Permendag 24/2013 Penyebab Harga Kedelai Meroket

FATAH SIDIK

Minggu, 25 Agustus 2013 20:50

JAKARTA- Ketua Pengawas Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Suharto menuding, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 / M-DAG/PER/5/2013 tentang ketentuan impor kedelai dalam rangka stabilisasi harga kedelai, menjadi penyebab melonjaknya harga kedelai di pasaran.

"Importir belum bisa mengimpor, karena belum dapat persetujuan impor. Ini (Permendag) berkaitan dengan Perpres Nomor 32/2013 tentang pembatasan impor," jelasnya saat ditemui radarpena.com, di kantornya di kawasan Semanang, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (25/8/2013) pukul 18.30.

Ketua Puskoptis DKI ini menuturkan, penerapan Permendag yang efektif sejak 1 Juli 2013 itu mengharuskan importir mendaftar ulang, untuk mejadi importir tetap (IT) dan mendapat surat persetujuan impor (SPI).

"Kedelai yang dijual sekarang, itu stok Mei-Juni. Mulai 1 Juli sampai sekarang belum ada barang masuk," imbuhnya.

Akibatnya, harga kedelai meroket dari Rp 6.700/kg di tingkat pengrajin, sekarang menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10 ribu. Selain itu, pengrajin juga terpaksa mengurangi produksinya dari satu kuintal per hari menjadi 60 kg. "Jadi hampir rata-rata mengurangi 40 persen produksinya," tegasnya.

Karena itu pula, dirinya membantah, bila kenaikan harga bahan baku pembuat tahu dan tempe ini disebabkan karena nilai tukar Rupiah yang terus melemah. "Kalau soal Dollar Amerika naik, itu cuma buat alasan saja," tandasnya.


Editor: UNSIYAH SANGIDAH

Berita Lainnya :