Wualah... Tol Becakayu Bakal Molor Penyelesaiannya

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Progres pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) menghadapi kendala yang rumit. Akibatnya rencana selesai pada bulan Maret 2017 ini dipastikan akan mundur. Dimungkinkan akhir 2017 baru bisa selesai. Kini pembangunan tol yang terdiri dari dua seksi sepanjang 21,04 kilometer ini masih terus dilakukan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan salah satu kendala yang dihadapi oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) adalah izin dari Walikota Bekasi yang belum beres akibat Penetapan Lokasi (Penlok) yang belum jelas. Selain itu, Feasibility Study (FS) juga masih akan dilakukan lantaran dalam proses konstruksinya, terjadi perubahan desain dimana saat ini ruas tol Becakayu tersebut masih diupayakan agar bisa terhubung dengan Ruas Tol Jakarta Outter Ring Road (JORR).

"Yang seksi A sudah dibangun juga, hanya beberapa masih pengadaan tanah. Yang akan beroperasi di 2017 fase 1 B dan C yang 8 kilometer (km). Nah yang 4 km lainnya (Seksi 1 A) harapannya juga akhir 2017  atau awal 2018," kata Herry di Kantornya, Kamis (12/1). 

Adanya tarik ulur terkait penlok tersebut membuat pekerjaan kian molor. BPJT mengaku tetap melakukan negosiasi dengan Pemkot Bekasi agar panlok yang semula sesuai FS awal bisa disetujui agar tidak perlu lagi berlama-lama melakukan kajian ulang. Seperti diketahui jika Pemkot Bekasi meminta untuk tidak melewati jalan Ahmad Yani (bagian dari seksi II) karena dianggap ruas jalan itu sudah ditata dengan baik. Jika dipaksakan dikhawatirkan mengganggu visual.

Dia berharap Pemkot Bekasi dapat membantu mempermudah dalam hal penlok agar target konstruksi dapat selesai tepat waktu. Herry menyatakan jika jalan tol Becakayu ini nantinya akan berfungsi untuk memecah kemacetan yang terjadi di wilayah Kalimalang Bekasi hingga Jakarta Timur. Oleh sebab itu diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemkot Bekasi) serta BUJT agar tol yang mangkrak sejak 1998 ini dapat segera selesai.

"Karena kan prosedurnya yang membutuhkan tanah harus bersurat ke Gubernur (Jabar), aturannya kan begitu kalau dia harus pindah. Tapi kan bisa saja tetap disana (Penlok awal) tapi strukturnya dibuat lebih tinggi, kan gak mengganggu visualnya. Bisa juga di syaratkan aspek estetikanya diperhatikan, kan bisa," tukasnya.(marjudin)

Top News