Juli, Tarif Dasar Listrik Naik

DERRY SUTARDI

Rabu, 26 Juni 2013 20:00

Menteri ESDM Jero Wacik//foto: Derry Sutardi

JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan, tarif daftar listrik (TDL) pada bulan Juli akan naik sebesar 4,3%.
 
“Kenaikan ini sudah dibicarakan dan dilakukan secara bertahap sejak bulan Januari lalu, "ujar Jero Wacik saat acara rapat di gedung DPR RI, Rabu (26/6/13).

Jero menjelaskan, bahwa kenaikan tarif dasar listrik sudah dibagi dalam 4 periode, yaitu Januari, Maret, Juli dan November. "Proses kenaikan itu sudah melalui sosialisasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).


Berikut daftar tarif listrik baru untuk tiga golongan pelanggan mulai 1 Juli-1 September 2013:

1. Pelanggan rumah tangga

a. Pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA, tarif listriknya stagnan Rp 415 per kilowatthour (kWh).

b. Pelanggan rumah tangga berdaya 900 VA, tarif listriknya stabil Rp 605 per kWh.

c. Pelanggan rumah tangga 1.300 VA, naik dari Rp 879 per kWh menjadi Rp 928 per kWh.

d. Pelanggan rumah tangga 2.200 VA, naik dari 893 per kWh menjadi Rp 947 per kwh.

e. Pelanggan rumah tangga 3.500 VA-5.500 VA, naik menjadi Rp 1.075 per kWh, dari sebelumnya 1.009 per kWh.

f. Pelanggan 6.600 VA ke atas, mulai 1 Juli 2013 tarif listriknya naik menjadi Rp 1.347 per kWh, dari sebelumnya Rp 1.342 per kWh.

2. Industri

a. Pelanggan industri berdaya 450 VA, tarif listriknya stagnan Rp 485 per kWh.

b. Pelanggan industri berdaya 900 VA, tetap Rp 600 per kWh.

c. Pelanggan industri 1300 VA, tarif listriknya naik menjadi Rp 886 per kWh pada 1 Juli 2013, dari sebelumnya Rp 843 per kWh.

d. Pelanggan industri 2.200 VA, tarif listriknya dari Rp 871 per kWh menjadi Rp 915 per kWh.

e. Pelanggan industri 3.500 VA-14 kilovolt (kVA), tarif listriknya naik menjadi Rp 1.059 per kWh pada 1 Juli 2013, dari sebelumnya Rp 1.009 per kWh.

f. Pelanggan industri berdaya di atas 14 kVA-200 kVA.

Sejak 1 April 2013, tarif perhitungan tarif listrik untuk pelanggan golongan ini menggunakan rumus:

- Blok waktu beban puncak (WBP): KxRp 882 per kWh. Di mana K merupakan koefiesien yang ditetapkan direksi PLN.
- Blok luar waktu beban puncak (LWBP): Rp 882 per kWh.
- Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh): Rp 959 per kVArh.

Mulai 1 Juli-30 September 2013, perhitungan tarif listriknya berubah menjadi:
- Blok WPB: KxRp 926 per kWh.
- Blok LWBP: Rp 926 per kWh.
- kVArh : Rp 1.007 per kVArh.

g. Pelanggan industri dengan daya di atas 200 kVA.

Sejak 1 April 2013, tarif perhitungan tarif listrik untuk pelanggan golongan ini menggunakan rumus:
- Blok WPB: KxRp 728 per kWh.
- Blok LWBP: Rp 728 per kWh.
- kVArh : Rp 783 per kVArh.

Mulai 1 Juli-30 September 2013, perhitungan tarif listriknya berubah menjadi:
- Blok WPB: KxRp 765 per kWh.
- Blok LWBP: Rp 765 per kWh.
- kVArh : Rp 823 per kVArh.

h. Pelanggan industri dengan daya 30 ribu Kva ke atas

Sejak 1 April 2013, tarif perhitungan tarif listrik untuk pelanggan golongan ini menggunakan rumus:
- Blok WBP dan LWBP: Rp 654 per kWh.
- kVArh : Rp 654 per kVArh.

Mulai 1 Juli-30 September 2013, perhitungan tarif listriknya berubah menjadi:
- Blok WBP dan LWBP: Rp 689 per kWh.
- kVArh : Rp 689 per kVArh.

3. Pelanggan Bisnis

a. Pelanggan bisnis berdaya 450 VA, stagnan Rp 535 per kWh.

b. Pelanggan bisnis berdaya 900 VA, tidak berubah tarif listrik Rp 630 per kWh.

c. Pelanggan bisnis 1.300 VA, tarif listriknya naik menjadi Rp 920 per kWh mulai 1 Juli, dari sebelumnya Rp 876 per kWh.

d. Pelanggan bisnis 2.200 VA-5.500 VA, tarif listriknya naik menjadi Rp 1.048 per kWh , dari sebelumnya Rp 998 per kWh.

e. Pelanggan bisnis 6.600 VA-200 KVA, naik menjadi Rp 1.347 per kWh, dari sebelumnya Rp 1.316 per kWh.

f. Pelanggan bisnis di atas 200 kVA

Sejak 1 April 2013, tarif perhitungan tarif listrik untuk pelanggan golongan ini menggunakan rumus:
- Blok WPB: KxRp 925 per kWh
-Blok LWBP: Rp 925 per kWh
- kVArh : Rp 1.013 per kVArh.

Mulai 1 Juli 2013, perhitungan tarif listriknya berubah menjadi:

- Blok WPB: KxRp 975 per kWh
-Blok LWBP: Rp 975 per kWh
- kVArh : Rp 1.067 per kVArh.


 


Editor: DIAN YUNIARNI

Berita Lainnya :