Top Stories

JAKARTA, RadarPena.com - Beberapa waktu lalu, pedangdut Via Vallen dianggap sombong oleh seseorang yang merasa membantu kariernya menanjak di Jakarta.

 

Pelantun Sayang itupun menanggapinya santai. Dia mengatakan bahwa tudingan itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenalnya dengan baik.

 

Penyanyi asal Sidoarjo, Jawa Timur, itupun tak ingin mempermasalahkan komentar negatif tentang dirinya.

 

“Mereka kan enggak tahu apa-apa soal Via. Jadi ya, enggak apa-apa (dikomentari negatif-red),” kata Via Vallen saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

 

Meski tak sedikit yang menghujat, Via Vallen tetap bersyukur lantaran masih banyak yang memberikan dukungan.

 

"Alhamdulillah di sini tetap ada Vianisty. Enggak cuma Vianisty, tapi ada ibu-ibu juga yang suka sama lagu-lagunya Via," tukasnya.

 

 

“Pokoknya senang banget melihat mereka tuh sampai seloyal itu sama Via. Mudah-mudahan mereka tetap seperti itu,” tandasnya.(mg7/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Nama Marion Jola mendadak jadi pembicaraan usai beredar video mesum yang mirip dengannya.

 

Meski telah membantah bahwa wanita itu adalah dirinya, penampilan finalis ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2018 ini memang selalu memukau.

 

Tak hanya di panggung, saat berada di ranjang pun dia tetap bisa memuaskan pengikutnya di Instagram.

 

Suaranya yang serak, membuat dara asal Kupang ini membuat penggemarnya berdecak kagum.

 

Dalam video unggahannya pada 10 Januari lalu, Marion Jola dengan sempurna menyanyikan lagu berjudul Cups milik Anna Kendrik.

 

Di atas ranjang, Marion tampak mengenakan pakaian bergaris hitam-putih.

 

Sementara, dalam dua video singkat lainnya, Marion hanya menampilkan aksi bergaya di atas tempat tidur sambil lip sync lagu Shape of You milik Ed Sheeran dan Fake Lovemilik Drake.

 

 

Namun, terbukti tidak hanya pose-posenya saja yang menggoda, tetapi juga video aksinya juga sangat menggoda. Bahkan, salah satu aksinya disaksikan lebih dari 2 juta kali di Instagram. (ce1/str/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Artis cantik Maudy Koesnaedi tampil cantik di ajang pagelaran busana karya desainer Nonita Respati. None Jakarta itu tampil dalam balutan busana dress 'Purana' dengan nuansa kuning kunyit disertai motif garis.

 

Maudy mengaku bangga bisa memakai salah satu busana dengan tema flora dan fauna khas Indonesia. Terlebih, Ia sendiri memang mengagumi corak busana yang bernafaskan Indonesia.

 

"Tentu saya bangga dan senang ya, ternyata bahan-bahan yang digunakan ini berasal dari pewarna alam flora dan fauna dari nilai-nilai Indonesia. Ada secercah harapan fashion dan budaya kita bisa bangkit," katanya kepada wartawan di Raffles Hotel, Selasa (16/1).

 

Menurutnya, kain nusantara bisa disulap menjadi lebih kekinian dan kasual seperti karya Nonita. Hal itu membuat konsumen bangga tanpa meninggalkan ciri khas nusantara.

 

"Saya pakai koleksi Purana (karya Nonita), dan menjadi koleksi yang diperagakan para model. Saya suka sekali warna kunyit ini dan dress begini memang gaya saya banget," ungkap Maudy.

 

Maudy juga lebih suka memakai busana dari kain katun atau silk (sutera) sehingga adem dan nyaman dipakai. Untuk gaya busana, pemeran Zaenab dalam sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' itu mengaku lebih suka tampil sopan dan kasual.

 

"Saya lebih suka tampil yang tak terlalu terbuka, sebab yang tertutup pun saat ini banyak gayanya," ungkap ibu satu anak itu.

 

Maudy mengaku juga memiliki banyak kain nusantara yang diperolehnya dari berbagai acara fashion. Saat ditanya apa yang paling disuka, Maudy menjawab kain tenun menjadi pilihan favoritnya.

 

"Kalau kain banyak sekali saya hunting dari berbagai acara dan belum sempat saya ubah jadi baju. Kalau tenun atau batik, saya suka dua-duanya tapi lebih suka tenun dengan warna yang lebih ngejreng atau terang sesuai konsep None Betawi," ujarnya tertawa.

 

 

(ika/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Pengacara kondang Farhat Abbas melaporkan artis seksi Nikita Mirzani ke SPKT Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/1). Dia melaporkan Nikita atas dasar pencemaran nama baik dalam salah satu stasiun televisi.

 

Melalui pengacara Farhat Abas, Rudi Kabunang, Nikita mengatakan Farhat menggunakan barang-barang 'KW'. Selain itu, Nikita juga diduga menjelek-jelekan Farhat Abas dengan menyebut sebagai pengacara yang menjijikan.

 

"Karena ucapan itu, kami pun melakukan pengujian pada tingkatan hukum. Kemudian hasilnya adalah bahwa nikita telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Farhat," tutur Rudi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

 

Sementara itu, Farhat mengaku jika dirinya tidak pernah punya masalah dengan Nikita. Akan tetapi ketika dirinya diundang di suatu acara televisi swasta, dirinya justru diolok-olok atau dihina oleh Nikita.

 

"Yang bikin saya tidak terima adalah saya dikatakan menjual sepatu, saya tidak punya kemampuan lagi, kemudian sepatu saya bau, kasus terkatung-katung, saya rasa itu tidak berdasar dan itu fitnah," kata Farhat dengan santai.

 

Selanjutnya, kata Farhat, tindakan yang dilakukan oleh Nikita adalah seperti tidak takut terhadap hukum dan tidak kapok. Padahal, lanjut Farhat, Nikita pernah menjadi seorang narapidana.

 

"Dia (Nikita) pernah ditangkap oleh Mabes Polri masalah prostitusi artis dan itu tidak membuat dia lebih berhati-hati dalam berbicara," pungkas Farhat.

 

 

(ipy/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com – Pengacara Farhat Abbas memenuhi janjinya melaporkan artis Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya, pada Selasa (16/1). Melalui, surat laporan bernomor LP/272/I/208/PMJ/Dit.Reskrimsus, Farhat melaporkan artis seksi tersebut atas dugaan pencemaran nama baik.

 

Berdasarkan foto yang diterima JawaPos.com dari Farhat Abbas, Nikita mencemarkan namanya saat membawakan acara Pagi Pagi Happy di salah satu televisi swasta, sekitar tanggal 10 dan 15 Januari 2018 lalu.

 

"Terlapor adalah host di acara Pagi Pagi Happy pukul 08.30-10.00 WIB di TransTV mengatakan "pelapor kan memang begitu jadi tersangka saja menggantung nggak kelar-kelar. Kan coba deh pak polisi diselesaikan dulu kasus pelapor baru yang lain", "Orang ini ya kayaknya tv juga sudah agak jijay mau make dia cari cari masalah aja", "sepatunya sudah dijual-jualin kayaknya soalnya waktu kemarin diundang ke sini sudah ngga pakai sepatu duri-duri karena dia sudah tidak punya uang, orang barangnya kw kalau barangnya dijual ke aku, aku ngga mau karena bau busuk". Pelapor merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya," demikian tertulis dalam surat laporan yang diterima, Selasa (16/1).

 

Atas laporan tersebut, Nikita dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 UU N0.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar.

 

 

(str/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Akun media sosial Dolores O'Riordan ramai di-mention penggemar pascakabar meninggalnya penyanyi 46 tahun ini. Warganet berbondong-bondong mengucapkan selamat jalan untuk vokalis band The Cranberries itu.

 

Namun ada satu hal yang menjadi sorotan warganet di media sosial Twitter milik Dolores O'Riordan. Pelantun Zombie itu terakhir menulis status pada 4 Januari 2018 lalu, di mana cuitannya seolah berisi firasat kepergiannya. Sebab Dolores O'Riordan mengunggah foto tengah menggendong kucing, sementara pada keterangannya dia menyampaikan selamat berpisah.

 

"Bye bye Gio. We're off to Ireland (selamat tinggal Gio, kami pergi dari Irlandia)," tulis Dolores O'Riordan di akun @DolORiordan.

 

Banyak warganet yang berspekulasi bahwa cuitan tersebut merupakan firasat terakhir Dolores O'Riordan sebelum meninggal di London pada 15 Januari 2018 waktu setempat.

 

Sementara itu, grup musik The Cranberries, akhirnya memberi keterangan resmi usai meninggalnya vokalis mereka, Dolores O'Riordan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung lewat akun media sosial band.

 

"Penyanyi Irlandia dan internasional Dolores O'Riordan telah meninggal secara tiba-tiba di London hari ini. Dia berumur 46 tahun. Penyanyi utama dengan band Irlandia The Cranberries, berada di London untuk sesi rekaman singkat. Tidak ada keterangan lebih lanjut yang tersedia saat ini. Anggota keluarga sangat terpukul untuk mendengar berita terbaru dan meminta privasi pada masa sulit ini," ungkap The Cranberries beberapa menit yang lalu.

 

Hingga saat ini ucapan duka terus mengalir atas meninggalnya Dolores O'Riordan.

 

 

(ded/ce1/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Informasi harga tiket konser Celine Dion di Sentul, Bogor akhirnya dirilis pihak penyelenggara. AEG presents, PK Entertainment, dan Sound Rythm membagi kategori tiket sebanyak tujuh kelas. Dengan harga tiket dijual mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 12 juta.

Kategori Green dijual Rp 1,5 juta, Bronze seharga Rp 2,7 juta, Silver Rp 3,7 juta, Gold Rp 4,7 juta, Ruby Rp 6,5 juta, Emerald Rp 10 juta, dan Diamond Rp 12 juta.

Tiket konser tersebut mulai bisa dibeli untuk umum mulai tanggal 19 Januari 2018 pukul 11.00 WIB secara online. Sedangkan, bagi member atau anggota dari Team Celine tiket konser mulai dijual pada 17 Januari 2018.

Celine Dion Live 2018 di Indonesia akan diselenggarakan di Sentul International Convention Center pada Sabtu, 7 Juli 2018 mendatang.

Sejak pengumuman mengenai jadwal konser beberapa hari yang lalu, banyak para penggemar Celine Dion yang antusias dan heboh. Pihak penyelenggara PK Entertainment dibanjiri pertanyaan mengenai informasi harga tiket konser Celine Dion di Indonesia.

"Kami bangga dengan animo masyarakat mengenai kabar Celine Dion akan tampil di Indonesia. Dari laporan akun social media yang kami rangkum, banyak fans Celine Dion yang menanyakan bagaimana caranya untuk dapat membeli tiket konser Celine Dion dan ingin meminta informasi lengkap mengenai harga tiket konsernya," ungkap Peter Harjani dari PK Entertainment, Senin (15/1).

Seperti diketahui, diva ternama dunia Celine Dion telah mengumumkan rencana tur konser musim panas di kawasan Asia Pasifik. Dia akan singgah di tujuh negara dalam konser bertajuk Celine Dion Live 2018 Tour.

Menariknya, tur tersebut bakal singgah ke Jakarta. Ini akan menjadi kali pertama bagi Celine Dion tampil di ibu kota. Konser yang dipersembahkan oleh AEG Presents akan digelar di Sentul International Convention Center, 7 Juli 2018 mendatang.(jawapos)

DUBLIN, RadarPena.com - Vokalis band The Cranberries Dolores O'Riordan meninggal dunia, Selasa (16/1) dinihari WIB. Pelantun Zombie itu mengembuskan napas terakhirnya pada usia 46 tahun.

Kabar kematian penyanyi berambut pendek itu diungkap oleh pihak manajemennya. Sayang, belum diketahui penyebab kematian vokalis band Platinum itu.

“Vokalis utama band Irlandia The Cranberries tengah berada di London untuk sesi rekaman singkat. Tidak ada kabar lebih rinci saat ini.”

Manajemen Dolores O'Riordan juga mengatakan, anggota keluarga sangat terpukul mendengar kabar kepergian wanita kelahiran Limerick, 1971 itu dan meminta privasi untuk saat-saat sulit seperti sekarang ini.

Dolores bercerai dari suaminya, Don Burton, pada 2014 setelah 20 tahun menikah. Dia dan Don Burton, yang merupakan mantan manajer tur Duran Duran, dikarunia 3 anak.

The Cranberries mencapai kesuksesan internasional lewat debut album mereka tahun 1993 yang bertajuk Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We? Album itu terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia.

Sebelumnya, pada 2017 lalu, The Cranberries mengumumkan jadwal tur ke sejumlah negara di Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.

Namun, pada Mei 2017, saat menjalani tur di Eropa, The Cranberries membatalkan sisa agendanya sehubungan dengan persoalan kondisi kesehatan Dolores O'Riordan.

Situs resmi The Cranberries menyebut adanya alasan medis yang berhubungan dengan keluhan di punggung yang membuat Dolores O'Riordan tidak bisa naik panggung.

Sesaat sebelum Natal, Dolores O'Riordan mengunggah pernyataan via akun Facebooknya yang mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan baru menyelesaikan satu konsernya setelah berbulan-bulan. Pernyataan itu sempat membuat penggemarnya yakin dia akan kembali naik pentas.

The Cranberries sempat datang ke Indonesia dan memuaskan ribuan penonton yang memadati pentas musik Gudang Garam Inter Music Java Rockin'Land di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, 23 Juli 2011.(jpnn)

DUBLIN, RadarPena.com - Vokalis grup musik The Cranberries, 

Dolores O’Riordan meninggal dunia di London, Senin (15/1) waktu setempat. Manajemen Band The Cranberries, telah memberi keterangan resmi usai meninggalnya vokalis mereka.

"Penyanyi Irlandia dan internasional Dolores O'Riordan telah meninggal tiba-tiba di London hari ini. Dia berumur 46 tahun. Penyanyi utama dengan band Irlandia The Cranberries, berada di London untuk sesi rekaman singkat. Tidak ada keterangan lebih lanjut yang tersedia saat ini. Anggota keluarga sangat terpukul untuk mendengar berita terbaru dan meminta privasi pada saat yang sangat sulit ini," ungkap The Cranberries.

Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut yang terkait penyebab kematian Dolores O'Riordan. 

Meninggalnya Dolores O'Riordan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan juga penggemarnya.

Bahkan, Presiden Irlandia Michael D Higgins juga ikut sedih dengan wafatnya vokalis The Cranberries itu.

Michael D Higgins mengeluarkan pernyataan resmi berisi ucapan bela sungkawa untuk Dolores O'Riordan yang merupakan warga negara Irlandia.

Dia memuji pengaruh besar Dolores O'Riordan bersama The Cranberries terhadap industri musik di negaranya dan di dunia.

"Dengan sangat sedih, saya mengetahui kematian Dolores O'Riordan, musisi, penyanyi dan penulis lagu. Dolores O'Riordan dan The Cranberries memiliki pengaruh besar pada musik rock dan pop di Irlandia dan internasional," kata Michael D Higgins.

'Kepada keluarganya dan semua orang yang mengikuti dan mendukung musik Irlandia, musisi Irlandia dan seni pertunjukan, kematiannya (Dolores O'Riordan) akan menjadi kerugian besar," sambungnya.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kejutan diberikan Liam Gallagher saat konser di Ecovention Ancol, Jakarta Utara Minggu (14/1) malam. Di pertengahan penampilannya, mantan vokalis Oasis itu tiba-tiba membawa dan mengibarkan bendera Indonesia di atas panggung.

"Terima kasih banyak untuk kalian yang berada di sini," kata Liam Gallagher di atas panggung.

Setelah momen tersebut, Liam Gallagher bersama bandnya langsung memainkan lagu Cigarettes & Alcohol. Tembang itu semakin menghibur penonton yang hadir sekitar seribu orang.

Penampilan Liam Gallagher tadi akhirnya ditutup lewat hits miliknya berjudul Wonderwall. Nyanyian massal terjadi sepanjang lagu menjadi penutup manis konser Liam Gallagher pertama kali di Indonesia.

Sebelumnya, sambutan meriah diberikan penggemar saat Liam Gallagher muncul dari belakang panggung. Dia hadir mengenakan jaket parka andalannya dipadu dengan celana panjang hitam.

Tanpa basa-basi, Liam Gallagher langsung menyajikan menu pembuka konser bertajuk 'LIAM GALLAGHER of OASIS – WORLD TOUR 2018' itu. Lagu Rock N Roll Star dipilihnya sebagai lagu pertama untuk dibawakan di hadapan penggemar. Lagu rock tersebut pun disambut histeris oleh ribuan pengunjung Ecovention Ancol. Dari depan hingga belakang, fans berteriak mengikuti Liam Gallagher bernyanyi.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Liam Gallagher, mantan vokalis band Oasis dipastikan akan menggelar konser pertama kali di tanah air, hari ini, Minggu, 14 Januari 2018. Konser bertajuk LIAM GALLAGHER of OASIS – WORLD TOUR 2018 itu digelar di Ecovention Ancol, Jakarta Utara.

Nada Promotama selaku pihak penyelenggara mengatakan bahwa persiapan konser Liam Gallagher sudah memasuki babak final. Sementara untuk penjualan tiket di beberapa kelas pun sudah terjual habis.

"Saat ini hanya tersedia kelas Festival dan Rock Pit, penjualan sudah mencapai 90 persen," kata Abe Aditya selaku PR Nada Promotama kepada JawaPos.com, Minggu (14/1).

Terkait jadwal berlangsungnya konser, lobby area dibuka mulai pukul 17.00 WIB, sementara gate akan dibuka pukul 19.30, dan konser dimulai pukul 20.00 WIB.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan penggemar sebelum menonton konser Liam Gallagher nanti malam. Pengunjung akan diajak untuk menikmati food bazzar dan penampilan band persembahan the playmaker.

Di Asia Tenggara, konser Liam Gallagher hanya berlangsung di dua kota yakni Bangkok dan Jakarta. Dengan target penjualan 4000 tiket, diharapkan konser ini mampu menyuguhkan aksi panggung terbaik dari Liam Gallagher.

Seperti diketahui, Liam Gallagher seharusnya menggelar konser pada 8 Agustus 2017 lalu di Jakarta. Namun agenda itu sempat ditunda karena masalah penjadwalan dari pihak Liam Gallagher. Akhirnya konser dipastikan diadakan pada 14 Januari 2018 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara.

Saat ini tiket konser Liam Gallagher hanya menyisakan beberapa kelas. Yakni, Rock Pit (Standing) seharga Rp 1,1 juta, Festival dengan Rp. 850 ribu, Tribune B senilai Rp. 650 ribu (habis terjual), Tribune seharga Rp. 500 (habis terjual). (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com – Andien Aisyah mengakui bahwa album teranyarnya Metamorfosa memiliki arti penting bagi dirinya. Sebab itu merupakan cerminan musik asli dirinya. Selain itu, sesuai dengan namanya, album ke-7 tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendewasaaannya, mulai dari menjadi seorang istri kemudian ibu.

Melalui album tersebut, penyanyi yang sudah berkarir selama 17 tahun ini ingin memperkenalkan dirinya yang akan terus berubah menuju ke arah pendewasaan dengan menyuguhkan musik yang sangat soulfull.

Salah satu hit andalannya adalah Indahnya Dunia. Bercerita tentang kesetiaan sebuah penantian, ternyata ada kisah menarik di balik proses perekamannya. Sang musik produser, Nikita Dompas mengungkapkan bahwa dia harus menyiasati Andien untuk mendapatkan suara desperate, sehingga rasa lagu tersebut sampai ke telinga pendengarnya.

"Lagu itu liriknya bukan lagu yang happy. Tugas saya kan berikan yang terbaik. Jadi saya tahan untuk ambil vokalnya sampai menjelang dia melahirkan," ungkap Nikita, Jumat (12/1).

Nikita mengungkapkan, vokal dalam lagu tersebut diambil tiga hari sebelum Andien melahirkan Anaku Askara Bumi atau Kawa. Hal itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan suara seorang yang putus asa, sebagaimana lirik dari lagunya.

"Saya bilang sama Andien waktu yang tepat (take vocal) adalah awal Januari. Tapi, dia bilang mau melahirkan. Gue bilang justru itu, karena butuh suara yang desperate," ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ, Nikita mengungkapkan bahwa dirinya sengaja membuat Andien yang tengah hamil tua sedikit kelelahan karena proses menunggu take vocal. Alhasil, proses perekaman Indahnya Dunia membutuhkan waktu selama 6 jam. Padahal, normalnya take vocal paling lama 3 jam.

"Ini kita ambil hampir 6 jam. Tapi sebenarnya begitu take pertama lagu itu sudah dapet. Cuma gue biarin ajah. Biasanya Andien (take vocal) 3 jam," ungkapnya.

Tetapi usaha memang tidak membohongi hasil. Indahnya Dunia sangat memanjakan telinga. Suara Andien dalam lagu tersebut sangat menggambarkan bagaimana kerinduan dan kesetiaan penantian. Sekaligus, harapan bahwa semua akan indah pada waktunya.

"Puas banget," jawab Andien ketika ditanya perihal lagu yang diciptakan oleh Satrio 'Alexa' tersebut.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Sineas Indonesia kembali menyuguhkan film horror menyambut 2018 ini. Salah satu film horor yang akan segera tayang di bioskop tanah air adalah Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati.

 

Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diproduksi oleh MD Pictures dan Dee Company itu turut dibintangi oleh Ashraf Sinclair, Mario Lawalata, Fadika Royandi, Dorman Borisman, dan juga pemain asli dari Bayi Ajaib, aktris senior Rina Hasyim.

 

Film ini bercerita tentang pasangan suami istri, Rafa (Ashraf Sinclair) dan istrinya Farah (Rianti Cartwright) yang baru pindah rumah. Kebahagiaan Rafa sebagai kontraktor sukses, nyaris lengkap saat istrinya, Farah mengabarkan kehamilannya setelah penantian 2 tahun rumah tangga mereka. Namun, ada yang ganjil dengan kehamilan Farah dan bayinya.

 Baca juga: Wow, di Kafe Ini Semua Barista dan Pelayannya Bercadar

Bagaimana kelanjutannya dan misteri apa yang ada dibalik kehamilannya? Akankan film yang merupakan daur ulang ini sesukses film pendahulunya yang sukses di tahun 80-an? Nantikan film Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Februari 2018 dan akan tayang di Malaysia selanjutnya.

 

"Film Malaysia di Indonesia nggak laku, hanya satu yang laku, Munafik. Tapi kalau film Indonesia di Malaysia laku keras, sudah 30 judul film kita diputar di sana. Film ini juga akan tayang di sana. Tapi tak serentak. Di Indonesia dulu tanggal 15 Februari," kata produser Dheeraj Kalwani.

 

Sebagaimana diketahui film Bayi Ajaib adalah salah satu film horor Indonesia era 1980-an yang cukup diperbincangkan. Film tersebut disutradarai oleh Tindra Rengat dan dirilis pada 1982 silam.

 

 

(ce1/yln/JPC)

LONDON, RadarPena.com - Aksi berbahaya kembali dilakukan Aktor Tom Cruise ketika pengambilan gambar untuk film 'Mission: Impossible 6'. Padahal, ia sendiri baru sembuh dari cedera angkle yang dialami tahun lalu.

Aktor berusia 55 tahun itu terlihat di lokasi 'Mission: Impossible 6' di London, di mana dia  melakukan aksi berlari, melompat dan menerbangkan helikopter. Seperti foto yang diungkapkan Usmagazine, Senin (15/1), Tom beraksi di atap jembatan Blackfriars di London.

Dengan busana serba hitamnya, ia menunjukkan kalau kakinya tidak lagi terkendala untuk melakukan aksi berbahaya. Bahkan, bintang 'Risky Business' ini kemudian terlihat melompat dari jendela yang tinggi untuk aksi pengejaran yang dilakukan berulang.

Pengambilan gambar kemarin di London, memang pertama kali dilakukan Tom selepas cedera engkel pada Agustus 2017. Dan, sepertinya mantan suami Katie Holmes itu membuktikan profesionalitasnya sebagai aktor papan atas.

Tom memang terkenal bermain film tanpa stuntman atau pemeran pengganti. Termasuk ketika ia menggantung di sisi pesawat terbang di 'Mission: Impossible - Rogue Nation' pada tahun 2015. Ia pun terlihat menaklukkan gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa Dubai, tahun 2011 untuk 'Mission: Mustahil - Ghost Patrol'.

Diketahui, sebelumnya dalam video yang diposkan oleh TMZ Agustus 2017, aktor 'Jerry Maguire' tersebut terlihat pincang karena sakit setelah melompat dari atap ke gedung yang berdekatan. Diketahui, Tom ternyata menabrak sisi dinding saat mendaratkan kaki. Tak lama kemudian, ia terlihat berlutut dan terpaksa dibawa anggota kru untuk pertolongan.

Atas cedera itu, pembuatan film 'Mission: Impossible 6' terpaksa dihentikan sementara sampai Tom sembuh. Paramount Pictures meyakinkan penggemar bahwa tanggal rilis film tersebut tidak akan terpengaruh. "Produksi akan diselang karena untuk pemulihan Tom secara peuh dan film tersebut tetap sesuai jadwal pada tanggal 27 Juli 2018," dalam rilis Paramount Pictures tahun lalu.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Sutradara film Tutur Tinular, Nurhadie Irawan meninggal dunia, Senin (15/1) pukul 02.42 WIB. Nurhadie meninggal di rumahnya pada usia 77 tahun.

Menurut Ilham Bintang, almarhum (Nurhadie) meninggal di pangkuan anaknya, Dafi.

Mendiang Nurhadi yang menyutradarai film kolosal Tutur Tinular ini sebelumnya mengidap berbagai penyakit, termasuk Parkinson.

"Menurut putera sulungnya, Dafi, penyakit ayahnya komplikasi. Semalam masih sempat makan malam, tetapi setelah itu kondisinya lemah. Almarhum mengembuskan napas terakhir di pangkuan Dafi," terang Ilham di Jakarta, Senin (15/1).

Meninggalnya, Nurhadi membuat insan film berduka. Apalagi Nurhadi sosok sutradara yang tegas dan sangat kritis.

Menurut Ilham, banyak film yang disutradarai Nurhadie booming di pasaran. Seperti Satria Bergitar yang dibintangi Rhoma Irama.

Kemudian film "Bayi Tabung" (1988) yang dibintangi antara lain oleh Widyawati, Dedy Mizwar, dan Ade Irawan.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Boundless Love adalah sebuah film bertema cinta yang merupakan hasil garapan dua negara. Film ini merupakan salah satu bukti kerja sama pemerintah dalam pembangunan ekonomi kreatif yang bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan berbagai negara di dunia, Badan Eknomi Kreatif (Bekraf) mendukung PT Kamala Film bekerja sama dengan tim Tiongkok dalam sebuah penggarapan film berjudul Boundless love.

"Hal ini selaras dengan tujuan Bekraf untuk mempererat hubungan antar berbagai negara di dunia ya, One belt One Road. Ke depannya, kami harap kerja sama dalam industri kreatif berupa film tidak hanya terjalin dengan Tiongkok, melainkan negara-negara lainnya," tandas Deputi Pemasaran Bekraf, Josua P.M. Simanjuntak.

Boundless love yang jika diartikan dalam bahasa Mandarin berarti cinta di khatulistiwa, juga memiliki arti yang lebih mendalam, yakni, cinta tanpa batas, yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu senada dengan yang diungkapkan Putri Ayudya, pemeran utama dalam film tersebut.

Menurutnya, film ini adalah film sederhana yang menceritakan tentang cinta. Tetapi, dijamin mampu membuat yang menyaksikannya gemas karena dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Cinta yang diangkat di film ini erat sekali dengan kehidupan sehari-hari kita, tentang anak dan papanya yang gimana sih kalau ngelepas anak perempuannya untuk diambil laki-laki lain, tentang dilema karena harus mengikuti keinginan orang tua atau pribadi, tentang melihat sesuatu yang ada di depan mata kita, tinggal kita ambil nih sebenernya, tapi nggak bisa lo ambil, nggak boleh, deep meaning sekali lah," tutur mantan putri Indonesia 2011 tersebut.

Film berdurasi 100 menit yang mengambil lokasi syuting di Indonesia (Palembang dan Bandung) dan Tiongkok itu juga menunjukkan bahwa cinta tak mengenal batas negara, suku, maupun keyakinan apapun. Film yang syutingnya telah dimulai sejak akhir Desember 2017 tersebut juga melibatkan beberapa aktor-aktris Indonesia seperti Ray Sahetapy, Putri Ayudya, Ade Firmansyah, Nungky Kusumastuti, dan Maryam Supraba.

Pemilihan pemain dilakukan melalui beberapa tahapan antara PT Kamala Film dan tim Tiongkok. Sekitar 60 model cantik dan berbakat diseleksi secara ketat, hingga akhirnya terpilih Putri Ayudya sebagai pemeran utama wanita untuk mendampingi Shen Hao, aktor Tiongkok yang sebagai pemeran utama Pria.

Mr.Wang, selaku sutradara, memilih Putri dengan pertimbangan yang matang. Meski deretan foto dan video akting kandidat yang dikirimkan padanya terbilang banyak, dia mengaku sempat kecewa karena ternyata saat casting penampilan mereka tak seapik di videonya.

"Kandidat-kandidat yang cocok ada beberapa, tapi kami lebih mementingkan inner yang ada dalam diri artis tersebut, dan Putri memilikinya. Kami lebih utamakan penyampaian isi film melalui adegan dan gestur dari dalam hati. Waktu syuting saya lihat Putri adalah orang yang giat dan suka tantangan, Dia rajin translate, mengingat film ini 70 persen berbahasa Mandarin. Dia artis yang hebat. Semangatnya hebat," jelasnya.

Film yang biaya produksinya mencapai Rp 40 miliar tersebut rencananya akan tayang bulan Agustus di Tiongkok dan tampil di beberapa film festival. Sayangnya, belum dipastikan kapan film tersebut akan tayang di Indonesia.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Kelly Tandiono menjadi salah satu bintang di film Rumah Belanda. Aktris sekaligus model mengaku ini merupakan kali pertamanya berperan di film horor.

Dia mengatakan bahwa alasannya tertarik bermain dalam film arahan Hedy Suryawan itu lantaran film Rumah Belanda punya sisi cerita yang menarik.

"Ini film horor pertama dan dari dulu suka film horor. Kenapa aku ambil skripnya, horornya sangat beda, enggak nampakin setan di depan mata," kata Kelly Tandiono di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/1) malam.

Pertama kali berakting dalam film horor, diakui wanita 31 tahun ini menguras tenaga. Sebab, harus menyesuaikan diri dengan karakter yang diperankan sekaligus mengatur emosi agar dapat kesan seram yang diinginkan.

"Film horor itu susah dari genre yang lain. Intensitas kita harus tercapai, biar bisa mencapai emosinya. Itu susah," jelasnya.

Namun, Kelly mengaku senang akhirnya bisa mencicipi berakting dalam film horor. Selain pengalaman, dia juga merasa banyak mendapat pejalaran selama produksi Rumah Belanda.

"Pembelajaran akting itu oke sih di film horor," imbuhnya.

Rumah Belanda berkisah soal Raya, seorang penulis muda yang tengah mendapat pesanan membuat biografi. Kemudian, dia dan kedua anaknya mengerjakan tulisan di sebuah rumah kuno era Belanda yang telah disediakan. Namun, saat berada di rumah tersebut mereka justru mendapat gangguan gaib.

Film Rumah Belanda merupakan proyek horor kedua sutradara Hedy Suryawan. Kali ini, dia menggandeng penulis naskah Laode Farhan dan produser Budi Buthong di bawah atap Apollo Pictures. Pemain yang dilibatkan, antara lain Kelly Tandiono, Agung Udijana, Aida Nurmala, dan lainnya. Film ini mulai tayang pada 18 Januari 2018 di bioskop di tanah air.(jawapos)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Film Susah Sinyal menuai kesuksesan di layar lebar. Kini film garapan Ernest Prakasa ini bakal diangkat menjadi sebuah novel oleh Starvision bersama Gramedia.

Ernest Prakasa selaku sutradara mengatakan bahwa perilisan novel ini sebagai pengembangan cerita orisinil atau naskah yang dia tulis bersama sang istri Meira Anastasia.

"Sudah beberapa kali lempar wacana, akhirnya kami mencoba kolaborasi di novel Susah Sinyal," kata Ernest Prakasa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).

Novel Susah Sinyal ditulis langsung oleh Ernest Prakasa dan Ika Natassa yang sebelumnya dikenal berkat karyanya berjudul Critical Eleven yang juga sudah diadaptasi ke layar lebar.

"Jujur setiap merilis buku aku gugup dan gelisah. Kali ini gelisahnya berlipat karena baru pertama kali nulis bukan dari ceritaku dan diadaptasi dari skenario film. Kerja sama dengan Ernest juga pertama kali, ini kolaborasi yang seru," ucap Ika Natassa.

Dari segi pengerjaan, novel Susah Sinyal setebal 280 halaman tersebut diklaim memakan waktu berbulan-bulan.

Peluncuran novel Susah Sinyal mendapat sambutan meriah seperti filmya. Buktinya saat dilakukan pre-order, novel ini ludes dalam jangka waktu 30 menit saja.

Sementara itu, film Susah Sinyal memang mendapat sambutan luar biasa dari penonton Indonesia. Per 9 Januari 2018, film ketiga Ernest Prakasa itu telah meraup lebih dari 2 juta penonton.

Film produksi Starvision itu menghadirkan bercerita mengenai hubungan ibu dan anak. Kemudian menampilkan akting apik dari sederet aktor dan aktris tanah air, seperti Adinia Wirasti, Ernest Prakasa, Aurora Ribero, Refal Hady, Valerie Thomas, Niniek L Karim, Chew Kinwah, Asri Welas, Arie Kriting, Gisella Anastasia, Gading Marten, Dodit Mulyanto, Aci Resti, Darius Sinathrya, Ge Pamungkas, dan lainnya.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Pegiat kuliner Bondan "maknyus" Winarno mengalami sakit pada sebulan terakhir. "Sakitnya sudah sebulan terakhir ini. Tapi tidak tahu sakit apa. Yang saya tahu di rumah sakit," kata Supervisor kedai Kopi Oey Sabang, Jakarta, Gunawan di Jakarta, Rabu (29/11). Selain sebagai mantan wartawan, pakar kuliner dan presenter, Bondan Winarno juga menggenapi kecintaannya pada dunia masakan dengan berbisnis.

Bondan, yang mempopulerkan ungkapan "maknyus" ini adalah pendiri sekaligus pemilik Kopi Oey, yang kini outletnya sudah tersebar ke seantero negeri. Gunawan mengatakan bahwa Bondan adalah orang yang supel dan ramah. "Dia orangnya baik, memasyarakat, supel, ramah. Tidak membeda-bedakan anak buah atau bukan," jelas Gunawan.

Menurut Gunawan, Bondan juga kerap memberi motivasi kepada para bawahannya untuk tetap semangat dalam bekerja. "Pak Bondan sering berkunjung, melihat progres di sini bagaimana," paparnya. Bondan tutup usia pada Rabu (29/11) di ICU RS Harapan Kita, Jakarta. 

JAKARTA, RadarPena.com - Pegiat kuliner Tanah Air, Bondan Winarno, yang terkenal dengan ungkapan "maknyuss", meninggal dunia pada Rabu (29/11) di Jakarta.

Kabar tersebut dibenarkan rekannya sesama pegiat kuliner, Arie Parikesit. "Ya betul, beliau sempat dirawat di ICU Rumah Sakit Harapan Kita," kata Arie.

Arie juga mencuitkan kabar duka ini melalui akun Twitternya, mengabarkan Bondan meninggal di rumah sakit tersebut pukul 09.05 WIB dan akan dibawa ke rumahnya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA, RadarPena.com - Ada tempat unik di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tempat itu berupa kafe. Namun yang membedakan dengan tempat lainnya,  yakni semua pelayannya menggunakan cadar.

 

Para pengunjung akan disajikan alunan musik Turki. Kafe itu berada di jalan Panji Anom, Pagutan Timur, Mataram. Suara musik itu membaur dengan suara hiruk pikuk anak-anak muda yang sedang bersantai di sana.

 

Di bagian depan, terdapat sebuah gerobak yang menjadi markas para barista di kafe itu. Masuk ke bagian dalam, terdapat pernak pernik lampu remang-remang.

 

Terlihat begitu indah dan menyatu dengan desain kafe tersebut. Di bagian ini juga terukir puluhan tulisan kekinian. Isi tulisan itu sangat Islami.

 

Misalnya, mengingatkan anak muda untuk salat lima waktu. "Salatlah, kain kafanmu sedang ditenun lo." Itu salah satu bunyinya. Di bagian lain ada juga tulisan "Ajal tidak menunggu taubatmu, tuh."

 

Kepada Lombok Post (Jawa Pos Group), owner kafe ini mengatakan, ia merancang sendiri semua yang ada di sana. Termasuk tulisan-tulisan pengingat itu.

 

"Saya ingin buktikan, bahwa dakwah bisa melalui sebuah kafe,” kata pria yang akrab disapa Ogi itu.

 

Sekedar diketahui, Ogi adalah pengusaha muda di Kota Mataram yang kerap menuangkan ide-ide uniknya untuk sebuah usaha. Salah satunya,  kafe miliknya yang ada di jalan Catur Warga. Dimana, kafe tersebut mengusung minuman tradisional.

 

"Kafe ini saya buat berbeda, ini murni dakwah. Saya menamakannya Kedai Kebon,” ujarnya.

 

Alumni STMIK Indonesia itu merintis usaha keempatnya ini untuk membuktikan bahwa Islam sangat terbuka. Islam adalah agama yang toleran. Islam adalah agama yang indah.

 

"Saya ingin buktikan bahwa Islam itu bisa mengikuti zaman. Tapi tentunya tidak keluar dari misi yang saya ambil ini,” ujar pria yang baru saja genap 25 tahun itu sambil tersenyum.

 

Di bagian depan kafe, suasananya memang terlihat sama dengan kafe pada umumnya. Namun ketika masuk, ada perbedaan yang sangat mencolok dengan kafe pada umumnya.

 

Ketika ada pelanggan masuk, seluruh karyawan akan mengucapkan salam. Setiap pengunjung juga diwajibkan melepaskan alas kakinya.

 

Alasannya, Islam mencintai hidup bersih. Sehingga jika ingin duduk dan bersantai. “Itu adalah bagian kecil dakwah yang saya maksud,” ujarnya.

 

Ada satu lagi yang tidak akan ditemukan di seluruh kafe di Indonesia kecuali di Kedai Kebon. Yakni pelayannya semua menggunakan cadar.

 

“Ini untuk membuktikan bahwa Islam juga bisa masuk ke dunia anak-anak muda. Mereka tidak hanya mengaji, tapi berhak bekerja sebagai karyawan,” tutur anak ketiga dari lima bersaudara itu.

 

Ternyata para karyawan perempuan yang menggunakan cadar merupakan saudara kandung, dan keluarga besarnya. "Hitung-hitung usaha bersama keluarga,” ujarnya.

 

Selain menjadi kasir dan pelayan, para karyawan bercadar ini juga menawarkan buku-buku Islami kepada pengunjung. Kafe unik ini dibuka mulai pukul 14.00-00.00.

 

 

(dms/jpg/JPC)

TABANAN, RadarPena.com - Banyak surga tersembunyi yang belum dikelola  maksimal di Tabanan, Bali. Salah satunya Air Terjun Leke-Leke yang lebih dikenal dengan nama Leke-Leke Waterfall.

Air Terjun Leke-Leke di Banjar Mekar Sari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, kini menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal maupun asing. Objek wisata yang  mulai diperkenalkan sejak  Maret 2017 ini, tidak saja menawarkan keindahan air terjun, namun juga menawarkan beragam fasilitas yang memanjakan para pengunjungnya.

Pendiri kawasan Wisata Leke-Leke Waterfall, Nyoman Sukania mengatakan,  aktivitas wisata di air terjun ini mengalami peningkatan yang signifikan. “Sebelum dikelola, masyarakat mengenal kawasan ini sebagai 'Kipuan Kebo' atau tempat permandian dan minum kerbau milik Ida Batara yang berstana di Pura Puncak Pegametan yang berlokasi di Desa Sulangai Petang,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group)  kemarin.

Karena merupakan kawasan yang sakral, lanjut Sukania,  maka pengelolaan air terjun ini tetap memperhatikan normal sosial dan kerifan lokal yang berlaku, sehingga aktivitas wisata  tidak menganggu aktivitas ritual yang dilakukan di kawasan Leke-Leke Waterfall ini.

Sukania mengatakan,  tidak perlu khawatir mengenai akses, karena dari Denpasar ataupun Kuta dan sekitarnya, wisatawan bisa dengan mudah menuju air terjun ini  menggunakan kendaraan roda dua taupun roda empat.

Jika dari Kota Denpasar, wisatawan bisa mencapai air terjun ini dari kawasan Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti. Sesampainya di Desa Mekarsari, di sebelah kanan jalan wisatawan akan menemukan petunjuk menuju air terjun ini .

Setelah mengikuti jalan setapak sekitar tiga kilometer menuju arah timur, wisatawan akan sampai di areal parkir air terjun Leke-Leke. “Setelah membeli karcis di loket yang dikelola oleh Leke-Leke adventure, pengunjung bisa mencapai air terjun dengan berjalan kaki sepanjang 500 meter,” lanjut Sukania.

Wisatawan tidak perlu ragu , lanjutnya,   karena akses jalan menuju air terjun sudah cukup bagus, bahkan di beberapa bagian jalan yang sulit, sudah disediakan pegangan  dari bambu, sehingga wisatawan bisa berjalan dengan aman.

Udara segar khas pegunungan akan menemani sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun. Pengunjung akan  dimanjakan dengan pemandangan yang hijau, karena kawasan ini merupakan kawasan perkebunan milik masyarakat.

Dikatakan Sukania,  perkebunan berisi beragam jenis buah-buah lokal yang saat ini mulai langka, seperti  buah sentul (kecapi), ciremai, badung, duku, majagawu, genitri, dan gunggung yang bentuk dan rasanya mirip stroberi. “Jika sedang musim berbuah, pengunjung bisa membeli langsung buah-buahan tersebut dari masyarakat, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Setelah berjalan sekitar 30 menit, maka pengunjung akan sampai di areal air terjun, dan pemandangan air terjun setinggi 32 meter siap menjadi spot foto yang cantik bagi pengunjung. Selain mengabadikan momen di air terjun ini, wisatawan  juga dapat merasakan sensasi air yang dingin dengan cara mandi di bawah air terjun ini.

Sukania mengatakan, kawasan air terjun ini memang bisa digunakan sebagai areal permandian bagi wisatawan yang datang. Selain lokasi permandian yang sengaja dirancang bisa menampung pengunjung dalam jumlah yang besar,  kawasan ini juga dilengkapi dengan rest room yang bisa dimanfaatkan untuk berganti pakaian setelah berendam di sungai. 

Selain ramai dikunjungi  wisatawan lokal, baik dari Bali maupun dari Luar Bali, Air Terjun Leke-Leke juga menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asing, khususnya wisatawan asal Eropa.

Seperti diakui Sukania, wisatawan Eropa yang datang ke air terjun ini, selain untuk menikmati keindahan air terjun,  juga datang untuk menikmati suasana alam yang masih asri. “Tren kunjungan tamu Eropa ke kawasan ini sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari minat wisatawan Eropa terhadap wisata alam yang sangat tinggi,” jelasnya.

Karena alam yang hijau menjadi daya tarik kawasan air terjun ini,  lanjutnya,  maka pihaknya terus berusaha mempertahankan keasrian alam dan keaslian cara hidup masyarakat .

Jika wisatawan Eropa  lebih tertarik untuk mengeksplorasi alam, berbeda dengan wisatawan lokal yang datang ke kawasan ini. Seperti yang dikatakan Sukania, selain ingin mengunjungi tempat ini sebagai tempat rekreasi, wisatawan lokal suka  melakukan aktvitas fotografi atau berswafoto.

Karena itu, Sukania  menyediakan beragam jenis fasilitas selfie, mulai dari tebing selfie yang cantik dengan latar belakang air terjun hingga angkul-angkul atau gapura khas Bali yang sengaja di pasang di depan air terjun. “Fasilitas ini kami sediakan karena minat selfie pengunjung lokal sangat tinggi, sehingga kami berusaha untuk menyediakan beragam sarana selfie yang menarik,” ungkapnya.

SEMARANG, RadarPena.com - Ada Masjid Kapal atau Masjid Bahtera Nuh di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan yang 

terinspirasi dari masjid di kota Islamabad, Pakistan, itu dibangun pada tahun 2017.

Masjid dibuat semirip mungkin dengan Bahtera Nabi Nuh yang menyelamatkan umatnya saat negerinya dahulu diterjang banjir bandang ribuan tahun lalu.

Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 2.500 meter persegi itu memang dibangun layaknya sebuah kapal besar lengkap dengan jendela berbentuk bulat, puritan, haluan, dan aksesoris kapal lainnya. Di pinggiran kapal pun dibuat parit kecil yang mengelilingi kapal, berfungsi sebagai kolam ikan sekaligus menimbulkan kesan kapal tersebut sedang berada di atas lautan.

Seorang pengawas masjid, Husein ketika ditemui mengungkapkan bahwa masjid kapal ini akhirnya dibangun atas dasar mimpi dari seorang ulama dan guru agama dari Semarang, bernama Kyai Achmad.

"Jadi sambil mengingat sejarah, untuk kembali mengajak mengingat Tuhan, maka dibuatlah masjid ini. Proses pembangunan sudah 90 persen," katanya saat ditemui Juli tahun lalu.

Husein mengungkapkan karena bentuknya yang unik, masyarakat dari berbagai daerah sengaja berkunjung untuk sekadar berswafoto atau ada juga yang memang berniat beribadah.

Tetapi, ke depannya tidak hanya sebagai tempat beribadah, bangunan tiga lantai tersebut rencananya akan dilengkapi fasilitas umum, seperti perpustakaan, ruang pertemuan, dan klinik kesehatan untuk masyarakat umum.

Menariknya, untuk memasuki kawasan masjid, pengunjung tidak dipungut biaya. Setiap kendaraan roda dua yang masuk hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Walaupun, lahan parkir yang tersedia masih cukup sederhana, yaitu lapangan bola.

Namun sayangnya, masih banyak pungutan liar menuju kawasan tersebut. Di tambah lagi, akses jalan yang tidak cukup luas dipastikan akan membuat kemacetan di saat akhir pekan tiba.

Lalu bagaimana cara untuk sampai ke sana? Pertama, catat dahulu lokasi lengkapnya. Masjid unik ini berada di kampung pinggiran Semarang Barat, tepatnya di Jalan Kyai Padak, RT 5/RW 5, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 15 kilometer dari bandara A Yani.

Kedua, jika kalian datang dari arah bundaran Kalibanteng, maka lurus ke arah barat melewati kampus UIN Semarang menuju BSB (Bukit Semarang Baru). Kemudian, belok ke kanan sebelum LP (Lembaga Pemasyarakatan) Kedung Pane. Di kampung dekat hutan itulah, seorang kyai bernama Achmad membangun masjid unik ini.(jawapos)

JEMBER, RadarPena.com - Destinasi wisata Air Terjun Tancak begitu elok. Namun, untuk melihat kelokannya memerlukan tantangan yang tak bakal terlupakan. 

Melewati jalan berbatu, naik turun, melalui sungai dengan arus air yang cukup deras, menjadi sebagian dari tantangan yang harus dilewati pengunjung yang ingin melihat kemegahan Air Terjun Tancak. Objek wisata yang berada di Gunung Pasang, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur ini memang terasa memiliki daya tarik yang ajaib. Tak heran, tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang dari berbagai daerah.

Untuk mencapai air terjun legendaris ini pengunjung harus masuk ke wilayah Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Gunung Pasang. Karena medan yang ekstrim, tidak semua kendaraan bisa melalui jalur yang telah tersedia.  Setelah memarkir kendaraan, pengunjung harus berjalan sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga tiba di tempat tujuan.

Lelah di tengah perjalanan? Terdapat beberapa pos shelter yang bisa dimanfaatklan untuk beristirahat sejenak. Di akhir pekan biasanya warga setempat membuka warung kecil untuk menawarkan makanan dan minuman hangat. “Tapi kalau hari-hari biasa mereka tidak buka,” ujar Edi, polisi hutan yang bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, dalam sehari air terjun tersebut bisa dikunjungi minimal 15 hingga 20 pengunjung. Namun, pada akhir pekan, pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan. “Pernah sehari bisa sampai lebih dari seratus orang yang naik ke atas,” ungkap pria yang sudah belasan tahun menjadi Polhut itu.

Selain dari Jember, banyak pula wisatawan yang datang dari luar kota, bahkan mancanegara. Paling sering datang ke sana, kata Edi, berasal dari Australia. “Pernah juga ada wisatawan dari Arab Saudi, sekeluarga naik ke atas dan baru turun jam 11 malam,” imbuhnya.

Sebagai Polhut, dirinya harus memastikan bahwa seluruh wisatawan yang naik dan turun dalam kondisi aman. Hal ini wajar, sebab jalur yang dilewati cukup licin, terlebih lagi setelah hujan turun.

Tingginya angka pengunjung yang datang bisa jadi karena penasaran bagaimana bentuk air terjun yang dianggap legendaris, bahkan mistis oleh sebagian warga. Jalur dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini pun tak dianggap berat, demi menyaksikan sendiri keindahan air terjun di lereng Gunung Argopuro tersebut.(jawapos)

BONDOWOSO, RadarPena.com - Kabupaten Bondowoso mempunyai unggulan baru destinasi wisata, yaitu Kawah Wurung.  

Hal tersebut terkuak kala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur membukukan jumlah kunjungan selama 2017. 

Data dari 25 tempat wisata, ada 446 ribu kunjungan. Wisatawan domestik mencapai 400 ribu lebih, semengara 45 ribu diantaranya adalah wisatawan mancanegara. 

Kepala Disparpora Harry Patriantono mengatakan, kunjungan wisatawan paling banyak masih di Ijen. Sebab wisatawan mancanegaranya tembus diangka 41.244. Sedangkan wisatawan domestik di Ijen tembus diangka 84.880 kunjungan. 

Namun di beberapa tempat lainnya, seiring pembenahan insfrastruktur, tingkat kunjungannya juga mulai banyak. “Sepeti Kawah Wurung dan beberapa tempat wisata yang dikelola desa juga mengalami peningkatan,” ujarnya.

Untuk kunjungan ke Kawah Wurung, tercatat ada 31.992 wisatawan nusantara dan 3.365 wisatawan mancanegara. Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Harry, ada peningkatan kunjungan. Hal itu tidak lepas dari adanya penambahan fasilitas seperti gazebo, ikon tulisan dan berbagai hal lainnya di tempat tersebut.

Yang tidak kalah menarik lainnya, pemerintah saat ini telah memoles rest area Arak-arak, Wringin menjadi tempat yang layak dikunjungi. Sebab itu, mulai akhir tahun kemarin, sduah banyak kunjungan ditempat tersebut. Selain mudah dijadikan tempat istirahat, juga asyik sebagai jujugan wisatawan keluarga. “Setelah dibangun orang yang berkunjung semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara Kabid Pariwisaya Adi Sunaryadi mengungkapkan, memang ada korelasi antara sarana dan prasarana yang dibangun dengan tingkat kunjungan. Sebab selain arak-arak ada Batu Susun Solor. Dimana setelah mendapat sentuhan pembangunan, tempat itu semakin ramai saja dikunjungi. “Jalannya sudah bagus, juga ada polesan gazebo ditempat itu, sehingga orang yang berkunjung semakin enjoy,” paparnya.(jawapos)

KUPANG, RadarPena.com - Kepala Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan jumlah populasi satwa komodo (varanus komodoensis) hingga tahun 2017 mencapai 3.012 ekor dan masih stabil dari ancaman kepunahan. 

"Tahun lalu jumlah populasi mencapai 3.012 dan kencenderungan naik, terutama yang ada di pulau kecil Gili Motang dan Nusa Kode yang dulunya populasinya sedikit namun sekarang mengalami kenaikan," kata Sudiyono di Kupang, NTT, Kamis (11/1).

Menurutnya, populasi binatang purba yang hanya ada di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat itu masih stabil atau belum terancam punah. Hingga kini masih dilakukan inventarisasi data terkait jumlah populasi tersebut yang berada di sejumlah pulau seperti Pulau Padar, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

"Namun kemungkinan populasi mengalami kenaikan karena adanya peningkatan jumlah terutama di Pulau Gili Motang dan Pulau Nusa Kode yang duluhnya kurang," jelasnya. Sudiyono menjelaskan, populasi komodo yang masih stabil itu artinya bisa mengalami penurunan akibat usia dewasa yang berada di ambang kematian maupun bertambah akibat perkembangbiakan komodo berusia produktif. 

 

Advertisement
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.