Cabut Larangan Motor di Thamrin, Anies Ibaratkan Terowongan Mina

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan keukeuh akan mencabut larangan pengguna motor melintas di Sudirman-Thamrin. Hal itu dilakukan demi menghapus ketimpangan warga.

“Kami mengirimkan pesan kepada semua bahwa kami, gubernur dan wagub adalah untuk seluruh warga Jakarta. Dan salah satu perhatian utama kami yang sudah saya sampaikan berkali-kali di internal Pemprov DKI yaitu membereskan masalah kekurangan perhatian kami di Jakarta,” kata Anies di hadapan para ulama dan para tokoh agama di Balai Kota, Selasa(14/10).

Menurut Anies, ke depan segala kebijakan pemprov akan berpihak kepada mereka yang di bawah, miskin dan termaginalkan guna mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial di Jakarta.

“Salah satu contohnya adalah kami akan memperbolehkan motor melintasi Jalan Thamrin karena motor merupakan alat pengantar produk dari para pengusaha kecil misalnya pesanan makanan,” kata Anies.

Anies juga menilai, dengan diizinkannya kembali motor masuk Jalan Thamrin, setidaknya 480 ribu pesanan dari usaha mikro kecil yang harus melewati jalur tersebut tidak akan terhambat lagi.

"Pesanan itu diantar dari pesanan rakyat kecil, ketika kami katakan berpihak kepada yang bawah tercermin dari kebijakan,” kata Anies.

Selain itu, kata Anies, konsep kebijakannya ini berkaca dari tragedi terowongan Mina, Arab Saudi pada 1990.

Seperti diketahui, sebanyak 1.426 jamaah haji tewas akibat berdesak-desakan saat hendak melewati terowongan Mina untuk melempar jumrah. Hal itu disebabkan luas terowongan tidak sebanding dengan jumlah jamaah.

"Supaya tidak macet itu soal manajemen bukan malah dilarang. Dulu ada kejadian umat Islam di terowongan Mina 1990. Dari kejadian itu bukan berarti, oh tahun depan terowongan ditutup, tetap lewat terowongan tapi perlu manajemen," kata dia.(jpnn)

Top News