Kejagung Tahan AKBP Brotoseno Cs

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Tim Penyidik pidana khusus menahan empat tersangka perkara dugaan dugaan suap ‎memperlambat penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014. Keempat tersangka itu yakni AKBP Brotoseno, ‎Kompol D, pengacara berinisial H dan perantara berinisial L.‎ Penahanan dilakukan setelah tim penyidik Bareskrim melimpahkan tahap dua (tersangka dan barang bukti) ke Kejaksaan Agung.

"Kemarin sudah kita terima pelimpahan tahap dua empat tersangka dari Bareskrim," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Arminsyah di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (12/1). Dia menjelaskan keempat tersangka dan barang bukti setelah diterima dari Bareskrim langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. "Empat tersangka ditahan, tiga tersangka ditahan di Rutan Salemba cabang Kejari Jaksel dan satu tersangka di Cipinang," tutupnya.

Sebelumnya, Rabu (11/1) kemarin, penyidik Bareskrim melimpahkan tahap dua tersangka dan barang bukti perkara dugaan suap memperlambat penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014 ke Kejaksan Agung. Pelimpahan tahap dua setelah tim jaksa peneliti menyatakan berkas perkara ke empat tersangka telah memenuhi unsur formil dan materil atau P21. Empat tersangka itu AKBP Brotoseno, Kompol D, pengacara berinisial H, dan perantara berinisial L.

AKBP Brotoseno ditetapkan sebagai tersangka bersama Kompol berinisial D karena menerima uang suap Rp 1,9 miliar dari tersangka H melalui perantara tersangka L. Pengacara H disebut menjanjikan uang Rp 3 miliar untuk memuluskan keinginan memperlambat proses penyidikan kasus cetak sawah. Polri juga menyita uang Rp 1 miliar terkait dengan kasus suap hasil operasi tangkap tangan Tim Saber Pungli Polri ini. Total uang  yang disita sebagai barang bukti Rp 2,9 miliar.(alan jhon)