Catat! Guru Sering Tidak Masuk dan Terlambat, Tunjangannya Bakal Dipotong

Typography

MAKASSAR, RadarPena.com - Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) Irman Yasin Limpo menegaskan bahwa, guru yang tingkat kehadirannya di sekolah kurang, atau kerap terlambat, akan dikenakan pemotongan tunjuangan.

"Pemberian tunjangan bagi guru SMA dan SMK di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan bakal diperketat. Besaran tunjangan berdasarkan absensi dan tingkat kedisiplinan." Kata Irman, Minggu (12/11)

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyusun aturan pemotongan tunjangan tersebut. Rencananya tunjangan yang akan dipotong yakni sertifikasi dan pakasi guru. Menurutnya, semua ini bisa diberlakukan. Apalagi pertimbangan atas pemberian tunjangan tersebut, tetap menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

"Rencananya itu akan mulai kita terapkan 2018 mendatang. Regulasinya sementara disusun, termasuk soal besaran tunjangan yang dipotong," ungkapnya.

Salah satu yang jadi penilaian, kata dia, yakni pengisian absensi melalui aplikasi E-Panrita. Selain itu UPTD juga akan mengevaluasi setiap bulan absensi guru yang ada di sekolah. Sesuai aturan untuk sertifikasi guru wajib mengajar 24 jam sepekan. "Kita sudah naikkan pakasinya, masih mau lagi tidak disiplin," tegas pria yang akrab disana None tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Muh Ramli Rahim merespons positif adanya rencana pemotongan tersebut. Kata dia, khusus untuk tunjangan pakasi memang ditujukan untuk kinerja guru.

Apalagi pemprov sudah menaikkan hingga guru bisa menerima pakasi Rp1,6 juta per bulan. Makanya yang tidak disiplin, lebih baik dipotong sesuai aturan yang ada. "Kecuali tunjangan seritifkasi. Itu berlaku nasional aturannya, saya kira kita perlu lihat aturan pemotongan untuk tunjangan tersebut," tambahnya. (ful/kas/jpnn)