Selain Fredrich, Sudah 22 Advokat Terjerat Kasus Hukum

Typography

JAKARTA, RadarPena.com – Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan tersangka tersebut karena diduga Fredrich menghalangi atau merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto. Fredrich kini ditahan untuk 20 hari ke depan.

Terkait adanya penetapan tersangka terhadap Fredrich, menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak tahun 2005 hingga sekarang, ada sekitar 22 advokat yang terjerat kasus hukum.

Mereka terjerat dengan berbagai kasus berbeda seperti kasus suap, memberikan keterangan palsu dan upaya menghalang-halangi proses penyidikkan perkara. Dari 22 advokad tersebut, sebanyak 16 orang terjerat kasus suap-menyuap, dua orang dijerat memberikan keterangan tidak benar, dan empat dijerat menghalang - halangin penyidikan perkara.

"Yang ditangani oleh KPK sebanyak 16 orang, 5 ditangani kejaksaan dan satu orang kepolisian," terang peneliti ICW, Lalola Ester, dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (14/01).

Adapuan beberapa advokad ditangani KPK, antara lain, Kasman Sangaji, Tengku Syaifuddin Popon, Mario C. Bernardo, Mohammad Hasan, Susi Tur Andayani dan beberapa advokad lain.

"Mereka melakukan hal bertentangan dengan kode etik advokat untuk menegosiasikan hukuman terhadap kliennya," ucapnya.

Menurut Lola, advokat memang mempunyai hak imunitas, namun hal itu berlaku ketika advokat tersebut tengah mendampingi kliennya sesuai kewenangan yang dimiliki.

"Pembelaan dan pendampingan dilakukan terhadap klien bukan berarti advokat mengurusi hak yang tidak berkaitan dengan hukum," tegasnya.

Jika tidak ingin terjerat kasus hukum, maka advokat harus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. "Advokat memiliki itikad baik dan menjalankan tugas sesuai UU, maka tidak akan terjerat hukum," tukas Lola.(jawapos)

Iklan Detail 1