Apa Kabar Sprindik Mobile 8? Ini Kata Jampidsus

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Kejaksaan Agung menegaskan penerbiatakan ‎Surat perintah penyidik (Sprindik) baru kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom tinggal menunggu waktu.  Penerbitan Sprindik baru itu untuk kembali menjerat dua tersangka yang status tersangkanya digugurkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu dalam gugatan praperadilan.

"Belum ada sprindik barunya, masih dalam proses penerbitan sprindik baru itu," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Arminsyah di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (12/1). Dia menjelaskan tim penyidik hingga kini masih memperkuat bukti-bukti untuk menjerat kembali dua tersangka kasus ini yang digugurkan praperadilan. Jadi intinya sprindik baru akan segera diterbitkan. "Masih proses itu (sprindik baru), tinggal menunggu waktu saja," jelasnya.

Dia menegaskan  ‎putusan praperadilan bukan berarti penyidikan kasus ini berhenti dan tidak dilanjutkan. Praperadilan hanya awal dan belum masuk dalam pembahasan materi perkara. "Jadi kita sidik lagi, jalan terus tidak berhenti," tutupnya.

Diketahui, ‎penerbitan sprindik baru untuk kembali mmenetapkan dua orang tersangka yakni Direktur PT Djaja Nusantara Komunikasi (DNK), Hary Djaja dan Anthony Candra. Status tersangka keduanya ini lepas setelah putusanan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilannya.

Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan ‎yang dilayangkan Direktur PT Djaja Nusantara Komunikasi (DNK), Hary Djaja dan Anthony Candra ‎soal penetapan tersangka kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung.

Dalam putusan hakim mengatakan penetapan tersangka dan penyidikan tidak sah karena penyidikan kasus ini bukan tindak pidana korupsi melainkan kasus perpajakan. Kejagung dinilai tidak memeliki kewenangan menangani kasus perpajakan.(Alan Jhon)