JAKARTA, RadarPena.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Persero Danang S. Baskoro meninggal dunia pada Sabtu (18/11) pukul 12.37 WIB di Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Menurut Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha AP I Sardjono Jhonny Tjitrokusumo, Danang S. Baskoro meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

Jhonny menuturkan bahwa sepengetahuanya selama ini Danang tidak mengidap penyakit dan kondisinya baik-baik saja. Pagi ini, menurut dia, Danang mengikuti acara turnamen BRI Golf di Halim. Namun kemudian pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede. "Setelah mendapat penanganan beberapa waktu, dokter mengkonfirmasi beliau meninggal dunia," imbuhnya.

Rumah duka berada di Jalan Krida Nirmala Blok C2/1, Kompleks Depkes, Sunter Jaya, Jakarta Utara. Danang menjabat sebagai Direktur Utama AP I sejak 17 Oktober 2018. Sebelumnya, pria yang lahir di Semarang pada 5 Oktober 1961 itu malang melintang di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). 

Almarhum menjabat sebagai Komisaris PT Aerowisata --anak usaha Garuda Indonesia-- (2001-2004), Asisten Deputi Bidang Logistik & Pariwisata Kementerian BUMN (2004-2005), Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (2005-2008), Komisaris PT Merpati Nusantara Airlines (2008-2011), dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) (2011-2016).

 

BOGOR, RadarPena.com - Sejumlah SD favorit di Kota Bogor masih menerapkan sekolah enam hari. Alasannya banyak siswa yang harus ditampung sehingga waktu belajar dibuat sistem shift. Bahkan ada sekolah yang menerapkan hingga tiga shift.

Di SDN Polisi 01 misalnya. Sekolah ini memiliki 1.212 siswa dengan 31 rombongan belajar (rombel). Mereka dibagi tiga shift sehingga masing-masing kelas dapat jatah belajar 3,5 jam.

Menurut Kepsek SDN Polisi 01 Radit MS, jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut sangat banyak. Rata-rata yang mendaftar dari golongan menengah ke atas. Sedangkan keluarga miskin hanya 12 persen. "Kalau lima hari susah. Siswa kami banyak, sedangkan ruang kelas terbatas. Jadi kami harus membaginya tiga shift," ujar Radit, Jumat (17/11).

Dia menambahkan tiap tahun ada ratusan siswa ditolak karena jumlah kelas terbatas. Sama halnya di SDN Lawang Gintung 01. Walaupun jumlah rombelnya hanya 15, tapi sekolah ini membagi jam belajar jadi dua shift.

Sekolah ini memiliki 517 siswa yang juga didominasi menengah atas. Menurut Kepsek SDN Lawang Gintung 01 Imas Windawati, hasrat ortu murid menyekolahkan anaknya sangat tinggi. Namun, keterbatasan ruang kelas yang membuatnya menolak ratusan pelamar. "Kami hanya bisa 15 rombel karena sorenya dipakai ekskul. Makanya kalau disuruh lima hari ya susah. Kami hanya bisa enam hari," tandasnya.

Walaupun siswa berada di sekolah hanya 3,5 jam tapi baik Radit maupun Imas menyatakan, guru tetap berada di sekolah selama enam jam. (esy/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sedang menggodok ketentuan akselerasi kuliah S1 sampai S3. Dengan akselerasi ini, mahasiswa bakal tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan gelar doktor. Kebijakan ini diambil lantaran negara membutuhkan tenaga doktor di usia muda.

Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan, dalam kondisi normal, kuliah S1 sampai S3 bisa ditempuh paling cepat dalam waktu delapan tahun. Perinciannya adalah empat tahun S1, kemudian S2 dan S3 masing-masing dua tahun. ’’Akselerasi perkuliahan mulai jenjang sarjana sampai doktor ini tentu untuk mahasiswa yang memiliki bakat dan kemampuan akademik bagus,’’ Kata Nasir di sela seminar World Class Professor (WCP) 2017 di Jakarta kemarin (16/11).

Menurut Nasir dengan detail skenario percepatan kuliah paket S1 hingga S3 itu. Yakni ketika mahasiswa S1 sudah masuk semester VII, maka dia sudah bisa mendaftar kuliah S2. Sehingga ketika lulus S1 (semester VIII), statusnya sedang menempuh S2 semester II. Selanjutnya ketika sudah masuk S2 semester III, dia bisa langsung mendaftar S3.

"Dengan demikian ketika lulus S2 (semester IV), sekaligus sedang menempuh semester II program S3. Sehingga tinggal membutuhkan waktu satu tahun lagi untuk menamatkan S3. Jadi dalam tempo enam tahun, atau maksimal tujuh tahun, sudah mendapatkan gelar doktor,’’ jelasnya.

Dia yakin ketentuan itu sangat mungkin diterapkan. Sejatinya Kemenristekdikti sudah memiliki program akselerasi kuliah. Tetapi hanya untuk mempercepat kuliah S2 dan S3. Yakni melalui program pendidikan magister menuju doktor untuk sarjana unggul (PMDSU). Melalui program ini, perkuliahan S2 dan S3 tidak lagi dijalankan dalam tempo empat tahun. Tetapi bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun. ’’Kami ingin program percepatan ini diterapkan mulai S1,’’ jelasnya.

Dengan sistem percepatan paket kuliah S1 hingga S3 itu, ke depan bakal semakin banyak SDM doktor di usia 24 tahun sampai 25 tahun. Dengan demikian, mereka memiliki waktu lebih panjang untuk mengabdi kepada bangsa.

Guru besar Universitas Indonesia Prof Iwan Katili mengatakan, program akselerasi kuliah sudah dijalankan di UI. ’’Di kami sebutannya fast track,’’ jelasnya.

Program itu, lanjut dia, diperuntukkan bagi mahasiswa dengan IPK minimal 3,5. Dengan program fast track, mahasiswa S1 tidak perlu menunggu sampai wisuda untuk bisa masuk studi S2.

Guru besar Fakultas Teknik UI itu mengatakan, kuliah percepatan itu bekerja sama dengan kampus asing. Menurutnya, banyak sekali manfaat ketika menggunakan skema beasiswa untuk usia muda. Selama ini jika mengirim beasiswa S2 atau S3 untuk usia 35 tahun sampai 40 tahun, kurang efektif.

Di antaranya adalah penelitiannya tidak nyambung. Tetapi ketika dibuat kuliah paket mulai S1 sampai S3, penelitian tugas akhirnya bisa terkait dan mendalam. (wan/oki/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Menghadapi libur Natal 2017 dan Tahun 2018, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan uji petik semua kapal penumpang. Hal ini dilakukan untuk memastikan terpenuhinya unsur keselamatan pelayaran kapal penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Junaedi mengatakan dalam pelaksanaannya, pemeriksaan uji kelaiklautan kapal penumpang angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, akan dilakukan oleh masing-masing UPT di daerah sesuai wilayah kerja masing-masing.

"Untuk mengantisipasi musim angkutan laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sebanyak 1.278 unit kapal penumpang telah disiapkan untuk seluruh wilayah Indonesia," ujar Junaedi dalam siaran persnya, Kamis (16/11).

Selain itu, Posko Angkutan Laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan melakukan pemantauan di 52 pelabuhan yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang.

Sedangkan, Tim Terpadu dari Kantor Pusat yang terdiri dari Pejabat Kantor Pusat Ditjen Hubla dan Marine Inspector akan memeriksa secara acak kapal-kapal yang telah dilakukan uji kelaiklautan kapal oleh UPT setempat untuk memastikan kesiapan kapal.

"Masa angkutan laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan dimulai pada18 Desember 2017 sampai 8 Januari 2018," tutur Junaedi.

Prediksi puncak Pra Natal diperkirakan akan terjadi pada 24 Desember 2017 dan prediksi puncak Natal dan Tahun Baru akan terjadi pada 27 Desember 2017 dan prediksi puncak Pasca Tahun Baru 2018 akan terjadi pada tanggal 2 Januari 2018.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - DPR menganggap perubahan alokasi daya listrik telah membuat gaduh. Karenanya Komisi VII DPR mendesak agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Direksi PLN segera menjelaskan permasalahan itu. Hal ini dilakukan agar tidak membingungkan masyarakat. Sebab, perubahan alokasi daya secara otomatis akan menaikkan biaya pembayaran listrik setiap bulannya.

“Ini bikin gaduh, jangan membuat kegaduhan baru, kami akan panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN untuk meminta penjelasan program ini,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dalam Dialektika Demokrasi ‘Penyederhanaan Listrik: Manfaat Atau Mudharat?’ di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (16/11). Hadir juga dalam kesempatan itu, Anggota Komisi VII DPR M Kurtubi.

Eni menambahkan, program penyederhaan golongan listrik tersebut perlu dilakukan pengkajian secara mendalam, apakah masyarakat benar-benar butuh penambahan daya atau tidak. Menurutnya, jika pemerintah mengklaim alokasi daya listrik ini tidak membebani masyarakat, maka Menteri ESDM harus menjelaskan.

“Kenapa pemerintah buat program ini, apa tujuannya, kalau untuk kepentingan rakyat tidak masalah, tapi kalau program ini buat gaduh, tolong lebih berhati-hati. Padahal, yang dibutuhkan adalah listrik murah,” tegas Eni.

Eni melihat, pernyataan Jonan yang menilai masyarakat akan lebih leluasa menggunakan listrik jika ditambah dayanya, hal ini belum tentu benar karena kebutuhan listrik masing-masing rumah tangga berbeda.

“Rakyat ini bertanya-tanya, biasa pakai 1.300 VA atau 900 VA non subsidi disuruh ke golongan 4.000 VA, masyarakat galau, abodemennya lebih mahal,” heran politisi Fraksi PG itu.

Eni memaparkan, saat ini masih 18 juta rakyat yang masih membutuhkan subsidi listrik (900 VA), dan sebanyak 2.500 desa yang belum menikmati listrik.

“Jadi, sebaiknya dana perubahan alokasi daya listrik dialokasikan untuk subsidi dan desa yang belum ada listriknya,” ungkap politikus asal dapil Jatim itu.

Tapi, lanjut Eni, kalau alokasi daya itu untuk mobil dan kompor listrik, maka pemerintah harus mengkaji terlebih dulu dan menyiapkan infrastrukturnya dengan baik. “Mobil listrik itu mahal, dan kompor listrik harus disiapkan infrastrukturnya,” imbuh Eni.

Sementara itu, Kurtubi memastikan alokasi daya itu sendiri untuk memberi kebebasan kepada masyarakat untuk konsumsi daya listrik, dan pemerintah mendorong investasi industri untuk meningkatkan lapangan kerja.

“Alokasi penambahan dan pembebasan konsumsi daya listrik itu tidak dikenai biaya. Itu terserah masyarakat. Sebab, konsumsi listrik terus meningkat, dan agar lebih produktif dan mencerdaskan,” kata politikus Fraksi Nasdem itu.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Banyak makanan-makanan di sekitar kita yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan seksual kita.

 

Bahkan tidak jarang kita sudah sering memakannya, mungkin tanpa tahu bahwa ternyata makanan tersebut memiliki efek peningkatan libido seksual.

 

Jadi bila Anda ingin bahan alami untuk meningkatkan libido, ada baiknya mulai memikirkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar Anda.

 

Berikut ini beberapa makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan libido, seperti dilansir laman Cheat Sheet, Rabu (15/11).

 

1. Cokelat

 

Sebuah penelitian di tahun 2004 menemukan bahwa wanita yang secara teratur makan cokelat, menginginkan dan menikmati seks lebih banyak daripada wanita yang tidak menyukai coklat.

 

Cobalah berbagi sebatang cokelat atau cokelat panas bersama pasangan Anda agar Anda berdua tetap dalam mood.

 

2. Alpukat

 

Vitamin B6 dalam alpukat bisa meningkatkan produksi hormon pria dan kandungan potassium membantu mengatur kelenjar tiroid wanita, membuat alpukat menjadi pendorong libido yang hebat untuk pria dan wanita.

 

 

3. Semangka

 

Untuk pendorong libido yang manis dan berair, ambil sepotong segar semangka yang kaya lycopene.

 

Pada tahun 2008, para periset di Texas A & M Fruit and Vegetable Improvement Center menemukan bahwa zat yang terkandung dalam semangka memiliki efek mirip viagra pada pembuluh darah tubuh dan bahkan bisa membantu meningkatkan libido.

 

4. Almond

 

Almond kaya seng, yang penting untuk produksi testosteron dan dorongan seks yang sehat.

 

Asam lemak esensial pada kacang almond penting bagi produksi hormon pria.

 

5. Raspberry hitam

 

Raspberry manis atau biji mereka sendiri bisa membantu pria dan wanita tetap bersemangat untuk jangka waktu yang lama.

 

 

Makanan kaya fitokimia ini meningkatkan libido dan daya tahan seksual.(fny/jpnn)

BOGOR, RadarPena.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa para generasi muda Indonesia jangan hanya pandai matematika, teknologi, fisika, atau biologi,  namun tak punya karakter dan nilai agama serta budaya yang baik. "Jangan hanya pandai matematika, teknologi, fisika biologi tapi tak punya karakter dan nilai agama dan budaya yang baik. Percuma tak ada artinya," kata Jokowi saat silaturahmi dengan pengurus pusat dan daerah Al-Irsyad Al-Islamiyah di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11). 

Dia menyatakan diterbitkannya Perpres Pendidikan Penguatan Karakter pada tahun ini agar nilai agama dan budaya Indonesia tidak tergerus budaya barat. "Anak didik kita sekarang yang mendidik bukan hanya guru, orang tua, tapi media sosial juga ikut mendidik mereka," jelas Jokowi.

Jika tidak ada pendidikan karakter di sekolah, katanya, maka akan berbahaya, apalagi saat ini sekolah-sekolah yang ada lebih banyak mengedepankan pelajaran formal.

Presiden juga menyatakan bersyukur karena ormas-ormas Islam yang diundang untuk berdialog seputar penguatan karakter dan pendidikan anak mendukung penuh pemberlakuan Perpres ini. "Ini patut kita syukuri bahwa semuanya memiliki kesadaran yang sama betapa pentingnya penguatan karakter bagi anak-anak kita," paparnya.

Dia menegaskan bahwa penguatan karekter terhadap nilai-nilai agama dan budaya bagi anak-anak bangsa sangat penting guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Presiden Joko Widodo pada 6 September 2017 lalu menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan Pendidikan Karakter dalam Perpres itu di antaranya bertujuan untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan. 

 

More Articles ...