Bulog Lampung Siap Gelontorkan 6.000 Ton Beras

Typography

LAMPUNG, RadarPena.com - Guna meredam lonjakan harga beras agar tidak terus berlanjut, Bulog Divre Lampung tengah menyiapkan pasokan beras sebanyak 6.000 ton untuk tiga bulan ke depan.

“Cadangan (beras) Bulog aman dan tersedia,” terang Sekretariat Umum Humas Bulog Divre Lampung Rifki Ismail saat ditemui di Kantor Bulog Divre Lampung, Senin (15/1).

Ribuan ton beras tersebut akan dipasok ke seluruh pasar induk di setiap kabupaten. Untuk harganya, beras medium dibanderol Rp 8.500 per kilogram. Angka tersebut di bawah harga beras pasaran sebesar Rp 11.500 per kilogram. Atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp 9.450 per kilogram.

Terkait kualitas beras Bulog yang dianggap perak dan hancur. Rifki menjelaskan bahwa hal itu dikarenakan Bulog membeli beras dengan kadar air sebesar 14 persen. Tujuannya agar daya simpan beras dapat lebih lama.

Untuk karakteristik beras yang terkesan hancur. Dikarenakan Bulog membeli semua jenis varietas beras. “Ada beras yang berukuran lebih panjang dan lebih pendek,” terang Rifki.

Masyarakat diharapkan tidak berpandangan bahwa beras bulog identik dengan raskin. Raskin merupakan program pemerintah. Sedangakan untuk ketersedian beras, pemerintah punya Cadangan Beras Pemerintah (CBP). “Ada beras untuk operasi pasar dan beras untuk bencana alam,” paparnya.

Lebih lanjut, Rifki menambahkan bahwa kenaikan harga beras di akhir tahun lumrah terjadi. Pasalnya, stok gabah menurun. Petani juga belum memasuki masa panen.

“Sejarahnya harga beras memang akan naik setiap menjelang akhir dan wal tahun. Bulan November dan Desember kemarin kan belum masuk musim hujan. Jadi musim tanam belum tiba,” imbuhnya.

Meski di beberapa daerah sudah ada yang memasuki musim panen. Namun gabah yang dijual harganya relatif lebih mahal. Sebab petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengairi sawah dengan menggunakan pompa karena belum ada hujan. (Mhd/JPC/JP)

Iklan Detail 1