Pemprov Mulai Penuhi Persyaratan

Bandara Hanandjoedin Dijadikan Bandara Internasional

Radar Bangka

Rabu, 18 Desember 2013 08:52

PANGKALPINANG - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel). Salah satunya, dengan membangun Bandar Udara (Bandara) bertaraf internasional. Pembangunan ini pun, berdasarkan rencana tidak akan lama lagi.

 

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Babel, Huzarni Rani. Menurutnya pembangunan bandara tersebut memang dibutuhkan. Huzarni menjelaskan, bandara internasional tersebut bukan bandara baru yang harus dibangun dari nol, akan tetapi bandara yang akan naik level tersebut adalah Bandara Hanandjoeddin, Kabupaten Belitung. "Kita akan memulai pembangunan bandara itu tahun 2015 nanti," ujar Huzarni ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/12).

 

Lebih jauh, Huzarni menuturkan bahwa untuk dapat berlabel internasional, bandara yang dibangun diatas lahan seluas 300 hektar (ha) milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) itu harus memiliki beberapa persyaratan yang ditentukan. "Tentu kita masih harus melihat syarat-syaratnya seperti apa," katanya.

 

Oleh karena itu, pihaknya kata Huzarni mulai tahun depan akan mencoba membangun bandara Hanandjoedin tersebut mulai dari pembangunan landasan pacu, airstrip dan lainnya. "Pembangunan bandara ini sudah sesuai dengan MoU antara Pemerintah, Dirjen Perhubungan udara dan Angkasa Pura," ungkapnya.

 

Pembangunan landasan pacu tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut karena pembangunan Hanandjoedin direstui secara langsung oleh Dirjen. "Kalau mereka menetapkan bandara Hanandjoedin berarti pasti ada dana dari pusat," bebernya.

 

Luas landasan pacu Hanandjoedin yang akan dilakukan berkisar 2.500 meter. Sementara saat ini luas landasan pacu yang juga masih dalam tahap pembangunan telah mencapai 2.250 meter. "Kita dalam pembangunan ini tergantung kondisi keuangan provinsi apakah siap atau tidak, tapi Insya Allah 2015 sudah bisa," imbuhnya. Dengan begitu, apabila Babel telah memiliki bandara internasional tentu akan berpengaruh terhadap laju perekonomian khususnya Belitung yang akan menjadi pusat penerbangan di Babel, terlebih pembangunan tersebut juga dipengaruhi oleh daerah Belitung yang merupakan daerah wisata.   

 

"Pasti ini akan menjadi penunjang pariwisata, sekarang memang sudah ada penerbangan dari Jakarta ke Belitung, tapi kalau suah bertaraf internasional bukan itu lagi. Bisa-bisa jalur penerbangan sudah dari Tanjung Pandan-Singapura, atau Tanjung Pandan-Malaysia. Itu juga bisa menambah daya tampung yang akan bisa menampung pesawat jenis air bush," tandas Huzarni. rga


Editor:

Berita Lainnya :