Biarkan Pertamina Kelola Mahakam untuk Kemakmuran Rakyat

DERRY SUTARDI

Rabu, 28 Agustus 2013 15:15

JAKARTA - Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai, pemerintah perlu berpihak kepada Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam, agar seluruh keuntungannya dapat dikelola untuk kesejahteraan rakyat.

"Karena Blok Mahakam adalah blok gas dengan produksi terbesar di Indonesia, sehingga bisa dijakdikan sumber utama penerimaan negara dan sumber utama perolehan devisa negara," ujarnya dalam diskusi di Gedung Nusantara V DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2013), pukul 11.30.

Lebih lanjut politisi Nasdem ini mengatakan, hal itu juga bertujuan untuk menambal alokasi gas dalam negeri yang selama ini masih kurang. Kemudian, juga untuk mengalihkan sumber energi dari minyak ke gas untuk pembangkit yang masih menggunakan BBM sebagai bahan bakunya, seperti yang terjadi di Kalimantan Timur dan Indonesia Timur pada umumnya.

Selain itu, mantan petinggi Pertamina ini juga menyesalkan sikap SKK Migas yang menolak agar perusahaan BUMN tidak bisa mengelola Blok Mahakam melalui berbagai argumentasinya, seperti teknologi dan pendanaan yang tidak bisa bersaing, produksi Mahakam akan berhenti sehingga negara merugi.

"Dan untuk menjaga iklim investasi. Padahal, resources migas di Indonesia masih melimpah. Bahkan, jarang ada negara seperti Indonesia yang akan akan SDA non-renewable ini," tandasnya.

Diketahui, kontrak Blok Mahakam antara Indonesia dengan Total dan Inpex berlangsung sejak 1 April 1967 dan akan berakhir pada Maret 2017. Sejak 2007 silam, dua korporasi eksplorasi sumberdaya alam itu sudah mengajukan perpanjangan kontrak. Namun, pemerintah hingga saat ini belum menyatakan sikapnya.


Editor: DWI INDAH

Berita Lainnya :