Kuota Pupuk di Kabupaten Jember Tahun Ini Lebih Rendah

Typography

JEMBER, RadarPena.com - Asisten Account Executive PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Jember Nursalim mengungkapkan bahwa, jumlah kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember untuk tahun 2018 sebanyak 201.795 ton. Namun, jumlah ini dinilai lebih sedikit jika dibandingkan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan.

Hal ini berdasarkan SK Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur no.521.1/3782/110.2/2017 yang dikeluarkan pada 22 Desember 2017 lalu. Dalam surat tersebut disebutkan jika kuota pupuk bersubsidi yang diberikan untuk Kabupaten Jember tahun ini sebanyak 95.875 ton untuk jenis urea. Sedangkan untuk SP36 sebanyak 4.505 ton, ZA ada 46.051 ton, NPK sebanyak 34.625 ton, dan organik 20.736 ton.

Sedangkan untuk RDKK yang diajukan seperti diberitakan sebelumnya untuk urea diusulkan 96.289 ton, pupuk SP36 yang diminta seharusnya sebanyak 21.974 ton. Sedangkan untuk pupuk ZA sebanyak 52.025 ton, pupuk NPK sebanyak 83.253 ton, dan organik sebanyak 76.377 ton. Ini dilakukan dengan luas lahan tanam sebesar 107.248 hektare.

Dimana dalam keputusan tersebut juga tertuang nilai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dijual kepada petani untuk berbagai pupuk tersebut di tingkat pengecer resmi. Antara lain Urea dengan HET senilai Rp 1.800 perkilogramnya. SP-36 Rp 2 ribu perkilo, untuk ZA senilai Rp 1.400 perkilo, NPK sendiri maksimal harganya Rp 2.300 serta pupuk organik senilai Rp 500 perkilogramnya.

Dengan demikian, hampir setiap tahun alokasi pupuk bersubsidi yang diberikan ke Kabupaten Jember selalu lebih rendah daripada RDKK. Bahkan Pemkab Jember selalu mengajukan penambahan kuota pupuk di akhir tahun karena khawatir terjadi kekurangan dan kelangkaan pupuk di petani. Oleh karena itu, biasanya realisasi serapan pupuk mencapai 100 persen pada akhir tahun.

“Bahkan untuk urea tahun lalu hanya tersisa 150 ton saja,” ucap Asisten Account Executive PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Jember Nursalim kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin. 

Dirinya menuturkan kebutuhan pupuk untuk petani di Jember ini memang diakuinya cukup tinggi, apalagi jika sudah memasuki masa tanam. Sehingga pihaknya pun siap untuk melakukan distribusi pupuk bersubsidi ini kepada masyarakat.

Menurut Nursalim, pihaknya sudah mendistribusikan pupuk urea bersubsidi sejak awal Januari 2018, meskipun memang hingga kemarin masih menunggu proses SK Dinas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember terbit. Pasalnya, memang kebutuhan pupuk tidak pernah berhenti, sehingga pihaknya tetap melayani kebutuhan petani dan mereka bisa mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut di sejumlah kios resmi.

“Kami menggunakan dasar alokasi tahun sebelumnya sesuai surat dari Dirjen Prasarana Kementan,” katanya. Sehingga dirinya berharap memang tidak ada laporan lagi mengenai kelangkaan pupuk tersebut dan tetap menyalurkannya seperti dengan biasanya.

Selain itu, pihaknya kini juga terus berusaha melengkapi sejumlah kebutuhan untuk bisa melayani kartu tani yang akan dibagikan oleh pemerintah. Salah satunya menempatkan sejumlah alat elektronik EDC di sejumlah toko resmi sebagai pengecer pupuk urea tersebut. Dirinya mengaku sudah menempatkan di semua kios dan toko pupuk bersubsidi sebanyak 574 kios untuk melayani petani yang menggunakan kartu tani ini.

“Sehingga nantinya untuk membeli pupuk ini dengan kartu tani ini,” jelasnya. Namun, diakuinya, untuk Jember belum semua petani sudah dibagikan kartu tani ini. Untuk Jember sendiri, informasinya untuk kartu tani yang tercetak dan sudah dibagikan kepada petani sebanyak 5 ribu kartu. Yang jelas, pihaknya siap untuk melayani distribusi kepada petani. (jr/ram/hdi/das/JPR/JP)

Iklan Detail 1