini yang harus menjadi pertimbangan. Ada faktor lain.

Faktor lain maksudnya bagaimana?

Saya ada pengalaman pribadi hehehe.Saya pernah ikut lomba panahan waktu sama Presiden itu. Sudah latihanberpuluh kali. Ketika memanah dan wuss menang. Semua penonton bersorak. Wah Menpora hebat hehehe.Tapi dipuji di saat bersamaan saya hilang konsentrasi. Saya drop. Saya gagal hehehe. Ini faktor-faktor non teknis di lapangan yang bisa mempengaruhi.

Soal bonus dan hadiah PNS bagi yang mendapat emas?

Mulai tahun ini kami mencoba untuk mengalihkan sebagian dari bonus yang biasanya diterima dalam bentuk uang ke dalam bentuk yang lebih produktif.Tujuannya untuk masa depan dan investasi jangka panjang bagi seorang atlet. Selain uang, para pemenang nanti akan ada tambahan berupa bonus rumah dan PNS.

Apa dasarnya sehingga atlet diangkat menjadi PNS?

Ini berangkat dari kajian diskusi antaraPak Presiden, Wakil Presiden, Menko PMK, Menpan RB, KON, dan KOI bahwa kita harus mengedukasi atlet agar bonus yang didapat itu produktif. Tidakhabis begitu saja. Karena usia menjadi atlet kan terbatas. Ketika jaya  mungkin dapat bonus, namun ketika dia istirahat atas nama umur atau atas  nama kesempatan, maka dia harus memilihmenjadi pelatih atau pengusaha, atau apa? Di situlah kita harus berpikir, kita tidak mungkin hanya memberikanfrash money.  Salah satu opsinya karena permerintah punya seat PNS. Sayabicara ke Menpan RB soal penerimaan PNS. Tapi tentu dengan ketentuan yang mengikuti, misalnya umur tidak boleh 35 tahun, ijasah minimal SMA atau sederajat, dan harus mendapat medaliemas.

Prosesnya saat ini bagaimana?

Saat ini sedang diproses administrasi sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, misalnya terkait perumahan  dengan kementerian PUPR dan PNS dengan kementerian PAN-RB.Skema pemberian bonus nanti jika sudah fix, bagi peraih emas akan diberikan 100%, bisa berupa uang, rumah dan jaminan PNS, lalu bagi peraih perak sebesar 50% dari nilai bonus peraih emas, dan perunggu sebesar 30% dari nilai bonus peraih emas.

Harapan AG untuk jangka panjang? 

Asian Games ini mampu menjadi legacypenting bagi generasi masa depan berupa insfrastruktur olahraga yang lebih maju dan modern untuk sarana peningkatan prestasi. Selain itu, Asian Games harus mewariskan semangat dan budaya  berolahraga di kalangan masyarakat. Asian Games mampu menghidupkan kembali kencintaan masyarakat terhadap olahraga yang menjadi dasar   paling penting bagi lahirnya prestasi, yakni partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keolahragaan.

Pendapat masyarakat  terhadap pelaksanaan Asian Games 2018?

Mereka ingin Asian Games menjadi momentum kebangkitan Olahraga Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, kita tidak kurang atlet. Tidak kurang sarana. Tidak kurang pelatih. Ini momentummempercepat ketertinggalan dengannegara-negara lain. Termasuk mempercepat ketersediaan infrastruktur, teknologi atau sains olahraga  yang itu bisa menjadi model pendekatan  baru untuk mengurangilike and dislike. Sekaligus harapan yang paling saya senang adalah kepercayaanini tidak boleh disia-siakan. Sekali sukses, bukan tidak mungkin kita dipercaya menjadi tuan rumah  perhelatan lebih besar lagi. Makanya kita siapkan maksimal, atletnya danpenyelenggranya. Terutama soalbagaimana ini tidak menjadi masalahhukum di kemudian hari. Sehingga harus tertib adsministrasi, akuntable,dan transfaran.

Semua mata tertuju kepada Menpora pada Asian Games ini, apa Bapak terbebani?

Beban pasti ada. Tanggungjawab besar menjadi program utama pemerintah. Semua mata melihat saya. Namundengan kerja yang benar besama dengan semua stake holder yang ada, dan di backup SDM memadai, saya yakin Allah SWT tidak akan membiarkan hambanya berjalan sendiri. Saya yakin itu. Saya selalu opotimistis. Ketika diberi tugas saya bisa melaksanakan. Tentu juga dengan doa seluruh masyarakat Indonesia untuk Merah Putih. Insyaallah sukses.Tidak ada hal yang berat kecuali kita bersama, kalau dipikirkan sendirian pasti berat. (Mif)

JAKARTA, RadarPena.com - Pembalap andalan Ducati, Andrea Dovizioso, berhasil meraih hasil maksimal pada MotoGP Austria, Minggu (13/8). Pada balap kali ini Dovi meraih kemenangan. Ini menjadi kemenangan ketiga sang pembalap sepanjang musim ini.

Meski begitu Dovizioso tak mendapatkan kemenangan dengan mudah. Pasalnya, hampir sepanjang balap dia dan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, salip menyalip demi posisi pertama.

Sejak lap 12 dimana Jorge Lorenzo tak bisa mempertahankan posisi di depan, Dovi dan Marquez membuat mata penonton tak berkedip.

Sayang, kesalahan Marquez pada kelokan pertama membuat Dovizioso membalapnya ketika tersisa tiga lap lagi. Keduanya masih dalam posisi yang dekat, tapi keuntungan Ducati memakai Medium Soft sementara Honda dengan Medium Hardnya terlihat. Dovizioso pun berhasil memenangi balap.

Dani Pedrosa sebenarnya sempat ikut bersaing dengan dua pembalap di atas. Sayangnya, dia tak bisa mempertahankan pace dan akhirnya hanya bisa finis di urutan ketiga.

Hasil ini menjadi positif bagi Dovizioso karena dia terus membuktikan bahwa bisa bersaing untuk meraih gelar juara.

Hasil MotoGP Austria Minggu (13/8)

1. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP17) 39m 43.323s 
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 39m 43.499s 
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 39m 45.984s 
4. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP17) 39m 49.986s 
5. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 39m 50.585s 
6. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 39m 50.770s 
7. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 39m 52.318s 
8. Alvaro Bautista ESP Pull&Bear Aspar (GP16) 39m 57.838s 
9. Loris Baz FRA Reale Avintia (GP15) 40m 2.943s 
10. Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) 40m 3.089s 
11. Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 40m 3.424s 
12. Scott Redding GBR Octo Pramac (GP16) 40m 8.846s 
13. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 40m 10.023s 
14. Karel Abraham CZE Pull&Bear Aspar (GP15) 40m 10.644s 
15. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 40m 11.419s 
16. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 40m 16.235s 
17. Hector Barbera ESP Reale Avintia (GP16) 40m 17.435s 
18. Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 40m 19.746s 
19. Tito Rabat ESP EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 40m 25.727s 
20. Sam Lowes GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)* 40m 35.815s 
Jack Miller AUS EG 0,0 Marc VDS (RC213V) DNF 
Danilo Petrucci ITA Octo Pramac (GP17) DNF 
Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* DNF 
Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) DNF

 

(rap/JPC)

 

JAKARTA, RadarPena.com – Presiden Joko Widodo ingin membuktikan ketangguhan para atlet nasional dalam Asian Games 2018 di Palembang. Terbukti Presiden Joko Widodo mematok target tinggi bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Tak tanggung-tanggung, Presiden meminta Indonesia meraih setidaknya 20 emas.

 

"Target 10 Besar kami harus peroleh dengan torehan 20 medali emas," tegas Menpora Imam Nahrawi, Jumat (18/8)

 

Target yang diberikan Presiden Jokowi ini tak ringan. Apalagi di Asian Games Incheon 2014 lalu Indonesia hanya bisa membawa pulang empat emas. Artinya, butuh tambahan 16 emas lagi untuk memuaskan ambisi Jokowi.

 

Meski begitu, Imam tak gentar, dia optimis Indonesia bisa memenuhi target itu. Asalkan performa maksimal di cabang-cabang olahraga yang diunggulkan seperti bulutangkis, dayung, panjat tebing, beladiri, angkat besi dan lainnya.

 

Tolok ukur awal perkembangan atlet bisa dilihat setelah SEA Games Kuala Lumpur Malaysia 2017 yang sedang berlangsung saat ini.

 

 

"Kali ini even ada di Indonesia, kami berharap semangat dan motivasi semakin berlipatganda untuk bisa meraih target tersebut," tandasnya. (dkk/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Indonesi berhasil meraih dua medali emas SEA Games ke-29/2017 di Kualalumpur, Malaysia, melalui cabang olahraga panahan nomor compund individu putri dan compound individu putra. Emas ini dipersembahkan pemanah Prima Wisnu dan Sri Ranti.

Dua medali emas yang dipersembahkan atlet panahan Indonesia pada Rabu itu merupakan medali emas pertama bagi kontingen Merah-Putih di ajang SEA Games 2017 ini, yang acara pembukaannya baru diadakan Sabtu (19/8).

Dipantau dari laman resmi SEA Games 2017 di Jakarta, Rabu (16/8), bertanding di National Sports Centre, Bukit Jalil, Malaysia, Sri Ranti yang tampil konsisten di babak final berhasil menundukkan pemanah Vietnam Chau Kieu dengan skor akhir 144-142. Medali perunggu di nomor ini direngkuh oleh pemanah Malaysia Fatin Nur Fatehah dengan menuntaskan perlawanan pemanah Indonesia Dellie Thereesyadinda.

Sementara itu di final nomor compound individu putra Prima Wisnu berhasil mengatasi pemanah tuan rumah Malaysia Mohd Juwaidi dengan skor akhir 145-144. Perunggu di nomor ini direbut oleh pemanah Filipina Paul Marton yang mengalahkan pemanah Malaysia Zulfadhli Ruslan. Indonesia masih bisa menambah pundi-pundi emas dari panahan karena cabang olahraga ini masih dipertandingkan hingga Selasa (22/8).(rmol)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Chief de Mission (CdM) Indonesia Aziz Syamsuddin meminta seluruh atlet Indonesia menjaga kondisi fisik agar bisa tampil maksimal pada SEA Games 2017.

"Persaingan di Kuala Lumpur nanti dipastikan akan keras," kata Aziz di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Aziz memastikan seluruh permasalahan yang menyelimuti kontingen Indonesia berhasil diatasi.

Dia menyebut Indonesia siap bersaing untuk memenuhi target meraih 55 medali emas dan 95 perak.

"Tak ada masalah. Semuanya sudah clear. Baik itu honor atlet, peralatan tanding, penginapan, transportasi maupun kebutuhan kontingen Indonesia selama di Kuala Lumpur nanti," tegasnya.

Namun, dia meminta pengalaman kali ini bisa menjadi pelajaran di masa mendatang.

"Alokasi anggaran pembinaan atlet, peralatan latihan dan tanding serta kebutuhan lainnya harus disiapkan lebih awal. Begitu soal penunjukan CdM agar bisa mempersiapkan keberangkatan kontingen lebih sempurna," kata Aziz.

Dia juga mengaku tak terbebani dipercaya sebagai CdM.

Padahal, Aziz juga menjabat sebagai ketua Banggar DPR RI.

 

"Tak ada.masalah. Tinggal diatur aja. Semuanya pasti bisa berjalan dengan baik," ujarnya. (jos/jpnn)

More Articles ...