Soal Utang Rp 200 T Untuk Benahi Sungai Citarum, Menko Luhut: Kemahalan

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa, pinjaman sebesar Rp 200 triliun dari Asia Development Bank (ADB) yang akan digunakan untuk merevitalisasi Sungai Citarum tersebut dinilai terlalu besar. Menurutnya, pinjaman tersebut bisa ditekan karena biayanya murah.

"Menurut kita terlalu banyak juga, kami bisa selesaikan jauh lebih murah," kata Luhut di kantornya, Kamis (11/1) malam.

Sayangnya, Luhut enggan menyebutkan jumlah efisiensi dana yang bisa digunakan untuk merevitalisasi Sungai Citarum. Yang jelas, efisiensi itu bisa dilakukan karena dikerjakan oleh TNI serta Polri.

"Wah jauh lebih murah kita pasti. Karena TNI yang kerjain sama Polri. Tidak perlu lah saya cerita angkanya," terangnya.

Disamping itu, Luhut juga menegaskan jika TNI dan Polri akan mengambil tindakan tegas terhadap pembuang limbah di kawasan DAS Citarum. Pihaknya masih mengkaji sanksi yang akan diberikan bagi pelanggar aturan tersebut.

"Jadi polri akan mengambil tindakan tegas dengan bersama LHK mengenai orang membuang limbah ke sungai jadi sekarang IPAL harus dibuat," tandasnya (hap/JPC/JP)