Inilah Formasi CPNS di Babel

RGA

Sabtu, 20 Juli 2013 08:33

PANGKALPINANG - Dari 1.110 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bangka Belitung (Babel) yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Hanya Kota Pangkalpinang saja yang tidak melakukan perekrutan PNS.

Adapun rincian 1.110 formasi itu yakni Pemprov Babel 217 formasi, Bangka Barat (Babar) 159, Bangka Selatan (Basel) 161, Bangka Tengah (Bateng) 212, Belitung 174, dan Belitung Timur (Beltim) 187.

Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Babel Sopian AP ketika ditemui, kemarin (19/7). Menurut Sopian, meski sudah diketahui jumlahnya. Namun dirinya belum dapat memastikan formasi tersebut diperuntukan kemana. Sebab saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Pemprov. "Kita mendapat 217 formasi CPNS. Kita akan lakukan evaluasi terhadap formasi yang disetujui," ujarnya.

Namun saat ini dijelaskan Sopian, jika dari 217 formasi tersebut sudah dipastikan diperuntukkan bagi dua bidang yakni tenaga kesehatan dan tenaga teknis. "Kita akan melihat dulu barulah selanjutnya dibentuk panitia penerimaan CPNS," jelasnya.

Selain Pemprov dikatakan Sopian, penerimaan juga akan dibuka di kabupaten yang berada di Babel. Yakni Babar 159, Basel 161, Bateng 212, Belitung 174, dan Beltim 187. Dengan demikian selain provinsi, Kabupaten Bateng merupakan daerah yang membutuhkan tenaga CPNS lebih banyak. Sementara untuk Kabupaten Bangka, lebih jauh Sopian mengungkapkan jika daerah tersebut tetap menerima hanya saja lebih sedikit dari daerah lainnya.

"Kabupaten Bangka tetap ada, hanya untuk tahun ini Kabupaten Bangka menerima 40 CPNS. Karena untuk saat ini Bangka Induk untuk tenaga yang diperlukan dan sudah diajukan masih banyak, sementara Pangkalpinang tidak ada usulan," urainya.

Disinggung mengenai sistem tes penerimaan, Sopian menjelaskan jika pada tes CPNS yang akan dibuka bulan September itu nantinya masih menggunakan sistem konvensional.

"Saya belum bisa menjelaskan karena ini sifatnya informatif nanti kita publikasikan karena sistem komputerisasi sepertinya Pemprov belum dapat merealisasikannya," imbuhnya.
"Kita menginginkan dengan sistem komputer, hanya kalau mau menggunakan sistem itu kita minimal harus punya gedung sendiri dan minimal harus 200 biji komputer. Kalau itu sudah ada kita bisa melaksanakan tesnya cukup satu hari," tandasnya.    


 


Editor: DWI INDAH

Berita Lainnya :