SEOUL, RadarPena.com – Samsung tak ada matinya untuk berinovasi. Kini Pabrikan asal Korea Selatan (Korsel) itu sedang menyiapkan gadget tablet yang bisa digulung. Hal itu diketahui setelah video rancangan tablet tersebut bocor.

Tablet yang bisa digulung ini nantinya hanya sebesar lipstik yang bisa masuk ke dalam saku. Sangat berbeda dengan tablet pada umumnya bukan?

Dalam video yang beredar itu nampak tampilan tablet Samsung yang bisa ditarik (roll up and down) dan menggunakan sensor sidik jari untuk membukanya. Seperti tren saat ini, fitur keamanan menjadi yang utama.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman LetsGoDigital, Selasa (2/1), Samsung dikabarkan telah mematenkan layar OLED yang bisa digulung yang bekerja dengan magnet dan memiliki sensor sidik jari dengan layar roll-up fleksibel yang bisa digulung, seperti gulungan perkamen. Meskipun masih merupakan konsep, dan dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum bisa benar-benar dimiliki, namun bicara soal inovasi selalu menjadi hal yang menarik.

Sebuah paten baru dari Samsung baru saja diterbitkan di database WIPO dengan tanggal pendaftaran per 13 Juni 2017. Tepat setahun yang lalu, paten asli itu diterapkan di Kantor Kekayaan Intelektual Korea. Kini Samsung tengah sibuk mendesain tablet yang bisa digulung tersebut.

Panel display fleksibel yang dipatenkan itu dapat digulung menyesuaikan tempat layar tersimpan. Tempat yang nantinya akan menjadi rumah bagi layar gulung itu terbuat dari bahan logam, serta layarnya merupakan layar OLED berisi satu atau lebih magnet.

Nantinya produk itu akan bekerja dengan model roll dan berdesain silindris. Berbentuk sebesar puntung rokok, perangkat akan membaca sensor sidik jari pengguna dan secara otomatis layar akan terhampar. Persis seperti garasi otomatis di rumah kamu.

Kemungkinan, paten terbaru dari Samsung yang ‘gila’ itu akan turut dikenalkan ke publik pada gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2018 yang akan dihelat di Las Vegas, Amerika Serikat pada tanggal 9 hingga 12 Janurai mendatang.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com – Setelah berhasil melalui masa lonjakan trafik pada Hari Raya Natal pekan lalu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali lakukan pengecekan jaringan untuk menjaga layanan telekomunikasi TelkomGroup tetap prima sebagai upaya memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan saat pergantian Tahun Baru 2018. Pemantauan teknis terhadap infrastruktur telekomunikasi serta pelayanan pelanggan dilakukan secara menyeluruh sebagai upaya menjaga kualitas jaringan dan kenyamanan pelanggan saat terjadinya lonjakan trafik komunikasi di malam Tahun Baru 2018.

Untuk memastikan kehandalan jaringan dan layanan TelkomGroup, jajaran Direksi TelkomGroup melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke beberapa posko teknis infrastruktur dan pelayanan pelanggan TelkomGroup sesaat sebelum malam pergantian Tahun Baru 2018 (31/12). Lokasi yang dikunjungi, antara lain Posko TelkomGroup Integrated Operation Center, Posko Layanan Business & Enterprise serta Contact Center 147, Posko Layanan Wholesale & International, Posko Operational Layanan IndiHome & UseeTV, GraPARI Alia, dan Integrated Operation Center Telkomsel.

Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengungkapkan, TelkomGroup menambah kapasitas jaringan agar mampu melayani kebutuhan komunikasi yang meningkat dibandingkan hari-hari biasa. “Kami memahami bahwa momen Tahun Baru dirayakan oleh seluruh masyarakat, sehingga trafik komunikasi baik voice maupun data akan meningkat tajam. Kami siap melayani kebutuhan dan mengupayakan kenyamanan maksimal bagi seluruh pelanggan dan masyarakat,” ujar Zulhelfi. Dikatakan Zulhelfi, TelkomGroup telah melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh infrastruktur dan layanan melalui Posko TelkomGroup Siaga Natal dan Tahun Baru sejak 22 Desember dan akan berakhir pada 3 Januari 2018.

Caption: Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin (tengah) saat memberikan bingkisan kepada perwakilan petugas posko TelkomGroup Siaga Natal & Tahun Baru 2017/2018 sebagai bentuk dukungan moril manajemen TelkomGroup kepada perwakilan petugas yang bersiaga 7 x 24 jam.

Dalam kunjungannya, jajaran Direksi TelkomGroup juga berinteraksi langsung dengan para petugas posko mengenai aktivitas monitoring yang dilakukan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Di akhir kunjungan, jajaran direksi TelkomGroup memberikan bingkisan tahun baru sebagai bentuk dukungan moril kepada para petugas posko yang bersiaga selama 7 x 24 jam.

“Kami menyiapkan sebanyak 592 unit Mobile GraPARI, 103 unit BTS Mobile Telkomsel, dan 816 unit mobil IndiHome serta menyiagakan sebanyak 15.910 personil di seluruh posko untuk memastikan layanan prima di lebih dari 700 area publik seperti fasilitas ibadah, mall & area indoor, serta area penting lainnya,” papar Zulhelfi Abidin.

Di akhir kunjungan, atas nama seluruh jajaran manajeman dan karyawan TelkomGroup, Zulhelfi Abidin menyampaikan selamat tahun baru kepada seluruh pelanggan TelkomGroup dan masyarakat Indonesia. “Mewakili jajaran manajemen dan seluruh karyawan TelkomGroup, kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2018. Semoga kondisi jaringan dan layanan TelkomGroup yang stabil ini dapat terus dipertahankan, meskipun terdapat lonjakan trafik yang signifikan saat pergantian tahun. Kami juga berharap di tahun 2018 TelkomGroup dapat meningkatkan layanan kepada seluruh pelanggan dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi bangsa guna mengembangkan masyarakat digital Indonesia. Sebagai perusahaan telekomunikasi digital milik negara, di tahun mendatang kami juga akan terus berkomitmen mendukung tercapainya visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” pungkas Zulhelfi.

 

 

BANDUNG, RadarPena.com – Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) yang sangat pesat menuntut korporasi untuk terus beradaptasi guna membangun bisnis yang sustainable. Sejalan dengan hal tersebut, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) bersinergi dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk memperkuat digitalisasi di lingkungan bisnis Kimia Farma. Perwujudan kemitraan bisnis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Digitalisasi Kimia Farma yang dilakukan oleh Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Dian Rachmawan di Bandung, Rabu (27/12).

Proses digitalisasi Kimia Farma meliputi penyediaan infrastruktur cloud dan jaringan (network), hardware, serta sistem aplikasi terpadu yang sekaligus terintegrasi dengan sistem Enteprise Resource Planning (ERP) yang sudah diterapkan oleh Kimia Farma sejak Oktober 2016. Sistem aplikasi yang disediakan oleh Telkom terdiri dari smart stock, omni channel, customer loyalty, big data analytics, integrasi klinik, program rujuk balik, serta layanan home care.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi pertama dan terbesar di Indonesia, Kimia Farma bertekad meningkatkan kapasitasnya menjadi pemain industri farmasi berbasis digital.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan menyambut positif sinergi BUMN yang terjalin antara Telkom dan Kimia Farma. “Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Kimia Farma terhadap Telkom. Dengan kapabilitas ekosistem digital yang dimiliki Telkom, serta didukung infrastruktur telekomunikasi yang menjangkau hingga ke pelosok Indonesia, kami yakin dapat mendorong penerapan ICT atau digitalisasi di Kimia Farma. Hal ini ditujukan guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat, serta memperkuat posisi Kimia Farma sebagai leading player di industri healthcare di Indonesia” ujar Dian.

Dian melanjutkan, program Digitalisasi Kimia Farma ini diharapkan dapat turut serta mewujudkan harapan Kementrian BUMN dalam hal digitalisasi BUMN di Indonesia. “Digitalisasi Kimia Farma ini merupakan salah satu wujud komitmen Telkom dalam membantu peningkatan keunggulan operasional BUMN melalui penerapan ICT yang terintegrasi,” lanjut Dian.

Sementara itu, Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Telkom terhadap digitalisasi di Kimia Farma. “Kimia Farma senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk menjadi perusahaan healthcare terkemuka sekaligus menjadi pemain industri farmasi global, kami akan menerapkan digitalisasi dari hulu ke hilir terhadap value chain bisnis Kimia Farma yang meliputi produksi sampai dengan retail (apotek). Penerapan teknologi ini akan mempermudah proses bisnis dan meningkatkan customer experience sehingga pelayanan kepada konsumen semakin optimal,” tutur Honesti Basyir.

Kedepannya, kerjasama ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kedua BUMN, baik di tingkat nasional maupun global sehingga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholder.  

 

 

KUPANG, RadarPena.com - TelkomGroup menggelar serangkaian kegiatan corporate social responsibility (CSR) untuk menambah sukacita Natal dan tahun baru melalui program BUMN Hadir untuk Negeri dan TelkomGroup Berbagi. 

Dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2017/2018 ini, program BUMN Hadir untuk Negeri mengambil tema “BUMN Berbagi Melalui Santunan kepada Anak Panti Asuhan”. Dalam program tersebut, Telkom bersama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) membagikan bingkisan dan santunan Natal dan Tahun Baru kepada 1.000 anak panti asuhan dan bantuan untuk 17 panti asuhan dan 4 gereja di Aula Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/12). Sekretaris Kementerian BUMN RI Imam Aprianto Putro, Deputi Restrukturisasi Kementerian BUMN RI Aloysius Kiik Ro, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Anwar Pua Geno, Direktur Human Capital Management Telkom Herdy R. Harman dan Direktur Utama Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra berkesempatan hadir dan membagikan santunan serta bingkisan secara langsung. 

Program BUMN Berbagi dilaksanakan secara serentak di tujuh ibukota provinsi yang memiliki mayoritas penduduk beragama Nasrani, yakni Kupang - Nusa Tenggara Timur, Jayapura - Papua, Manokwari - Papua Barat, Manado - Sulawesi Utara, Pontianak - Kalimantan Barat, Ambon - Maluku dan Medan - Sumatera Utara. Santunan disalurkan kepada anak-anak panti asuhan dan yayasan atau panti asuhan yang berlatar belakang Nasrani. 

Sementara itu, program TelkomGroup Berbagi dilaksankan dengan menyalurkan dana bantuan renovasi dan perayaan natal ke 19 gereja/yayasan di berbagai wilayah di Indonesia. 

Direktur Human Capital Management Telkom Herdy R. Harman mengatakan, bantuan renovasi gereja salah satunya dilakukan untuk memperbaiki gereja tua peninggalan misionaris Belanda yang terletak di Adonara, Nusa Tenggara Timur, yaitu Gereja Paroki St. Martinus Hinga. “Renovasi ini merupakan kado natal dan tahun baru bagi masyarakat Adonara, Nusa Tenggara Timur, berupa fasilitas ibadah yang memadai. Renovasi Gereja Paroki St. Martinus Hinga ini sekaligus sebagai upaya TelkomGroup dalam melestarikan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia,” ujar Herdy R. Harman. 

Momen Natal dan Tahun Baru merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan layanan kepada seluruh stakeholder sekaligus untuk saling berbagi. “Melalui berbagai kegiatan CSR di periode Natal dan Tahun Baru ini, TelkomGroup ingin terus menumbuhkan budaya berbagi dengan sesama dan menggelorakan semangat toleransi dan rasa mengasihi antar umat beragama, khususnya berbagi kegembiraan dengan anak-anak panti asuhan agar mereka dapat turut merasakan sukacita Natal dan Tahun Baru,” pungkas Herdy R. Harman..

JAKARTA, RadarPena.com – Pada era digital sekarang ini, setiap  inisiatif  usaha memerlukan koneksi internet, demikian juga Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam rangka meningkatkan penetrasi internet broadband diseluruh pelosok NKRI, khususnya untuk memberdayakan pelaku UMKM, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan dua layanan internet WiFi unggulan berbasis jaringan fiber optik, yakni WiFi Corner 2.0 (WiCo 2.0) dan WiFi Station. Peluncuran WiCo 2.0 dihadiri Menteri Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah RI yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Agus Muharram, Deputi Bidang Produksi & Pemasaran Kementerian Koperasi & UKM I Wayan Dipta, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi & UKM Abdul Kadir Damanik, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi & Usaha Kecil Menengah Emilia Suhaimi dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan di SME Tower, SMESCO, Jakarta, Kamis (28/12). Launching WiCo 2.0 ini juga dihadiri oleh komunitas UMKM yang ke depannya diharapkan dapat menjadi mitra WiCo.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan menuturkan, WiCo 2.0 ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif Telkom dalam mengembangkan kewirausahaan Indonesia serta mencetak pejuang UMKM yang mandiri dan berkontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian bangsa.

“WiCo 2.0 merupakan sejarah baru bagi pelaku UMKM di Indonesia, dimana Telkom membuka kesempatan untuk memasuki bisnis digital di era modern. Melalui WiCo 2.0, pemilik bisnis warnet konvensional dapat meremajakan kembali bisnisnya. Sedangkan bagi kalangan rumah tangga pemilik usaha mikro, terbuka peluang untuk memasuki bisnis digital dengan sangat mudah. Kita aplikasikan pola bagi hasil untuk pemilik usaha WiCo 2.0,” tutur Dian. WiCo 2.0 merupakan salah satu upaya Telkom dalam mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kemajuan dan kemandirian ekonomi Indonesia.

Usai meluncurkan WiCo 2.0, Dian Rachmawan memperkenalkan layanan WiFi Station di Empirica Café & Lounge SCBD, Jakarta. Acara peluncuran WiFi Station ini dihadiri oleh para pelaku usaha yang telah menyediakan WiFi Station di lokasi usahanya.

WiFi Station adalah layanan internet WiFi managed service bagi para pelaku bisnis di berbagai segmen mulai dari sekolah, kampus, restoran/café, pusat perdagangan serta kantor-kantor instansi pemerintahan. Layanan ini memberikan akses WiFi yang super cepat dengan harga sangat terjangkau, sehingga pemilik usaha/pemilik kantor mampu memberikan akses WiFi gratis kepada para pelanggannya/pegawainya. “Seiring dengan perkembangan di dunia digital, kebutuhan untuk bekerja secara kolaboratif dan co-creation menjadi suatu kebutuhan pokok. Layanan WiFi Station memungkinkan siapapun untuk lebih produktif dan kreatif, berkarya tanpa mengenal batas dan dapat diakses dimana saja,” ungkap Dian.

Layanan WiCo 2.0 dan WiFi Station merupakan bentuk komitmen Telkom Group untuk mengembangkan komunitas dan masyarakat digital Indonesia. “Di era digital ini, layanan internet cepat dan stabil sudah menjadi komoditi pokok dalam berbisnis. Oleh karena itu, memilih partner bisnis yang tepat dalam memberikan layanan intenet menjadi suatu hal yang krusial dalam pengembangan bisnis. WiCo 2.0 dan WiFi Station merupakan upaya pengembangan masyarakat digital Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” jelas Dian.

WiFi Corner 2.0: Konsep Baru Warung Internet Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, Telkom telah menggelar layanan WiFi.id Corner (WiCo) di berbagai kota sebagai sarana edukasi internet bagi publik. WiFi.Id corner tersebut umumnya berlokasi di Plasa Telkom dan area publik tertentu yang melayani kebutuhan masyarakat umum untuk mengakses internet dengan harga relatif terjangkau.

Terinsipirasi keberhasilan layanan Wartel di masa lalu yang selain bisa menjadi solusi penyediaan layanan telekomunikasi, juga berhasil membuka lahan usaha bagi kalangan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka, maka Telkom bermaksud memperluas jangkauan penggelaran WiFi.id corner dengan melibatkan peran serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjalankan bisnis Warnet 2.0 yang merupakan metamorfosis konsep bisnis warnet dengan mengadopsi fenomena WiFi Everywhere dan Bring Your Own Device (BYOD).

WiCo 2.0 adalah layanan WiFi.id untuk publik yang diselenggarakan oleh Telkom bekerjasama dengan mitra dari kalangan pelaku UKM yang berperan menyediakan lokasi dan melakukan penjualan voucher WiFi.id kepada pengguna internet untuk digunakan di tempat tersebut. Melalui kehadiran WiCo 2.0, pelaku UKM dapat mengembangkan peluang bisnis baru dengan mudah melalui penjualan voucher WiFi.id secara digital dengan skema bagi hasil. Usaha WiCo 2.0 sangat cocok dilakukan oleh kaum perempuan sebagai usaha rumahan, sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga.

Proses pendaftaran dan pengelolaan layanan WiCo 2.0 seluruhnya telah dilakukan secara digital melalui mobile apps yang dapat diunduh di Google Play dan App Store dengan nama “MyWiCo”.

“Hadirnya WiCo 2.0 melalui aplikasi digital diharapkan dapat memudahkan para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Inovasi ini juga diharapkan dapat turut mempercepat peningkatan daya saing bangsa Indonesia agar sejajar dengan bangsa lain,” ungkap Dian Rachmawan.

WiFi Station: Jawaban Telkom Terhadap Fenomena BYOD

Layanan WiFi Station merupakan jawaban atas munculnya fenomena WiFi everywhere dan Bring Your Own Device (BYOD), di tempat publik seperti sekolah, kampus, ruko, co-working- space, public space, resto, café atau depot.

Selain menawarkan paket high speed internet sampai dengan 100 Mbps melalui jaringan telekomunikasi berbasis 100% fiber optik, layanan WiFi Station juga memberikan nilai tambah bagi pelaku bisnis dalam membentuk persepsi positif usahanya.

Caption: Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan saat meresmikan WiFi Station di Jakarta, Kamis (28/12).

WiFi Station memiliki berbagai fitur yang bermanfaat bagi para pelaku bisnis. Fitur Login ID Customization, memungkinkan penyediaan koneksi internet yang aman. Fitur Welcome Page Customization, memudahkan pelaku bisnis untuk menciptakan brand image dari bisnisnya melalui layanan WiFi internet. Selain itu, pelaku bisnis juga dapat meningkatkan customer engagement melalui fitur Customer Profiling. Fitur-fitur Value Added Service ini akan dikembangkan terus sesuai dengan kebutuhan pelaku Usaha pengguna WiFi Station antara lain: Email Perusahaan, Unified Collaboration, E-Payment, dll.

Layanan internet yang cepat dan stabil yang tersedia di WiFi Station, selain dapat meningkatkan produktivitas karyawan juga dapat meningkatkan persepsi end customer terhadap pelaku bisnis pengguna WiFi Station. Kemudahan membentuk brand image usaha bisnis melalui Value Added Service yang diberikan juga menjadi salah satu alasan mengapa WiFi Station menjadi pilihan yang tepat bagi para pelaku bisnis. “Melalui keberadaan WiFi Station, Telkom bertekad memposisikan diri sebagai The Best Indonesia WiFi Managed Service Provider.” tutup Dian Rachmawan usai acara peluncuran WiFi Station.

 

 

 

JAKARTA, RadarPena.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi memulai kegiatan Posko TelkomGroup Siaga Natal dan Tahun Baru 2017/2018 guna memastikan infrastruktur telekomunikasi dan layanan TelkomGroup tetap dalam kondisi prima menghadapi lonjakan trafik telekomunikasi nasional. Mulainya seluruh kegiatan pengawalan posko ini ditandai dengan kegiatan video conference yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga dari Sentral Telepon Otomat (STO) Pematang Siantar, pada Jumat (22/12), diikuti oleh seluruh jajaran Telkom Regional dan anak perusahaan TelkomGroup di seluruh Indonesia. 

Pada lokasi terpisah, Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan, sebagai penyedia layanan telekomunikasi untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, TelkomGroup berupaya menjamin seluruh layanan dalam kondisi yang stabil dan handal sepanjang waktu dengan mengoperasikan sebanyak 87 titik posko yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. “Telkom melakukan antisipasi lonjakan trafik telekomunikasi, khususnya saat hari besar keagamaan dan momen perayaan tertentu. Antisipasi ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan di seluruh posko yang beroperasi selama 24 jam seperti aktivitas monitoring infrastruktur dan layanan dan mitigasi segera jika terdapat gangguan. Hal ini untuk memastikan agar kualitas layanan yang kami berikan tetap terjaga dan prima, sekalipun terjadi lonjakan trafik komunikasi yang signifikan,” ungkap Zulhelfi Abidin.

TelkomGroup juga menyiapkan perangkat dan infrastruktur pendukung serta mengerahkan belasan ribu personil untuk bersiaga di seluruh posko. “Kami menyiapkan sebanyak 592 unit Mobile GraPARI, 103 unit BTS Mobile Telkomsel, dan 816 unit mobil IndiHome serta menyiagakan sebanyak 15.910 personil di seluruh posko untuk memastikan layanan prima di lebih dari 700 area publik seperti fasilitas ibadah, mall & area indoor, serta area penting lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan telekomunikasi yang diprediksi memasuki masa puncak lonjakan mulai 22 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018,” papar Zulhelfi Abidin.

Keberadaan Posko TelkomGroup Siaga Natal & Tahun Baru diharapkan dapat memastikan kenyamanan pelanggan dan masyarakat dalam berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat pada momen-momen special. Hal ini merupakan upaya TelkomGroup dalam menyediakan best services, khususnya untuk mendukung digital lifestyle pelanggan dan masyarakat secara umum.

 

 

JAKARTA, RadarPena.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dalam bidang pengelolaan human capital dengan meraih peringkat pertama dalam Top 20 Companies to Work for pada ajang Employer of Choice Award 2017 yang didasarkan pada hasil survey Majalah SWA bersama Hay Group kepada para job seeker dan karyawan di Indonesia. Penghargaan diterima oleh Deputy Human Capital Shared Service Telkom Anang Turyandono di Jakarta, Rabu (20/12). Pada kesempatan yang sama, Telkom juga memperoleh predikat sebagai Top 10 Employer of Choice 2017.

Peringkat pertama dalam daftar Perusahaan Idaman ini diperoleh berkat keberhasilan Telkom dalam menjalankan employer branding. Para responden yang merupakan para pencari kerja ini menilai bahwa Telkom memiliki corporate image yang baik serta ditunjang dengan berbagai benefit yang menguntungkan karyawannya. Selain itu, Telkom juga dikenal memiliki berbagai program pengembangan karier dan lingkungan serta fasilitas kerja yang memadai, sehingga dapat meningkatkan keterikatan karyawan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap perusahaan. 

Pada kesempatan terpisah, Direktur Human Capital Management Telkom Herdy R. Harman menyatakan, prestasi yang diraih ini merupakan wujud komitmen Telkom yang senantiasa menempatkan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama dalam menjalankan bisnisnya. “Kami menyadari bahwa untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan di masa mendatang, faktor sumber daya manusia memegang peran kunci. Karenanya, menjaring talent-talent potensial melalui berbagai program recruitmenthingga program-program pemberdayaan dan pengembangan karyawan merupakan hal penting yang menjadi perhatian Manajemen Perusahaan,” kata Herdy.

Herdy menambahkan, Telkom meyakini bahwa keunikan suatu perusahaan terletak pada manusia dan budayanya. “Telkom menerapkan pendekatan people-centricdalam pengelolaan SDM dan telah menetapkan employee value preposition sebagai perusahaan yang kreatif, dinamis dan memiliki lingkungan kerja yang fun. Pendekatan people-centric ini dibuktikan melalui dukungan penuh perusahaan terhadap program-program investasi SDM mulai dari employee development, retention & recognition, program peningkatan kepuasan kerja karyawan, praktik komunikasi yang fair dan transparan serta pelaksanaan work life balance,” tambah Herdy.

Sebagai digital telecommunication company, Telkom juga berupaya mengimplementasikan pengelolaan SDM yang selaras dengan kultur perusahaan digital telco. Mulai dari proses rekrutasi karyawan yang terdiri dari web recruitment, talent scouting, seleksi karyawan dari jalur beasiswa pemerintah, hingga program Socio Digi Leaders yang menyasar lulusan terbaik universitas-universitas di Indonesia dan sejumlah negara lain.

Socio Digi Leaders (SDL) adalah program untuk mendorong sekaligus menjaring talenta muda berbakat yang memiliki kepekaan sosial untuk menerapkan ide dan gagasan yang solutif dan dapat membantu menyelesaikan permasalahan - permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui platform digital. Para pemenang SDL juga nantinya berkesempatan menjadi karyawan TelkomGroup. Sementara bagi karyawan TelkomGroup, adapula program Digital Amoeba yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi karyawan untuk berinovasi di bidang digital, misalnya dengan mendirikan start-up digital yang didukung sepenuhnya oleh perusahaan.

Tak hanya itu, Telkom juga mengupayakan pengembangan karyawan yang optimal. Melalui Assessment Center Indonesia (ACI), Telkom memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menjalankan assessment yang komprehensif sesuai dengan kompetensi diri. Selain itu, melalui Telkom Corporate University (Telkom CorpU) karyawan diberikan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi. “Kami memiliki Great People Trainee Program (GPTP), Great People Development Program (GPDP), Great People Scholarship Program (GPSP), Great People Managerial Program (GPMP) dan Great People Retirement Program (GPRP) yang menunjukkan bahwa sumber daya manusia merupakan fokus perhatian perusahaan,” jelas Herdy.

Sebagai pendukung pengembangan kompetensi karyawan, Telkom juga didukung oleh platform digital learning & sharing, yaitu CONGNITIUM. Selain itu, guna memudahkan karyawan dalam perencanaan dan pengembangan karir secara mandiri, terdapat pula aplikasi digital INGENIUM. Melalui INGENIUM, perusahaan dapat memantau dan melakukan follow-up terhadap perkembangan karier karyawan.

Dalam bidang wellness, perusahaan terus berupaya untuk menerapkan work-life balance dengan program-program yang mengutamakan kesehatan karyawan yang dikontrol langsung oleh Yayasan Kesehatan Telkom. Selain itu, Telkom juga membuka peluang bagi seluruh karyawan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menyalurkan minat dan bakat karyawan melalui Employee Volunteer Program (EVP) mulai dari bidang sosial, religi, budaya, dan olahraga. Kegiatan tersebut diapresiasi melalui penilaian (scoring) pada sistem pengelolaan karir perusahaan yang dapat berkontribusi terhadap kesuksesan karir karyawan.

Telkom senantiasa merencanakan kebutuhan dan pengembangan SDM untuk memenuhi ekspetasi stakeholder. “Telkom menyadari bahwa praktik human capital yang efektif mampu meningkatkan kinerja perseroan dan merupakan bagian penting dalam transformasi organisasi menuju digital telco company yang berdaya saing global,” pungkas Herdy.

 

More Articles ...