DPR Dorong Holding Migas Segera Dibentuk

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah yang dengan cepat meresmikan pembentukan holding pada industri pertambangan. Sebab DPR meyakini cara ini dapat mendorong peningkatan daya saing industri nasional. Oleh sebab itu sepatutnya rencana holding lanjutan untuk sektor minyak dan gas (migas) harus didukung semua pihak utamanya DPR.

“Semua langkah untuk memperkuat BUMN sangat kita dukung, kita sangat apresiasi dengan terealisasinya Holding Pertambangan,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPRI, Syaikhul Islam Ali di Jakarta, Kamis (7/12).

Legislator asal Jawa Timur itu pun memita pemerintah untuk segera mewujudkan holding BUMN di bidang energi. Menurutnya, Holding BUMN Energi cukup penting dilakukan karena sektor ini termasuk sektor prioritas yang memenuhi hajat hidup orang banyak. Holding Energi bisa dilakukan dengan menggabungkan PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sekaligus.

“Kalau bisa selanjutnya adalah Holding BUMN energi, Pertamina, PGN dan PLN harus dibuat holding juga. Kalau cuma Holding Migas, Pertamina dan PGN yang digabung bisa kontraproduktif. PLN harus gabung, karena di lapangan kepentingan tiga BUMN ini saling terkait, tidak bisa salah satu ditinggal,” ujarnya.

Holding migas ini nantinya erat kaitan dengan payung hukum berupa UU Migas yang saat ini sedang direvisi oleh Komisi VII DPR RI. Dalam klausul draft RUU tersebut dinyatakan bahwa Holding Energi menjadi isu yang serius.

“Dalam pembahasan RUU Migas wacana holding BUMN energi menjadi persoalan serius. Kita sih berharap nantinya holding yang dilakukan Kementerian BUMN tidak berseberangan dengan Undang-undang Migas yang baru,” tandasnya. (mj/jpg)