JAKARTA, RadarPena.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Kementeriannya siap memangkas regulasi yang menghambat untuk mendukung suksesnya hilirisasi hasil-hasil riset. "Regulasi harus menyesuaikan perkembangan atau pertumbuhan suatu inovasi," kata Nasir di Jakarta, Sabtu (19/8).

Menurut dia, agar inovasi serta industri anak bangsa di Indonesia dapat berkembang maka diperlukan perbaikan regulasi. Seperti pada perjanjian kerjasama produksi sepeda motor listrik Gesits antara Wika Industri & Konstruksi dengan Garansindo dengan Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). 

Dia berharap dengan perjanjian yang sudah ada tidak hanya mencapai penandatanganan saja tetapi dapat berlanjut pada industri realisasi dan berlanjut pada pemasaran kepada masyarakat. 

Kemristekdikti, lanjutnya, siap mendukung riset untuk sampai pada industri yang direalisasikan dengan memangkas regulasi yang dianggap menghambat. Dirinya menegaskan bahwa regulasi yang ada tidak harus membelenggu inovasi-inovasi yang ada. 

 

JAKARTA, RadarPena.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar berbagai macam acara lomba dalam memeriahkan Peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI. Bahkan Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni juga ikut lomba balap karung berpasangan dengan istrinya. Acara perlombaan itu digelar di Lapangan Gatot Subroto, Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (19/8).

Lomba balap karung yang diikuti adalah para petinggi di institusi Kopassus. Seperti Asisten Perencanaan (Asren) Danjen Kopassus Letkol (Inf) Yudha Erlangga, Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf Murbianto, dan Wadanjen Brigjen TNI Richard TH Tampubolon serta Pamen Ahli Danjen Kopassus Echsan Sutaji. Para petinggi Kopassus ini satu grup dengan Danjen Kopassus saat balap karung berpasangan.

Setelah prit tanda berbunyi di mulainya lomba, Danjen Kopassus bersama istrinya dan jajarannya berlomba-lomba memasukan kakinya ke dalam karung, sebelum bergerak maju untuk mencapai garis finish dengan jarak sekitar 50 meter.

"Dalam acara lomba ini, para peserta menempuh jarak 50 meter," kata Kapen Kopassus Letkol (Inf) Joko Hadimantoyo. Dengan semangat yang tinggi untuk memeriahkan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI, para petinggi Kopassus berusaha dengan keras melompat sejauh-jauhnya untuk segera mencapai garis finish.

Lomba balap karung ini dimenangkan pasangan Asren Danjen Kopassus Letkol (Inf) Yudha Erlangga bersama istri. Disusul Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf Murbianto berada di urutan kedua, Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Richard TH Tampubolon di urutan ketiga. Sementara Danjen Kopassus berada di urutan keempat dan posisi kelima Pamen Ahli Kolonel Echsan Sutaji.

"Kopassus hadir bersama masyarakat sebagai wujud bakti sinergitas antara prajurit dan rakyat di tengah-tengah keberagaman dan kebhinnekaan. Kebersamaan antara prajurit dan rakyat di wilayah Cijantung diharapkan dapat lebih mempererat tali silaturahmi, rasa persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa," pungkasnya.(rmol)

JAKARTA, RadarPena.com - Mencukur bulu atau dikenal dengan waxing makin diminati kalangan perempuan modern. Salah satu tujuannya, mereka ingin tampil sempurna dengan kulit yang lebih halus dan lembut tanpa bulu. 

Waxing juga menggunakan bahan alami yang aman yang lembut pada kulit. Namun, meski ada banyak hal positif tentang waxing, banyak perempuan masih ragu melakukannya karena sakit. 

Apalagi jika dilakukan di area mahkota Miss V. Namun tentu hasilnya pasti sepadan dengan rasa sakitnya. Meski menyakitkan, area Miss V akan terlihat tidak berbulu dan mulus. Ada sejumlah metode misalnya dengan mencukur. 

Bisa saja hal itu menjadi alternatif yang tidak menyakitkan tapi membuat kulit menjadi kasar. Sebab akar bulu tidak terangkat, dan rambut selanjutnya akan tumbuh agak kasar.

Menjaga rambut area intim tetap bersih sangat penting. Sebab area ini lembab dan rentan terkena jamur. Karena itu, dilansir dari Boldsky, Jumat (19/8), ada cara dan tips agar waxing menjadi lebih menyenangkan dan hasilnya memuaskan.

1. Sebelum Waxing

Setengah jam sebelumnya siapkan obat penahan nyeri untuk persiapan melakukannya. Pastikan bulu area Miss V cukup panjang agar bisa dicabut sepenuhnya dari akar agar tak terlalu sakit.

2.Usai Waxing

Area Miss V bisa berubah menjadi merah atau bengkak dalam beberapa jam. Gunakan pelembab yang baik untuk mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan. 

Pastikan menggunakan pelembab bebas wewangian karena hal itu diaplikasikan di area sensitif. Lebih baik lagi, gunakan gel aloe vera segar. Ini akan mengurangi peradangan dan kemerahan. Oleskan setelah waxing.

Cara lain yang efektif untuk mengurangi pembengkakan adalah dengan menggunakan kantong teh bekas. Ambil kantong teh bekas dan oleskan.

Es batu juga sangat bagus untuk menenangkan kulit yang teriritasi. Hancurkan beberapa es batu dan bungkus dengan kain. Hal itu akan menutup pori-pori yang terbuka dan mengurangi kemungkinan infeksi.

3. Wajb Dihindari

Hindari tempat umum seperti spa dan kolam renang karena lebih rentan terhadap infeksi. Hindari pakaian dalam yang ketat karena kelembaban bisa menyebabkan infeksi.

 

(ika/JPC)

SURABAYA, RadarPena.com - Para pakar Perencanaan Wilayah Kota (PWK) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menilai bahwa, rencana pemindahan ibu kota negara ke Palangka Raya, Kalteng, dirasa kurang tepat. Pasalnya daerah itu merupakan daerah pedalaman kurang cocok untuk dijadikan ibu kota.

Ketua jurusan PWK ITS Adjie Pamungkas mengtakan, pihaknya telah merilis 11 kriteria ideal ibu kota Indonesia di masa depan. Sebelas kriteria tersebut, yakni pertama, ibu kota harus mencirikan kota pelabuhan (marina city) sebagai simbol ibu kota negara kepulauan.

Kedua, lokasinya harus berada di tengah-tengah Indonesia. Secara geografis antara pesisir timur Kalimantan ataupun pesisir barat Sulawesi.

Ketiga, lokasi ibu kota juga tidak berada di area rawan bencana. Penempatannya harus memperhitungkan jangkauan jaringan fiber optik nasional (Palapa Ring) yang tengah dibangun. Serta tidak melupakan lokasi server recovery jika suatu saat terjadi bencana.

Keempat, pusat pemerintahaan dalam ibu kota tersebut juga tidak terkonsentrasi di satu titik, tapi menyebar.

Kelima, Jenis kegiatan di dalam ibukota juga harus dibatasi. Pola kepemilikan lahan harus diatur sedemikian rupa untuk memudahkan pembangunan infrastruktur.

Keenam, yang tidak kalah penting adalah soal keamanan. Jakarta sebagai ibukota sendiri menurut Llyod’s City Risk Index sangat rentan terhadap serangan terorisme, serta sabotase kota. Kalau perlu, menurut para pakar ITS, lokasi ibu kota bisa dalam sebuah pulau tersendiri.

Ketujuh, ibu kota yang ideal harusnya tidak berada di pedalaman. “Selama ini pemerintah masih terlalu terpaku pada Palangka Raya,” kata Adji

Kedelapan, menurut doktor bidang planologi ini, bentuk utama Ibu kota masa depan adalah kota yang memanfaatkan secara penuh potensi maritim.

Indonesia sejak Abad 19 memang menjadi jalur pelayaran utama dunia. Namun, sampai abad ke 21 saat ini, jalur pelayaran dan saranannya tidak bertambah secara signifikan. “Ini menunjukkan pembangunan maritim yang masih stagnan,” katanya.

Kesembilan, ibu kota yang baru juga harus mengubah wajah pemerintahan indonesia dari Jawa sentris menjadi negara yang berbasis kelautan.

Sepuluh, mindset pembangunan sudah saatnya dialihkan dari ekspansi dan eksplorasi daratan, menuju eksplorasi laut.

Kesebelas, tidak hanya dari segi fisik, kata Adjie, kota yang baru nanti sistem pemerintahannya juga harus benar-benar berubah dari yang sangat birokratis bersifat kelembagaan, menjadi berbasis teknologi informasi.

Ibukota juga tidak mesti berdiri sendiri, kata Adjie dapat dibuat kota-kota pendukung di sekitarnya. Selain kota inti. “Tapi konektivitasnya harus terjamin, diakomodasi penuh oleh Teknologi dan Informasi,” katanya. (tau/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kemerdekaan Indonesia yang diraih adalah buah dari persatuan, perjuangan seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis. Jika terpecah belah, berjuang sendiri-sendiri, maka Indonesia akan mudah dijajah. 

"Sebab itu, ketika kita bersatu, berjuang bersama-sama, kita merdeka. Benar apa yang telah diingatkan kiai kita, KH Wahab Hasbullah bahwa 'Tidak Ada Senjata yang Lebih Tajam dan Lebih Sempurna Lagi Selain Persatuan'," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu (19/8).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, walaupun bangsa Indonesia berbeda-beda, tapi bangsa ini sejatinya adalah sama.  "Ayo kita Gelorakan bahwa kita ini sama, sama Indonesia-nya. Kita Ini sama bahasanya, Bahasa Indonesia. Lagu kebangsaan kita sama, lagu Indonesia Raya, Bendera kita ini sama Merah Putih-nya. Karena, kita ini sama terlahir di tanah Indonesia, sama minum air Indonesia, sama menghirup udara Indonesia, dan kita Ini sama akan mati dan dikubur di bumi Indonesia," seru Gus Yaqut.

Dia mengatakan, bangsa Indonesia perlu mensyukuri banyak kemajuan-kemajuan yang telah diraih. Namun sebagaimana diakui sendiri oleh Presiden Republik Indonesia dalam pidatonya beberapa waktu lalu bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa diwujudkan.  "Kita lihat memang kesenjangan ekonomi masih lebar, buah dari keserakahan dan korupsi di masa lalu hingga saat ini. Jumlah rakyat miskin juga masih banyak, sementara penguasaan aset dan kekayaan hanya beredar di sejumlah kecil orang dan korporasi. Jaminan masyarakat mendapatkan keadilan hukum juga sering terlukai," tandasnya. 

Dalam kondisi ini, pihaknya menuntut negara bisa mencegah keserakahan dan korupsi terus terjadi. "Kita menuntut negara segera mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan sungguh-sungguh," paparnya.

Gus Yaqut mengingatkan, bangsa Indonesia wajib bersyukur telah diwarisi Pancasila sebagai kalimatun sawa', konsensus yang mengikat bangsa yang majemuk ini dalam kesamaan tujuan dan cita-cita.  Menurut dia, kemajemukan bangsa ini adalah kenyataan. Semua perbedaan adalah sunnatullah. "Tugas kita sebagai hamba Allah dan kader bangsa adalah mencari persamaan-persamaan dan titik temu agar bisa bekerja sama menghadapi tantangan masa depan dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan," pungkasnya.(rmol)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dadang Sunendar mengatakan pihaknya baru berhasil mengidentifikasi sebanyak 646 bahasa daerah. "Kami baru berhasil mengidentifikasi sebanyak 646 bahasa daerah. Dalam dua bulan ke depan, diperkirakan akan semakin bertambah," kata Dadang di Jakarta, Jumat (18/8).

Identifikasi itu diperlukan untuk mengetahui seberapa banyak bahasa daerah yang ada di Tanah Air. Sejumlah bahasa daerah mengalami kepunahan karena tak ada lagi yang menggunakan bahasa daerah itu. Sejumlah bahasa daerah mengalami kepunahan seperti bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Teun, Palumata, Loun, Moksela, Nakaela dan Nila yang ada di Maluku. Begitu juga bahasa daerah Papua yang punah seperti Saponi dan Mapia.

pihaknya berusaha melestarikan bahasa daerah melalui pemilihan duta bahasa. Pada tahun ini, setiap provinsi mengirimkan sebanyak dua duta bahasa. "Untuk menjadi duta bahasa ini tidak mudah, selain bisa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, juga harus bisa menguasai bahasa daerah dan asing," jelasnya.

Setiap duta bahasa harus bisa menggunakan bahasa daerah yang ada di provinsi itu. Dadang menjelaskan mereka mendapatkan pelatihan mengenai bahasa selama satu pekan sebelum terpilih sebagai duta bahasa mewakili provinsinya masing-masing. "Tantangan bahasa saat ini sangat berat. Untuk itu, kami tidak bisa bekerja sendiri harus bekerja sama dengan orang tua, guru maupun media untuk mengampanyekan Bahasa Indonesia."

Duta Bahasa dari Kalimantan Selatan, Muhammad Andri HF, mengatakan di daerahnya ada 18 bahasa daerah, namun yang lebih banyak digunakan adalah bahasa Banjar. "Kami berusaha melestarikan bahasa lainnya, jangan sampai bahasa lain punah karena tidak ada penuturnya," papar Andri.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Generasi muda diingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial(Medsos). Peringatan itu disampaikan dua dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Linda Islami dan Mira Herlina yang meminta generasi muda lebih bijak ber medsos.

Hal itu diungkapkan dalam Program Pengabdian Pada Masyarakat Penyuluhan Literasi Media Online Untuk Meningkatkan Personal Branding Bagi Remaja di SMA Negeri 85 Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

 

Linda mengatakan, perkembangan teknologi harus disertai dengan pengetahuan yang memadai oleh pengguna, terutama generasi muda.

 

Sebab, generasi muda lebih sering menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga.

 

Namun, generasi muda terkadang menggunakan media sosial tanpa disertai pengetahuan sehingga menimbulkan masalah seperti perundungan.

 

“Dampak positif dari media sosial adalah penyampaian berita yang lebih cepat, respons publik dapat segera dilihat, pesan dapat bertahan berulang-ulang, dan ajang publikasi dan  promosi berbiaya murah,” ujar Linda, Kamis (17/8).

 

Namun, media sosial bisa menimbulkan kampanye hitam.

 

Karena itu, perlu usaha ekstra untuk menyaring berita karena citra positif bisa negatif dalam seketika.

Linda mengingatkan remaja meningkatkan personal branding untuk fokus pada hal yang ingin diingat publik.

 

“Tidak sembarangan berkomentar, menjaga etika berkomunikasi, dan sebaiknya berkomentar pada hal-hal positif yang bisa mendukung citra diri,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Mira menambahkan, remaja harus cerdas menggunakan media sosial sebagai publikasi diri yang positif.

 

Selain itu, remaja dituntut memiliki pengetahuan dan attitude yang baik dalam menggunakan media sosial.

 

“Kita semua harus peduli dengan dampak negatif yang ditimbulkan pengguna media sosial. Karena itu, harus terus waspada pada konten-konten yang berbau negatif yang bisa merusak mental remaja,” imbuh Mira.

 

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Purwanta mengatakan, remaja harus berhati-hati saat menggunakan medsos.

 

“Pengguna sosmed bisa dihukum bila melanggar terkait unggahan, meng-copy, dan memviralkan berita tidak benar atau hoaks,” kata Purwanta. (jos/jpnn)

More Articles ...