Soal Perpanjangan IUPK Freeport, Menko Luhut Ngaku Belum Dapat Laporan

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku belum mendapat laporan apapun dari Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Saya belum cek. Kemarin saya mau cek tapi sibuk sekali," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (11/1).

Luhut justru meminta kepada wartawan agar mengkonfirmasi langsung kepada Jonan. "Pak Jonan tanya lah dia ya," tandasnya.

Dengan demikian, kepastian perpanjangan IUPK Freeport masih menjadi teka-teki. Pasalnya, baik Kementerian Keuangan maupun Kementerian ESDM memiliki pendapat yang berbeda-beda.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono memastikan jika raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) itu belum mendapat izin.

"Belum (ada izin)," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/1).

Perihal pernyataan Sri Mulyani yang menyebut bahwa PTFI telah mendapatnya, Bambang menolak mengganti jawabannya. Jika merasa tidak percaya, Bambang meminta memastikannya kepada Freeport.

"Kamu tanya aja Freeport kalau kayak gitu," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jika Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara ke PT Freeport Indonesia kembali diperpanjang hingga Juni 2018.

Menurutnya, perpanjangan kontrak ini merupakan kali kedua setelah Desember 2017 lalu. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa komponen yang harus dinegosiasikan antara pemerintah dan Freeport.

"Sebelumnya kita perpanjang kontrak PTFI sampai Desember. Namun, kita beri perpanjangan lagi sampai Juni 2018," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu. (hap/JPC/JP)