Ada Skandal Asusila, Inggris Ubah Kode Etik Menteri 

Typography

LONDON, RadarPena.com - Menteri-menteri Inggris kini harus tunduk pada peraturan baru. Aturan itu mengatur perilaku tidak pantas, perundungan atau pelecehan. Ini menyusul skandal asusila di Westminster. Perdana Menteri Theresa May memberitahukan kabinetnya bahwa kode etik menteri diperbarui saat mereka mengadakan rapat untuk pertama kalinya setelah perombakan kabinet pada Senin.

"Ada sejumlah perubahan. Itu akan meliputi susunan kata baru untuk memastikan kode etik tersebut benar-benar mencakup perilaku tidak pantas, perundungan atau pelecehan," imbuhnya.

Sebelumnya, Michael Fallon mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan pada November setelah dituduh meraba-raba seorang wartawan beberapa tahun sebelumnya, mengatakan perilakunya "tidak sesuai dengan standar tinggi" yang dibutuhkan jabatannya.

Wakil Theresa May, Damian Green, juga dituduh melakukan perilaku tidak pantas oleh seorang aktivis muda, yang dengan keras disangkalnya. Dia dipecat pada Desember karena berbohong tentang pornografi yang ditemukan di komputernya satu dekade lalu. Banyak anggota parlemen lainnya diselidiki karena perilaku yang tidak pantas

Kode etik menteri juga diubah agar dapat mencakup skandal yang berujung pada pemecatan menteri ketiga di kabinet pada akhir tahun lalu. Selain itu, menteri bantuan internasional Priti Patel terpaksa mengundurkan diri setelah melakukan pertemuan rahasia dengan sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, saat berlibur di Israel.