Sambangi KPK Dini Hari, Ini yang Dibawa Keluarga Fredrich Yunadi

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Usai dikabarkan ditangkap penyidik KPK di RS. Medistra Jakarta Jumat (12/01) malam, anggota keluarga Fredrich Yunadi menyambangi kantor KPK Sabtu (13/01) dini hari. Mereka antara lain istri Fredrich Linda Indriana Campbell beserta dua keponakan dan satu asisten ruimah tangga.

 

Berdasarkan pantauan JawaPos.com di gedung lembaga antirasuah, kolega Fredrich datang sekitar pukul 02.00 WIB. Ketika ditanya perihal maksud kedatangannya, salah satu anggota keluarga membenarkan jika dirinya ingin menemui mantan pengacara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

 

"Bawa obat Bapak sama pakaian aja, iya itu obat jantung," ujar  salah satu keponakan Frederich yang enggan disebutkan namanya, ketika diitanya awak media perihal tujuan kedatangannya.

 

Usai melihat kedatangan sanak famili kliennya, pengacara Frederich, Sapriyanto Refa yang datang lebih dulu, langsung menemui sekitar 4 kolega Fredrich. Setelah berbincang sekitar 30 menit lamanya, sekitar pukul 02.25 WIB, pihak keluarga Fredrich kemudian memberikan titipan tas hitam kepada Refa.

 

"Belum ada kabar apa-apa sih, tadi cuman nganter aja," lanjutnya perempuan tersebut, usai mengantar tas hitam untuk Frederich.

 

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Selain Fredrich Yunadi, penyidik juga menetapkan dr. Bhimanes Sutarjo sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013, atas nama tersangka Setya Novanto.

 

“KPK meningkatkan status penanganan kasus perkara tersebut, sejalan dengan penetapan dua orang tersebut sebagai tersangka,“ terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/01) petang.

 

Menurutnya, penetapan tersangka ini dilakukan, pasalnya baik Fredrich Yunadi maupun Bhimanes berupaya merekayasa sakit yang dialami Novanto, pasca insiden kecelakaan yang dialami Novanto pada Kamis (16/11/2017). Usai mendapatkan bukti permulaan yang cukup dan memeriksa sebanyak 35 orang saksi dan ahli dalam penyelidikan kasus ini, maka diputuskan untuk meningkatkan status keduanya sebagai tersangka.

 

Atas perbuatannya, baik Fredrich Yunadi maupun Bhimanes, disangka melanggar Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana. Sementara itu, atas pasal yang disangkakan, keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

 

(iml/rgm/JPC)