Ingin Bersaing di Pasar Global, Ini Tiga PR Terbesar Holding BUMN

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Pengamat Energi dan Migas UGM, Fahmy Radhi mengatakan bahwa, ada sederet pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan holding BUMN industri pertambangan dalam jangka pendek. Apa saja itu?

"Pertama, harus menyelesaikan integrasi internal di antara ketiga BUMN Tambang. Itu merupakan tahapan sulit yang harus dilalui. Kedua, restruktirisasi keuangan holding harus segera dilakukan. Apalagi ketiga BUMN tambang sudah go public, sehingga perlu dihitung ulang struktur modal perusahaan holding tambang," ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/12).

Sementara, ketiga adalah persiapan divestasi 51 persen saham Freeport, yang selama ini menjadi salah satu tujuan pembentukan holding BUMN tambang.

Dia menegaskan holding tambang memang perlu dibentuk. Selain untuk memperkuat BUMN tambang di pasar global, holding ini juga akan mendapatkan divestasi saham Freeport.

Namun, ia mengingatkan supaya proses pembentukan holding harus dilakukan dengan benar. "Jangan sampai penunjukan Inalum sebagai induk perusahaan holding menimbulkan resistensi pada tiga perusahaan tambang karena jika itu terjadi bisa berakibat pada terhambatnya proses integrasi holding tambang," jelasnya.

Seperti diketahui, holding BUMN Industri Pertambangan baru terbentuk pekan lalu. Holding ini digawangi PT Inalum (Persero) sebagai induk perusahaan tersebut beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Bukit Asam Tbk (hap/JPC/JP)