JAKARTA, RadarPena.com - Pebalap Indonesia Sean Gelael dituntut bekerja keras bersama tim barunya, Prema Racing guna mengarungi balapan Formula 2 musim 2018. Tim ini dikenal sebagai tim juara dan banyak menyumbangkan pebalap untuk Formula 1.

"Prema tim yang punya nama besar. Makanya saya harus bekerja keras dan akan terus mencoba untuk menjadi yang terbaik," kata Sean Gelael di Jakarta, Selasa (16/1).

Musim balapan tahun ini, merupakan balapan yang ketat karena semua tim bakal menggunakan mesin baru yang sama. Kondisi ini jelas menjadi pekerjaan rumah bagi tim yang didalamnya ada pebalap untuk cepat beradaptasi dan mendapatkan setingan yang tetap.

Proses persiapan terus dilakukan yang salah satunya melalui ujicoba. Namun, untuk saat ini belum bisa menggunakan mesin baru. Ujicoba yang dilakukan adalah kerja sama tim yaitu antara pebalap, kru teknik hingga mekanik.

"Menggunakan kendaraan baru adalah sebuah tantangan. Adaptasi memang sudah saya lakukan meski belum menggunakan kendaraan baru. Saat ini yang saya bangun adalah chemistry dengan engineer. Itu yang terpenting," kata anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael itu.

Khusus untuk target, pebalap berusia 21 tahun mengaku tidak akan terbebani karena dirinya akan berusaha menjalani semua proses. Tahapan demi tahapan akan dijalani mengingat saat ini telah berada di tim besar yang banyak melahirkan juara. "Target semua pebalap pasti menang. Tapi saya akan fokus dulu pada proses. Hasil pasti akan mengikuti," jelasnya.

Sementara itu bos Prema Racing, Rene Rosin mengatakan jika kerja sama merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Ia optimistis dua pebalap barunya yaitu Nick de Vries dan Sean Gelael mampu bekerja sama dengan semua pihak.

"Sean pebalap yang penuh dengan motivasi. Saya pikir dia bisa bekerja sama dengan baik bersama tim termasuk Vries. Itu yang menjadi salah satu dasar untuk merekrutnya musim ini," ujar Rene. 

 

BOLOGNA, RadarPena.com - MotoGP musim 2018 mulai menggeliat. Tim pabrikan asal Italia Ducati menjadi kontestan MotoGP pertama yang melakukan launching motor andalannya.

Launching dilakukan di markas besar Ducati yakni Borgo Panigale. Hadir juga dalam acara tersebut dua pembalap mereka yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

Warna merah tetap mendominasi livery motor terbaru mereka, Desmosedici GP18. Namun, kali ini ada tambahan corak abu-abu untuk menemani warna merah dan putih yang selama ini menjadi ciri khas Ducati.

Tampilan baru ini membuat Desmosedici GP18 tampak lebih elegan dan sporty. “Benar-benar menakjubkan,” ucap Dovizioso dilansir Motorsport. “Setiap motor yang saya gunakan sebelumnya memiliki corak yang indah. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ada tambahan abu-abu yang membuat motor tampak lebih agresif dan menakjubkan,” tambah pembalap asal Italia tersebut.

Meski demikian, Ducati secara resmi belum merilis mesin GP18 sampai sesi uji coba yang bakal berlangsung di Sepang akhir bulan ini. Di uji coba tersebut mereka masih akan melakukan pengembangan mesin hasil uji coba di Valencia dan Jerez pada November lalu.

Casey Stoner dan Michele Pirro bakal turun untuk melakukan uji coba di Sepang pada 24-26 Januari tersebut. Itu sebelum Dovizioso dan Lorenzo mengambil alih kemudi saat melakukan uji coab resmi pertama pada 28-30 Januari.

Di musim 2018 Ducati berharap melampaui capaian apik yang mereka raih di 2017. Tahun lalu Ducati finish di posisi ketiga klasemen tim dan konstruktor. 

Sementara di klasemen pembalap Dovizioso finis sebagai runner up di belakang Marc Marquez.

“Secara obyektif, kami tetap ingin juara. Tapi paling tidak menyamai raihan 2017. Itu tetap menjadi target yang sulit karena kami melawan tim-tim pabrikan yang punya talenta luar biasa,” ucap Genaral Manager Ducati Luigi Dall'Igna. “Ini tidak akan lebih mudah dari tahun lalu,” tambahnya.

Seri pertama MotoGP 2018 sendiri bakal start 18 Maret di sirkuit Losail Qatar. (jpnn)

VIENNA, RadarPena.com - Marc Marquez sedang jadi incara Tim MotoGP pabrikan Austria, KTM. Bahkan sudah siap menggelontorkan dana besar untuk menggaet Marc Marquez dari Honda.

Pabrikan Austria itu punya ambisi besar menumbangkan dominasi raksasa-raksasa Jepang. Apalagi mereka mendapatkan dukungan dana melimpah dari sponsor utama mereka Red Bull.

Dari sisi pengembangan motor, musim lalu, KTM juga sangat maju dibandingkan pabrikan lain seperti Aprilia atau bahkan Suzuki sekalipun. KTM sudah merengguk sukses di kelas Moto3.

Di musim debutnya di kelas Moto2 dan MotoGP tahun lalu, perkembangan skuad yang bermarkas di Mattighofen, Austria itu juga mengagumkan. Dalam 10 balapan, Pol Espargaro sudah berhasil menembus 10 besar. Pergantian sistem pengapian mesin dari “screamer” menjadi “big bang” yang dilakukan di tengah musim untuk mengejar ketertinggalan, merupakan bukti bahwa mereka sedang berlari.

Isu bahwa KTM akan membajak Marc Marquez dari Honda sebenarnya sudah mulai muncul tahun lalu, karena kontrak Marquez kedaluarsa akhir tahun ini. Red Bull dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga EUR 20 juta (Rp 321, 877 miliar) untuk mendatangkan juara empat kali MotoGP tersebut.

Isu tersebut pertama diungkap oleh manajer sejumlah rider MotoGP Carlo Pernat. Tak lama kemudian, Bos KTM Stefan Pierer membantah gosip tersebut. ''Kami tidak ingin pengalaman Jorge Lorenzo terjadi di KTM,'' katanya.

Maksudnya adalah, Lorenzo yang didatangkan Ducati dengan dana besar malah tidak sesuai ekspektasi. Daripada mendatangkan Marquez, KTM memiliki pilihan rider potensial Miguel Oliveira atau Brad Binder yang kini berlaga di Moto2.

Namun untuk membangun tim juara, bantuan rider berpengalaman atau bahkan berstatus gelar juara dunia hukumnya wajib. Jika ingin mempercepat pengembangan motor, membajak pembalap juara adalah keniscayaan. Dan Marquez-lah jawabannya. (jpnn)

MILAN, RadarPena.com - Tim Formula Satu asal Italia Ferrari memberikan penghormatan kepada Michael Schumacher. Ini terjadi saat mantan juara dunia tujuh kali tersebut berulang tahun ke-49. "Hari ini Michael menginjak usia 49 tahun, doa kami selalu bersamanya. #Keepfighting #ForzaMichael," tulis Ferrari di akun Twitter mereka, Scuderia Ferrari, Kamis (4/1).

Pembalap andalan Jerman yang sudah pensiun itu dianggap sebagai salah satu pembalap terbaik Formula One, mengalami cedera otak besar karena kecelakaan ski tahun 2013 dan sejak itu menjalani perawatan di rumahnya di Swiss.

Schumacher memenangi dua gelar dengan tim Benetton pada 1994 dan 1995 sebelum lima kali berturut-turut memenangi gelar sebagai pembalap dunia bersama Ferrari antara 2000 sampai 2004. Rekor tujuh gelar, 91 kemenangan sepanjang karier, lap tercepat (77) dan kemenangan terbanyak dalam satu musim (13) Schumacher sampai sekarang belum terkalahkan.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Meski belum memberikan penampilan apiknya di Ducati, namun Jorge Lorenzo mengaku merasa lebih baik di banding saat membela Yamaha.

Lorenzo membuat keputusan mengejutkan saat memilih hengkang dari Yamaha justru setelah kembali menjadi juara dunia MotoGP. Setelah sembilan musim di Yamaha, Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati pada 2017.

Akan tetapi, dia menemui kesulitan dalam beradaptasi dengan motor balap pabrikan Italia itu. Lorenzo menutup musim lalu pada peringkat ketujuh dan menorehkan 137 poin. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah finis kedua di Sirkuit Sepang (Malaysia).

Meski begitu, Lorenzo bersikeras telah membalap lebih baik sejak bergabung dengan Ducati. “Sejujurnya, saya merasa, saya adalah pembalap yang lebih baik dibandingkan dua tahun lalu,” ujar Lorenzo seperti dilansir Motosport.com.

“Saya mengendarai motor lain dengan hal-hal positif dan negatif. Sedikit demi sedikit saya bisa memanfaatkan motor ini dengan maksimal, bahkan jika saya merasa memiliki margin untuk memperbaiki performa ini. Tapi saya masih belum sepenuhnya nyaman. Saya tidak bisa mengendarai (Ducati) dengan cara alami yang saya inginkan, tambahnya.

Lorenzo pun tak sungkan memuji kerja tim selama pagelaran MotoGP 2017. Apalagi, rekan setimnya, Andrea Dovizioso, mampu meraih enam kemenangan. Dengan pencapaian itu, Lorenzo optimistis Ducati bisa bersaing memperebutkan gelar juara dunia musim 2018.

Meski tak menampik 2017 merupakan musim yang sulit, Lorenzo menikmati tantangan beradaptasi dengan Desmosedici GP17. Dia juga tetap percaya diri untuk semakin kompetitif di atas motornya.

“Pertama-tama saya memutuskan untuk memulai proyek ini, karena saya menginginkan tantangan dan stimulasi baru, sesuatu yang sangat sulit didapat, yaitu memenangi gelar juara dunia bersama Ducati. Saya katakan ketika membuat keputusan, jika saya ingin tinggal di zona nyaman, saya akan bertahan di tim yang sama selama sembilan tahun," urai dia memungkasi.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Kabar bahagia dari dari pembalap perempuan Alexandra Asmasoebrata. Hari ini, dia resmi menjadi istri Subhan Aksa yang merupakan keponakan Wapres Jusuf Kalla. Akad nikah pada Sabtu (6/1) sekira pukul 11.00 WIB di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta Selatan. Seperti terlihat di Instagram Story milik Alexandra dan akun Nominapics.

Dalam video singkat itu, tampak Alexandra dan Subhan Aksa sudah duduk di pelaminan. "Alhamdulillah...." tulis Alexandra menyertai video tersebut. Akad nikah keduanya menggunakan adat Minang.

"Saya terima nikah dan kawinnya Allida Alexandra Nurluthvia Asmasoebrata dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Subhan. Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan terlihat hadir menjadi saksi pernikahan keduanya. Pernikahan ini menjadi yang kedua bagi wanita Alexandra Asmasoebrata. Sebelumnya, dia pernah menikah dengan Dias Baskara Dewantara pada 29 November 2014.

 

MILAN, RadarPena.com - Model seksi asal Kota Milan, Italia, Francesca Sofia Novello dikabarkan tengah lengket dengan pebalap MotoGP, Valentino Rossi. Rumor itu diperkuat dalam beberapa kesempatan, keduanya terlihat bersama.

Sejumlah laporan media setempat juga menyebut jika juara dunia tujuh kali MotoGP itu tengah menjalin kedekatan dengan Francesca. Spekulasi tentang kedekatannya dengan The Doctor-julukan Rossi setelah Sofia hadir sebagai tamu pada acara motor 100 km di lintasan berpasir pribadinya di Tavullia, Italia, akhir pekan kemarin. 

Acara bertajuk '100 km dei Campioni' adalah ajang balapan ketahanan tahunan yang rutin digelar Rossi. Balapan yang meng­gunakan motocross itu kerap diikuti pebalap akademinya hingga kalangan rider papan atas. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan dari keduanya. 

 

 

 

More Articles ...