Top News

JAKARTA, RadarPena.com – Lagu Surat Cinta untuk Starla milik Virgoun itu begitu populer. Buntutnya lagu ini pun diangkat ke web series 7 episode. 

Web series yang diunggah di kanal YouTube Last Child itu menampilkan Jefri Nichol sebagai Hema dan Caitlin Halderman menjadi Starla. Di akhir diceritakan bahwa Starla mulai jatuh cinta kepada Hema.

Kisah keduanya lantas berlanjut ke versi layar lebar. Film Surat Cinta untuk Starla kembali mengangkat perjalanan hubungan mereka. Dalam film arahan sutradara Rudi Aryanto itu, latar belakang Hema dan Starla yang tak diungkap dalam web series dijelaskan. Film tersebut dijadwalkan rilis pada 28 Desember mendatang.

Menurut Caitlin, karakter Hema dan Starla mengalami pengembangan. ”Kalau di web series, Starla kan benar-benar alpha female. Di film, dia lebih banyak dibimbing Hema,” kata Caitlin saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Jakarta kemarin (16/11) bersama Nichol. Sementara itu, Hema yang pendiam di web series kini berubah lebih aktif.

Syuting dilakukan pada Agustus lalu selama 16 hari di Jakarta, Bandung, dan Purwakarta. Caitlin dan Nichol yang akrab sejak web series merasa tak kesusahan untuk memunculkan chemistry. ”Kalau lagi break, kami lebih banyak berdiskusi skenario sama adegan,” ujar Nichol.

Sejumlah kejadian berkesan dialami keduanya selama syuting film rilisan Screenplay Pictures itu. Nichol, misalnya. Dia harus belajar mengendarai mobil vintage yang koplingnya berada di dekat dasbor. Karena kondisi mobil sudah tua, mobil sering mogok. ”Pas itu mogok di Bundaran HI dan diklakson sama mobil di belakang,” lanjutnya.

Dia juga harus terbiasa membawa mesik ketik ke mana-mana. Hema memang digambarkan sebagai sosok pemuda yang suka barang-barang vintage. ”Beratnya 6 kilogram, ini tangan sampai berotot sebelah,” ucapnya, lantas tertawa.

Berbeda dengan Caitlin. Mengaku sebagai penggemar film horor, Caitlin sangat senang ketika syuting di area gerbong kereta tua. ”Rasanya seru aja bisa syuting di tempat yang bernuansa haunted,” tutur perempuan 17 tahun tersebut.

Caitlin menambahkan, Virgoun bakal muncul sebagai cameo. Dia juga menyumbang dua lagu, Surat Cinta untuk Starla dan Bukti, sebagai OST. ”Dua lagu itu sama-sama menyentuh banget dan bisa dinyanyikan untuk siapa saja, nggak harus pasangan kekasih,” imbuhnya. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Ringgo Agus Rahman menjadi salah satu bintang di film drama berjudul Satu Hari Nanti. Di film terbarunya tersebut, Ringgo berperan sebagai Din.

Din merupakan tokoh yang berprofesi sebagai pemandu wisata warga negara Indonesia di Swiss. Karakter itu tentu mengharuskannya bisa berbahasa asing.

"Menjadi tour guide jadi harus bisa bahasa Inggris, Jerman-Swiss, India, dan Thailand juga," kata Ringgo Agus Rahman di Qubicle Center, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).

Suami Sabai Morscheck ini rela belajar berbagai bahasa demi peran. Meski banyak, dia tetap bisa berdialog secara baik dalam skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, sekaligus sutradara.

"Saya belajar sedikit demi sedikit. Untungnya dibantu sama yang lain juga. Apalagi ada pemain dari Swiss juga," jelas Ringgo.

Seperti diketahui, Rumah Film bersama Evergreen Pictures segera merilis film terbaru berjudul Satu Hari Nanti. Dalam teaser trailer yang baru diluncurkan, terlihat bocoran seperti apa konflik yang dialami berbagai karakter yang terlibat dalam drama tersebut.

Film Satu Hari Nanti bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss. Baik dalam lingkup cinta, keluarga maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.

Dienan Silmy selaku produser mengungkapkan bahwa Satu Hari Nanti merupakan film hasil kerjasama kedua negara, yakni Indonesia dan Swiss. Sehingga syuting seutuhnya dilakukan di Swiss selama 26 hari.

"Kami dapat kesempatan yang baik diberi peluang untuk bisa shooting di sama, tidak mudah untuk shooting di Swiss. Kami melalui proses dan seleksi panjang untuk mendapatkan izin di sana hingga bisa berkerjasama dengan Swiss dan filmmakernya,” ujar Dienan Silmy.

Nama Salman Aristo didaulat sebagai sutradara film tersebut. Dia menjelaskan bahwa kekuatan film Satu Hari Nanti bukan semata terletak pada keelokan negeri Swiss, melainkan juga pada cerita dan karakternya.

"Film ini tidak sekadar menampilkan pemandangan, namun juga cerita yang indah. Swiss jadi latar, cerita tetap berjalan sebagaimana mestinya, tentang kehidupan pencarian makna, jati diri, dan cinta yang lain," ungkapnya.

Film yang diproduksi pada akhir tahun lalu itu mengambil berbagai lokasi terkenal di Swiss, yaitu Thun, danau Interlaken, Zurich, Bern, dan tidak ketinggaan lokasi yang menjadi favorit para wisatawan, sekaligus gunung tertinggi di Eropa, yakni Jungfraujoch.

Satu Hari Nanti dibintangi oleh Adinia Wirasti (Alya), Ringgo Agus Rachman (Din), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima). Serta tidak ketinggalan, selain aktor dan aktris muda ternama tanah air, film ini juga didukung oleh sineas kawakan senior yaitu Donny Damara yang berperan sebagai ayah Alya.

Film Satu Hari Nanti bakal tayang mulai 7 Desember 2017 di bioskop tanah air.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Justice League sudah mulai tayang di bioskop tanah air, Rabu (15/11). Namun apakah film ini mampu mendongkrak franchise DC Extended Universe (DCEU)?

Berawal dari Batman v Superman (2016) yang dihujat habis-habisan karena plotnya kacau. Zack Snyder dituntut mundur dari kursi sutradara Justice League oleh fans.

Dia bersama sang istri, Debora, yang merupakan produser Justice League akhirnya benar-benar mundur akibat tragedi keluarga. Snyder diganti Joss Whedon.

Namun, masalah belum berakhir. Ketika harus melakukan syuting ulang beberapa adegan, muncul problem kumis Superman.

Cavill harus menjalani syuting Mission: Impossible 6 yang mengharuskan dirinya memakai kumis. Kumis pun dihapus dengan CGI. Ruwet! Tidak mengherankan, semua bersyukur lantaran Justice League akhirnya siap tayang.

Untungnya, banyak yang bisa diharapkan! Justice League laris dipuji kritikus. Media sosial dibanjiri komentar positif.

Sejumlah media entertainment sepakat, film itu bakal menjadi penyelamat baru DCEU, mengikuti Wonder Woman yang meraup sukses besar Juli lalu.

Rotten Tomatoes menyatakan, Justice League sangat menghibur. Christopher Campbell, editor situs review tersebut, menjelaskan bahwa sejauh ini, film berbujet USD 300 juta itu (sekitar Rp 4 triliun) mendapat rata-rata skor Tomatometer 50 persen.

”Tidak sempurna, namun jelas sangat menghibur. Terlepas dari ulasan yang beragam, reaksi awal di media sosial sangat positif,” paparnya.

Rotten Tomatoes baru akan merilis rating final pada Kamis sore (16/11), tujuh jam sebelum penayangan pertama di AS. Sejauh ini, baru IMDb yang merilis skor untuk Justice League, yakni 8,7.

Secara umum, para kritikus menyatakan Justice League jauh lebih baik ketimbang Batman v Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad.

Erik Davis, kritikus Fandango, menyatakan bahwa film tersebut lebih ringan ketimbang dua film pendahulunya. Namun, kisahnya lebih padat dan tidak bertele-tele.

”Kalau kalian datang nonton Justice League buat melihat superhero DC favoritmu beraksi dan jadi jagoan, kalian bakal mendapatkannya. Banyak action. Banyak superhero yang menjadi superhero,” papar Davis. Hal serupa ditegaskan kritikus untuk Fox, Kevin McCarthy.

Menurut dia, banyak momen dalam film yang sangat identik dengan versi komiknya. Bahkan, bakal membuat fans berat komik DC baper. ”Kesimpulannya: Justice League menakjubkan!” paparnya.

Rob Keyes dari ScreenRant juga menyatakan, film yang bakal menampilkan Aquaman, Cyborg, dan The Flash itu adalah salah satu favoritnya.

Sementara itu, Senin malam (kemarin siang WIB), world premiere digelar di Hollywood Boulevard, Los Angeles. Keenam cast utama –Ben Affleck (Batman), Henry Cavill (Superman), Gal Gadot (Wonder Woman), Ray Fisher (Cyborg), Ezra Miller (The Flash), dan Jason Momoa (Aquaman)– hadir menyapa fans di karpet merah.

Ada juga beberapa pemeran pendukung seperti Amber Heard (Queen Mera), Diane Lane (Martha Kent, ibu Superman), dan Joe Morton (Silas Stone, ayah Cyborg). Plus J.K. Simmons, pemeran Komisioner Gordon.

Mereka berharap fans menyukai kerja keras mereka di Justice League. ”Aku enggak sabar melihat kalian menyaksikan film ini. Aku berdoa kalian menyukainya,” kata Miller.

Sementara itu, Fisher menjelaskan, dirinya berterima kasih kepada fans yang antusias menyambut setiap rilis teaser, trailer, hingga film.

”Thank you, thank you, thank you, thank you, thank you! Film ini adalah gabungan keyakinan kalian kepada kami (para cast dan tim produksi) dan kerja keras kami,” ucapnya. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia (FFI) 2017, sutradara Riri Riza, mengatakan dalam festival tahun ini dewan juri melakukan penilaian menggunakan sistem yang terawasi. "Juri bekerja menilai secara daring maupun luar jaringan. Ini sistemnya sudah canggih dan data yang masuk semua sangat bisa diawasi. Penilaian oleh juri juga dilakukan secara sendiri-sendiri. Tidak ada diskusi di antara mereka. Jadi unsur objektivitas dan subjektivitas masing-masing juri terjaga," kata Riri di Jakarta, Sabtu (11/11).

Sutradara yang mengerjakan film-film seperti "Petualangan Sherina", "Laskar Pelangi", dan "Gie" itu mengatakan bahwa 80 persen juri FFI 2017 dipilih berdasarkan rekomendasi dari asosiasi dan sisanya merupakan juri mandiri yang terdiri atas akademisi, kritikus, dan orang-orang yang berkecimpung di media massa dan perfilman. 

"Kita menginginkan juri yang direkomendasikan adalah mereka yang pernah dinominasikan di FFI. Mereka adalah orang-orang yang profesional, yang sudah diakui prestasinya. Syukur-syukur pernah menerima Piala Citra," jelasnya.

Peraih Piala Citra kategori sutradara terbaik pada FFI 2016 itu menjelaskan, film yang dipilih sebagai penerima penghargaan adalah film yang memenuhi tiga kriteria besar yakni gagasan jernih dan tema konstektual, pencapaian teknis dan estetika tinggi, serta dikerjakan secara profesional. Malam penganugerahan Festival Film Indonesia 2017 akan digelar Sabtu (11/11) malam ini. Sebanyak 21 film masuk nominasi dalam 22 kategori penghargaan FFI yang telah diumumkan pada Malam Nominasi FFI 2017 pada 5 Oktober.

Nominasi penerima penghargaan film terbaik tahun ini meliputi "Pengabdi Setan", "Posesif" dan "Kartini",  "Night Bus" dam "Cek Toko Sebelah". Sutradara film-film itu, seperti Joko Anwar (Pengabdi Setan), Hanung Bramantyo (Kartini), Edwin (Posesif), dan Emil Heradi (Night Bus) masuk nominasi peraih penghargaan kategori sutradara terbaik.  Persaingan meraih penghargaan pemeran utama terbaik melibatkan aktor Adipati Dolken (Posesif), Deddy Sutomo (Kartini), Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah) dan Teuku Rifnu Wikana (Night Bus) , sementara Adinia Wirasti (Critical Eleven), Putri Marino (Posesif), Sheri Sheinafia (Galih dan Ratna), Tatjana Saphira (Sweet 20) dan Dian Sastrowardoyo (Kartini) bersaing meraih penghargaan untuk aktris terbaik. Proses penjurian yang melibatkan 75 juri dilakukan selama dua pekan mulai 10 hingga 24 Oktober 2017. 

 

MANADO, RadarPena.com - Ketua Panitia Lokal pelaksanaan Festival Film Indonesia (FFI) 2017 di Manado, Sulawesi Utara, Rita Dondokambey-Tamuntuan mengatakan, tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah keragaman Indonesia.

"Tema tersebut dipilih sebagai upaya FFI ikut memberikan peran positif terhadap isu sosial dan toleransi yang sedang hangat di masyarakat Indonesia," kata Rita di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/11).

Dia memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan bagi provinsi berpenduduk lebih dari 2,5 menjadi lokasi penyelenggaraan FFI 2017. "Kami sangat mendukung dan mengapresiasi atas pelaksanaan event FFI di Kota Manado. Tentunya kita akan terus berkoordinasi bersama panitia pusat demi suksesnya kegiatan ini," jelasnya. 

Istri Gubernur Olly Dondokambey itu menambahkan, koordinasi akan terus dilakukan dengan panitia pusat sehingga kegiatan nasional yang digelar 11 November itu sukses diselenggarakan.  "Kita berkoordinasi mengatur tamu ataupun undangan dan persoalan teknis acara, termasuk siaran on air TV," paparnya.

Ketua Panitia FFI 2017 Leni Lolang menjelaskan persiapan penyelenggaraannya sudah matang. Terkait dengan penyelenggaraan kegiatan ini, di ruangan WOC Kantor Gubernur digelar konferensi pers persiapan FFI 2017 bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, Kepala Dinas Kebudayaan Fredrik Rotinsulu dan perwakilan EO Ferdi P.

 

JAKARTA, RadarPena.com - Sudah hampir dua pekan Thor: Ragnarok diputar di Indonesia. Meski demikian, film tersebut masih menjadi pilihan utama mayoritas moviegoers ketika ke bioskop.

Selama akhir pekan, film yang dibintangi Chris Hemsworth dan Tom Hiddleston itu mengumpulkan pendapatan USD 121 juta atau setara Rp 1,63 triliun.

Jika digabung dengan pendapatan di mancanegara, hingga kemarin Thor: Ragnarok telah membukukan USD 427 juta atau Rp 5,77 triliun.

Angka itu fantastis. Film besutan Taika Waititi tersebut menembus empat besar film dengan box office pekan pertama tertinggi tahun ini.

Juga, hampir menyamai pendapatan keseluruhan film pertama Thor! Seri perdana franchise yang tayang pada 2011 itu membukukan total pendapatan USD 449 juta atau Rp 6,07 triliun.

Tentu banyak faktor yang membuat seri ketiga tersebut sangat dicintai penonton (langsung dapat rating A dari CinemaScore). Pemeran villain cewek yang badass, Cate Blanchett, patut mendapat kredit.

Namun, faktor utama tidak lepas dari tangan dingin sutradara Taika Waititi yang memakai pendekatan baru buat Ragnarok. Yakni, lucu.

’Disney dan Taika bekerja dengan sangat pintar. Mereka tak perlu menunggu 10 tahun untuk mengubah image franchise Thor,’’ kata Paul Dergarabedian, analis ComScore, kepada CNBC.

’’Bagi mereka, tidak haram untuk mengubur masa lalu yang tidak sukses dan menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda. Film ketiga ini sangat tidak diduga,’’ lanjutnya.

Waititi adalah sutradara yang fun. Pembawaannya riang. Dia suka membuat film-film lucu bertema aneh seperti What We Do in the Shadows (2014) dan Hunt for the Wilderpeople (2016).

So, ketika diminta mengarahkan Thor: Ragnarok, dia sudah berencana membuat tone film itu jadi lucu. Gelap, ya. Tetapi harus lucu. Ala Guardians of the Galaxy yang dua-duanya sukses besar karena lucu.

Rencana tersebut ditunjang promo yang sukses. Dalam trailer yang beredar, unsur lucu menjadi senjata utama selain Hela. Dialog Thor dan Hulk (Mark Ruffalo) yang konyol, misalnya, menggoda fans sejak beberapa bulan sebelum film tayang.

’’Ketika formula di film kedua Thor: The Dark World gagal, Waititi makin pede mengubah film ini jadi komedi,’’ kata Jonathan Cohen, principal brand analyst di Amobee, kepada Fox.

Memang, ketika nonton Ragnarok, hal yang paling berkesan adalah lucunya. Ada lucu dialog, lucu situasi, serta lucu slapstick. Komplet. Bikin terpingkal-pingkal sejak awal hingga after-credit kedua.

Namun, fans yang berharap film tersebut menjadi pengantar untuk Avengers: Infinity War mungkin tidak puas. ’’Hanya sekitar 20 persen konten film ini yang berkaitan dengan Avengers,’’ tutur Cohen. (jpnn)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Sejak dirilis Netflix pada Jumat (27/10), serial Stranger Things musim kedua garapan Ross dan Matt Duffer digeruduk jutaan penonton televisi (atau smartphone!). Binge-watching alias nonton maraton terjadi di seantero AS dan negara-negara lain.

Nielsen mencatat, serial yang dibintangi Winona Ryder dan Millie Bobby Brown tersebut ditonton 15,8 juta orang hanya dalam tiga hari penayangan. Angka itu hanya didapat di AS.

Pada hari pertama, 361 pelanggan Netflix menghabiskan kesembilan episode pada musim kedua sekaligus! Jika ditotal, rata-rata setiap episode musim kedua ini ditonton 4 juta penonton.

Reaksi penonton memang beragam. Namun, secara umum, mereka puas karena musim kedua ini menyajikan cerita yang lebih dalam dan kompleks. Kepala polisi Jim Hopper dan anak-anak Hawkins masih berurusan dengan monster dari Upside Down.

Namun, pengembangan karakter dan eksplorasi cerita setiap tokoh cukup menjanjikan. Ending-nya, well, tentu saja kembali dibuat menggantung. Sebab, si kembar Matt dan Ross sudah menyiapkan musim ketiga. Yay!

Ketika musim kedua dirilis 10 hari lalu, produser eksekutif Shawn Levy menyatakan bahwa serial itu mungkin bakal berlanjut sampai musim kelima.

’’Faktanya, kami merencanakan membuat empat musim dan sangat mungkin akan ada yang kelima,’’ kata Levy kepada Entertainment Weekly. Sambil menunggu, apa saja yang kita tahu tentang musim ketiga sejauh ini? (jpnn)

ROMA, RadarPena.com - Film berjudul Da'wah menuai banyak pujian di Festival Del Cinema, Roma, Italia.  Film yang menggambarkan Islam yang tak mengajarkan kekerasan ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari di pondok pesantren Indonesia karya sutradara Italia, Italo Spinelli, itu tayang pada Sabtu (4/11). 

Studio berkapasitas lebih dari 300 orang di kawasan pertunjukan seni terkemuka kota Roma, Auditorium Parco della Musica, penuh saat film Da'wah ditayangkan. Tepuk tangan meriah pun membahana panjang begitu film usai.

Sehari sebelum penayangan, tiket pertunjukan yang juga dijual secara online telah habis. Animo warga Roma cukup mengejutkan terhadap film yang gambar-gambarnya diambil di Pesantren Dalwa di Pasuruan, Jawa Timur.

Pembuat film kawakan Italo Spinelli selama sembilan hari penuh mengikuti seluruh kegiatan siswa pesantren, termasuk proses belajar-mengajarnya.

"Saya belajar banyak selama proses pembuatan film ini. Berbeda dari persepsi sebagian orang terhadap Islam, pengajaran agama yang diberikan kepada para murid justru tidak mendukung adanya tindak kekerasan," kata Italo Spinelli.  

Dia menuturkan bahwa para guru di pesantren tersebut justru menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada sekitarnya. 

Ketika ditanya mengenai hal menarik yang dia temui selama pembuatan film, Spinelli berbicara mengenai konsep jihad yang dia temui selama penggarapan dokumenter.

"Bahwa jihad yang sesungguhnya adalah perlawanan terhadap emosi diri sendiri, bukan musuh dari luar," katanya.

Ide pembuatan film tersebut, muncul saat Spinelli berkunjung ke Indonesia untuk membuat film lain beberapa tahun lalu.  Direktur festival film Asia terbesar di Roma, Asiatica Film Festival, menggalang kerja sama dengan produser eksekutif Sapta Nirwandar dan Irsyad Yusuf serta produser Budiarman Bahar dan juga didukung oleh Pemerintah Daerah Pasuruan.

Panitia Festival di Roma menilai film Dakwah bagus dari segi sinematografi dan narasi ceritanya. Maestro film peraih piala Oscar, Bernardo Bertolucci, yang memberikan pengantar sebelum penayangan film, juga menyampaikan kekagumannya pada kepiawaian Spinelli bercerita dan menggambarkan kehidupan madrasah di Indonesia lewat film ini.

Sutradara film The Draemers, The Last Emperor, juga The Last Tango in Paris itu pun mengharapkan agar para guru dan murid sekolah bisa menyaksikan film ini.

Sang produser, Sapta Nirwandar mengungkap bahwa film ini sengaja banyak diputar di Eropa karena pesannya lebih tepat untuk masyarakat Barat.

Dia menilai pesan yang terekam dalam film Dakwah lebih cocok untuk memberikan pemahaman kepada publik Barat yang sebagian masih berpandangan sempit dalam melihat Islam. Kehidupan pesantren yang begitu sederhana, menurut Sapta, memberi kesan khusus bagi masyarakat Barat.

Dalam pembuatan film tersebut, pihaknya mengaku sama sekali tidak memberikan intervensi terhadap kreativitas Italo sebagai sutradara dan kru-nya.

Awak yang terlibat dalam pembuatan film ini, menurut Sapta, sudah memberi simbol Islam yang menghargai keragaman.

"Ini film tentang pesantren, tapi Italo sebagai sutradara adalah non Muslim,” katanya. 

Duta Besar RI untuk Vatican, Agus Sriyono, mengungkapkan bahwa memang film Da'wah ini membawa pesan yang lebih universal.

Dia menilai film ini sangat bagus untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia.

Pada malam pemutaran itu, selain agus juga hadir Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani.

Esti mengungkapkan bahwa antusiasme publik Italia ini memberi gambaran soal keinginantahuan mereka soal Islam di Indonesia. Film Dakwah rencananya akan diputar di 10 kota di Italia.(jpnn)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Film terbaru komedian Raditya Dika segera hadir. Film teranyar itu diberi judul TARGET. Raditya mengumumkan judul film barunya lewat media sosial Instagram. Penulis, komedian, aktor, sutradara, dan YouTuber itu mengunggah poster mengenai film terbarunya itu.

Di sana tertulis film TARGET diproduseri oleh Sunil Soraya. Sementara Raditya Dika bertindak sebagai sutradara. Film itu direncanakan tayang pada tahun 2018.

Tidak banyak bocoran yang disampaikan Raditya Dika terkait film barunya. Hanya aja dia memastikan produksi film ini tidak akan ditampilkan dalam vlog miliknya.

"Btw film ini gak akan ada vlog syutingnya," tulis Raditya Dika di akun @raditya_dika.

TARGET menjadi film kesekian yang digarap Raditya Dika. Sebelumnya pria 32 tahun itu telah sukses menyajikan Kambing Jantan: The Movie (2009), Cinta Brontosaurus (2013), Cinta Dalam Kardus (2013), Manusia Setengah Salmon (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Malam Minggu Miko The Movie (2014), Single (2015), Koala Kumal (2016), Hangout (2016), dan The Guys (2017).

Pada Maret 2017, Raditya Dika mengungkapkan bahwa dirinya ingin istirahat memproduksi film hingga akhir tahun ini. Dia memilih santai dan fokus memelihara kucing.

"Gue akan break bikin film setahun buat pelihara kucing gue," kata Raditya Dika usai jumpa pers film The Guys di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3) lalu. (jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Salah satu film klasik yang diperankan masterpiece komedian legendaris Benyamin S yang bakal didaur ulang. Film tersebut adalah Benyamin Biang Kerok.

"Official Poster Teaser Benyamin Biang Kerok | Coming soon! #BenyaminBiangKerok," tulis pihak Falcon Pictures sebagai rumah produksi di Instagram.

Caption tersebut melengkapi official teaser poster Benyamin Biang Kerok. Dari poster tersebut, terjawab sudah siapa yang akan memerankan sosok Benyamin. Dia adalah aktor Reza Rahadian.

Pada poster itu terlihat wajah Reza Rahadian dengan mimik kocak ala Benyamin. Kumis dan senyumnya jelas menirukan karakter Benyamin yang telah meninggal pada 1995 silam.

Belum banyak informasi yang disampaikan Falcon Pictures. Hanya saja dalam poster itu diketahui juga bahwa film Benyamin digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo. Film dengan judul Benyamin Biang Kerok direncanakan tayang di bioskop pada 2018.

Benyamin menjadi tokoh penting kesekian yang diperankan Reza Rahadian. Dia sebelumnya sudah punya riwayat sebagai aktor dalam film biopik.

Peraih Piala Citra itu pernah memerankan BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun serta Rudy Habibie. Reza Rahadian juga pernah menjadi Oemar Said Tjokroaminoto dalam film Guru Bangsa Tjokroaminoto garapan Garin Nugroho.

Benyamin Biang Kerok versi orisinal dirilis pada 1972 silam. Film arahan sutradara Nawi Ismail itu dianggap sebagai salah satu film terbaik sang maestro komedi Betawi. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Hujan Bulan Juni akan segera hadir di seluruh bioskop tanah air. Film drama tersebut merupakan hasil adaptasi novel legendaris berjudul sama, karya Sapardi Djoko Darmono.

Hestu Saputra sebagai sutradara mengatakan bahwa tugas membuat film Hujan Bulan Juni cukup berat. Dia dituntut menerjemahkan puisi dan novel karya Sapardi Djoko Damono yang sudah sangat terkenal menjadi sajian film yang menyenangkan.

"Kemudahan dan poin besarnya dalam ini yakni kami di-support Pak Sapardi. Dia membebaskan kami untuk mengalihwahanan karyanya jadi film," kata Hestu Saputra, Selasa (31/10)

Berbagai komunikasi dilakukan Hestu Saputra dengan Sapardi Djoko Darmono. Dia menanyakan konten penting dari puisi atau novel yang harus dimasukkan ke dalam film. Meski demikian, tidak ada intervensi di antara keduanya. Sapardi bahkan membebaskan Hestu untuk mengembangkannya.

"Enggak ada intervensi karena beliau percaya film punya wahana sendiri. Makanya saya bikin agar orang bisa menikmati puisi lewat film," ucapnya.

"Kami masukkan 9 puisi, termasuk judul populer Aku Ingin Mencintaimu. Pokokny puitis tapi tetap bisa dinikmati," imbuh Hestu.

Naskah film Hujan Bulan Juni ditulis oleh Titien Wattimena. Menurut Hestu, pengerjaan naskah berlangsung selama satu tahun. Sementara syuting berlangsung satu bulan. Pengambilan dilakukan seminggu di Jepang, Manado selama 17 hari, dan selebihnya di Jakarta.

"Kami juga syuting karena Sakura penting dalam karakter Pinkan. Jadi harus di Jepang," jelasnya.

Hujan Bulan Juni mengisahkan hidup Pingkan (Velove Vexia) yang merupakan gadis campuran Manado dan Jawa. Dia menjalin hubungan tanpa status dengan pria Jawa bernama Sarwono (Adipati Dolken).

Polemik muncul saat Pingkan yang merupakan dosen muda Sastra Jepang di Universitas Indonesia mendapatkan tugas belajar ke Negeri Sakura. Dia ditemani Katsuo (Koutaro Kakimoto), orang asal Jepang yang belajar di Indonesia. Sementara Sarwono pun tidak rela orang yang disayang pergi.

Selain pemain di atas, Hujan Bulan Juni juga dibintangi Baim Wong, Ira Wibowo, Sundari Soekotjo, Jajang C Noer, Sapardi, dan lainnya.

Film Hujan Bulan Juni mulai tayang pada 2 November 2017 mendatang di seluruh bioskop tanah air.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Justice League baru akan dirilis pertengahan bulan depan. Namun untuk penjualan tiket sudah dibuka melalui Fandango sejak Kamis (26/10).

Untuk menarik minat, situs penjualan tiket daring itu memberikan bonus poster eksklusif bagi pembeli yang beruntung. Optimisme pun meningkat.

Sebagaimana dikutip Deadline, Warner Bros, yakin film tersebut bisa meraup pendapatan USD 110 juta–USD 120 juta di Amerika Utara.

Mereka juga tak ragu memasang target duduk di puncak box office dan menggeser Thor: Ragnarok yang tayang dua minggu lebih awal.

Target itu sebetulnya tak terlalu mengejutkan, mengingat catatan angka pembukaan di Amerika Utara yang dicatat film-film jagat DC sebelumnya.

Empat film yang tayang sebelum Justice League adalah Man of Steel (USD 116 juta atau Rp 1,58 triliun), Batman v Superman: Dawn of Justice (USD 166 juta atau Rp 2,26 triliun), Suicide Squad (USD 133 juta atau Rp 1,81 triliun), dan Wonder Woman (USD 103 juta atau Rp 1,4 triliun). (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Thor kembali beraksi. Film ketiganya yang berjudul Thor: Ragnarok rilis pekan ini di 35 negara. Termasuk Indonesia yang tayang mulai, Rabu (25/10). Sementara itu, di Amerika Utara, film arahan Taika Waititi tersebut diputar 3 November mendatang.

Berbagai review positif mengalir untuk film berdurasi 130 menit itu. Sampai tadi malam, Ragnarok masih menjadi film Marvel terbaik di Rotten Tomatoes dengan skor 98 persen. Selanjutnya, di IMDb poinnya mencapai 7.9. Tidak heran jika film tersebut ditarget mencatat pekan pembuka pasar mancanegara yang tinggi. Yakni, USD 85 juta–USD 100 juta (Rp 1,154 triliun–Rp 1,358 triliun).

’’Bahkan, ada yang berujar bisa di atas USD 100 juta. Namun, susah untuk mengetahui nominal pasti penghasilan internasional karena tracking-nya sulit,’’ papar sumber Marvel Studios sebagaimana dikutip Deadline.

Ragnarok bercerita tentang kehancuran planet tempat tinggal Sang Dewa Petir, Asgard. Kelam seharusnya. Namun, Waititi mampu menghadirkannya dengan kemasan yang ringan dan berwarna lebih cerah.

Selain itu, meski genrenya tetap film aksi superhero, unsur komedinya begitu kuat. Penonton memang tidak dibuat terbahak tanpa henti sepanjang film. Tetapi, Waititi bisa menjaga ritme dan mood penonton untuk ’’bersenang-senang’’ menikmati film tersebut.

’’Film itu condong ke Guardians (of the Galaxy, Red), baik untuk tone film maupun pendapatannya,’’ ungkap kolumnis Deadline Nancy Tartaglione.

Sementara itu, di pasar Amerika Utara, Ragnarok dipercaya menjadi penolong pendapatan bioskop yang turun Oktober ini. Menurut analisis comScore, pendapatan sepanjang bulan ini turun 5 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. ’’Hanya IT yang meraih pembukaan di atas USD 100 juta bulan ini,’’ papar Paul Dergarabedian, analis senior media comScore.

Sepanjang 2017, selain IT, hanya ada empat film lain yang pendapatannya menembus angka tersebut. Yakni, Beauty and the Beast, Wonder Woman, Spider-Man: Homecoming, dan Guardians of the Galaxy Vol. 2. Dengan semua bekal penilaian bagus yang dikantongi, hampir dipastikan Ragnarok juga masuk dalam daftar itu. 

JAKARTA, RadarPena.com - Film horor Pengabdi Setan bakal menghantui masyarakat Internasional. Film karya Joko Anwar itu bakal tayang di Malaysia, Jepang, Polandia, hingga negara Amerika Latin.

Pengumuman kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh sutradara Joko Anwar. Dia menyebut Pengabdi Setan sudah dipasarkan ke berbagai negara.

"Pengabdi Setan telah terjual ke negara-negara di Amerika Latin, Polandia, Jepang, Malaysia, dan segera di negara-negara lain. Alhamdulillah," tulis Joko Anwar di akun Instagram milikya.

Film Pengabdi Setan memang tengah ramai dibicarakan. Catatan positif dalam hal jumlah penonton juga terus diukir. Bahkan film itu telah meraup lebih dari 3 juta penonton.

Hingga 20 Oktober 2017, film Pengabdi Setan sukses mendapat 3.262.078 penonton. Jumlah itu didapat hanya dalam 23 hari penayangan, yakni sejak 28 September 2017 lalu.

Angka 3.262.078 sudah cukup untuk mengantarkan Pengabdi Setan menembus lima besar film paling laris sepanjang 2017. Sejauh ini, produksi Rapi Films itu berada di posisi kedua.

Dari data laman Film Indonesia, Pengabdi Setan masih berada di bawah raihan Warkop DKI Reborn Part 2 dengan 4.083.190 penonton. Sementara posisi ketiga ditempati oleh film Danur: I Can See Ghosts, dengan 2.736.157 penonton. Diikuti oleh Jailangkung dengan 2.550.271 penonton, serta Surga Yang Tak Dirindukan pada posisi lima besar dengan 1.637.472 penonton.

Dalam lain hal, angka penonton yang dicapai Pengabdi Setan telah cukup untuk mengantarkan film tersebut menjadi film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Sebelumnya posisi itu ditempati film Danur: I Can See Ghost dengan perolehan 2.736.157 penonton.

Pengabdi Setan tidak hanya sukses dari segi penonton. Film ini juga sukses masuk dalam 13 kategori Festival Film Indonesia 2017 yang diumumkan 5 Oktober lalu.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Pengabdi Setan terus mendapat apresiasi dari masyarakat. Film horor karya Joko Anwar itu hingga kini telah meraup lebih dari 3 juta penonton.

Hingga 17 Oktober 2017, film Pengabdi Setan sukses mendapat 3.028.565 penonton. Jumlah itu didapat hanya dalam 20 hari penayangan, yakni sejak 28 September 2017 lalu.

"Teman-teman, ini jumlah penonton Pengabdi Setan sampai dengan kemarin ya. Terima kasih," tulis Joko Anwar di akun Instagram miliknya, Rabu (18/10).

Angka 3.028.565 sudah cukup untuk mengantarkan Pengabdi Setan menembus lima besar film paling laris sepanjang 2017. Film produksi Rapi Films itu berada di posisi kedua sejauh ini. Dari data laman Film Indonesia, Pengabdi Setan masih berada di bahwa raihan Warkop DKI Reborn Part 2 dengan 4.083.190 penonton. Sementara posisi ketiga ditempati oleh film Danur: I Can See Ghosts dengan 2.736.157 penonton. Diikuti oleh Jailangkung dengan 2.550.271 penonton, serta Surga Yang Tak Dirindukan pada posisi lima besar dengan 1.637.472 penonton.

Sementara itu, angka penonton yang dicapai Pengabdi Setan telah cukup untuk mengantarkan film tersebut menjadi film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Sebelumnya posisi itu ditempati film Danur: I Can See Ghost dengan perolehan 2.736.157 penonton.

Film Pengabdi Setan memang sukses mencuri perhatian publik sejak diedarkan. Selain menjadi perbincangan di media sosial, karya Joko Anwar itu juga meraih angka penonton sangat baik.

Jumlah penonton film Pengabdi Setan tersebut dipastikan bisa terus bertambah. Sebab film itu masih tayang di seluruh bioskop tanah air.

Tidak hanya soal jumlah penonton, Pengabdi Setan juga sukses masuk dalam 13 kategori Festival Film Indonesia 2017 yang diumumkan 5 Oktober lalu.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Angelina Jolie akan membintangi film Disney terbaru berjudul The One and Only Ivan. Aktris 42 tahun itu terikat untuk mengisi suara tokoh kunci dalam adaptasi buku anak Katherine Applegate yang akan datang dengan nama yang sama.

Dilansir laman The Hollywood Reporter pada Selasa (17/10), Angelina Jolie akan menyuarakan karakter bernama Stella. Selain itu dia juga berperan sebagai salah satu produser. Thea Sharrock (Me Before You) duduk di belakang lensa dan Mike White menulis naskahnya. Buku ini akan diadaptasi menjadi film hibrida live-action.

Buku Katherine Applegate mengikuti seekor gorila silverback bernama Ivan yang tinggal di sebuah kandang di sebuah pusat perbelanjaan bersama seekor gajah bernama Stella dan seekor anjing liar bernama Bob.

Ivan tidak ingat kehidupan sebelumnya, tapi semua berubah saat ketika seekor bayi gajah bernama Stella datang. Saat bangkit Ivan mendapati Stella merawatnya, kemudian dia mulai menemukan kembali kehidupan sebelumnya dan menyusun sebuah rencana untuk membawa bayi gajah menjauh dari pemiliknya yang kasar.

Novel tersebut memenangkan Medali Newberry pada tahun 2013. Digambarkan oleh Patricia Castelao dan diterbitkan oleh HarperCollins pada tahun 2011, buku ini didasarkan pada kisah nyata tentang seekor gorila bernama Ivan, yang menghabiskan 27 tahun di sebuah pusat perbelanjaan Washington sebelum dipindahkan ke kebun binatang di Atlanta.

Sementara Angelina Jolie tidak asing dengan film animasi. Dia pernah mengisi suara untuk seri Shark Tale dan Kung Fu Panda.

Aktris ini juga baru saja merilis film arahan terakhirnya bertajuk First They Tilled My Father: A Daughter of Cambodia Remembers. Dia juga diharapkan juga bisa kembali untuk Disney Maleficent 2.

"Saya sekarang menjadi pencari nafkah untuk keluarga, jadi inilah saatnya," kata Angelina Jolie.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Selama 13 hari tayang atau sejak dirilis pada 28 September 2017 lalu, jumlah penonton Pengabdi Setan sudah tembus 2 juta orang. 

"Terima kasih teman-teman yang sudah jadi bagian dari 2 juta penonton Pengabdi Setan. Hormat saya buat kalian," tulis Joko Anwar di akun Instagram miliknya, Rabu (11/10).

Jumlah penonton film Pengabdi Setan tersebut dipastikan bisa terus bertambah. Sebab film produksi Rapi Films itu masih tayang di seluruh bioskop tanah air.

Sejak melakukan penayangan, Pengabdi Setan memang mendapat respons baik dari pengamat dan penggemar film. Sejumlah komentar positif pun muncul untuk film horor tersebut di media sosial.

Tidak hanya itu, Pengabdi Setan juga sukses masuk dalam 13 kategori Festival Film Indonesia 2017 yang diumumkan 5 Oktober kemaren.

Pengabdi Setan merupakan film produksi ulang dari film horor berjudul sama yang dibuat Rapi Films pada 1980 silam. Film kali ini melibatkan Tara Basro serta pemain lain seperti Bront Palarae, Egi Fedly, Ayu Laksmi, Fachri Albar, dan Asmara Abigail. (jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Episode kedelapan dari saga luar angkasa Star Wars: The Last Jedi bakal dirilis dua bulan lagi.

Trailer penuh perdana The Last Jedi sudah dilempar Lucasfilm kemarin, Selasa (10/10).

Banyak bocoran dalam video berdurasi 2 menit 35 detik itu. Antusiasme para fans pun semakin membara. 

Ini yang membuat penasaran di trailer perdana The Last Jedi:

1. Porg

”Kalau di film ini ada satu porg saja yang mati, akan kubakar franchise Star Wars sampai ke akar-akarnya!” Begitulah cuit seorang fans di Twitter. Apa sih makhluk imut yang super menggemaskan itu? Porg adalah spesies burung laut asli Ahch-To. Suaranya tidak kalah imut (dan sedikit annoying). Empire menyebut suara porg sebagai perpaduan chinchilla (sejenis tikus) dan ayam.

2. Rubah Salju

Banyak makhluk baru yang muncul di trailer. Selain porg, ada makhluk berwarna putih, berkaki empat, dan memiliki ekor. Mereka muncul di Crait, tempat First Order menyerang Resistance. Bentuknya mirip dengan rubah salju, tapi terbuat dari es. Belum diketahui nama makhluk itu dan kaitannya dengan cerita. Tapi, tidak apa-apa, level imutnya sama dengan porg.

3. Kendaraan Baru

Selain AT-AT (all terrain-armored transport), di trailer muncul AT-M6 (all terrain megacaliber six). Ia lebih besar daripada AT-AT, tapi mampu begerak lebih cepat dan membantu menstabilkan meriam.

4. Finn vs Captain Phasma

Dalam event D23 Mei lalu, John Boyega yang memerankan Finn berkata, ”Aku akan bertempur melawan musuh yang sangat kuat.” Dia melirik Gwendoline Christie, pemeran Captain Phasma. Benar, scene keduanya head-to-head sudah terlihat di trailer.

5. Duka Luke

Ada adegan Luke Skywalker dan R2-D2 berdiri di depan bangunan yang terbakar. Sepertinya itu adalah kilas balik peristiwa ketika Kylo Ren menghancurkan upaya Luke membangun Jedi generasi baru. Itu paralel dengan ucapan Luke ke Rey tentang ”kekuatan yang mentah” tersebut.(jpnn)

NEW YORK, RadarPena.com - Lima hari setelah skandal seks Harvey Weinstein meledak di media, istri sang produser itu akhirnya meninggalkannya. "Hatiku hancur melihat para wanita yang menderita akibat tindakan yang tak termaafkan ini. Saya memilih meninggalkan suami saya. Merawat anak-anak saya adalah prioritas saya dan saya minta media untuk menghormati keleluasaan pribadi saya saat ini," kata desainer Marchesa Georgina Chapman, Rabu (11/10). Perceraian itu sudah dikonfirmasi US Weekly.

Perceraian bertentangan dengan front persatuan Weinstein yang dipresentasikan pada hari Kamis lalu setelah tuduhan pelecehan seksual selama beberapa dekade. "Georgina dan saya telah membicarakan hal ini panjang lebar," kata Weinstein. "Kami bertemu dengan (konsultan hukum) Lisa Bloom tadi malam ketika kami tahu artikel itu akan muncul. Georgina akan bersama Lisa dan orang-orang yang mendorongku untuk menjadi manusia yang lebih baik meminta maaf kepada orang-orang atas tingkah lakuku yang buruk, untuk mengatakan bahwa aku menyesal, dan untuk benar-benar tulus," imbuhnya.

Ini adalah pernikahan kedua bagi Weinstein (65) yang menikahi perancang Marchesa pada tahun 2007. Dia sebelumnya menikah dengan Eve Chilton dari tahun 1987 sampai 2004, mereka dikaruniai tiga anak berusia 14 sampai 22. 

Weinstein dan Chapman (41) memiliki dua anak, India Pearl (7) dan Dashiell Max Robert (4). Pada tahun 2004, Chapman mendirikan merek mewah Marchesa, yang dikenal dengan pakaian tulle yang dihias secara dramatis. Para bintang termasuk Sandra Bullock, Penelope Cruz, Renee Zellweger, Anne Hathaway, Kate Hudson dan Katy Perry pernah memakai gaun Marchesa di karpet merah. 

 

JAKARTA, RadarPena.com - Film Pengabdi Setan sukses mencuri perhatian dalam daftar nominasi yang diumumkan. Film karya sutradara Joko Anwar itu sukses masuk jadi nominator di dalam 13 kategori. Jumlah yang sama dengan film Kartini garapan Hanung Bramantyo.

Pengabdi Setan masuk sebagai nominasi di 13 kategori Festival Film Indonesia 2017, meliputi , Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Joko Anwar), Penulis Skenario (Joko Anwar) Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung), Pemeran Anak Terbaik (Muhammad Adhiyat), Pengarah Artistik Terbaik (Allan Sebastian),

Nominasi lainnya  Penyunting Gambar Terbaik (Arifin Cuunk), Penata Efek Visual Terbaik (Finalize Studio, Hery Kuntoro, Abby Eldipie), Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa, Anhar Moha), Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama, Tony Merle, Bemby Gusti), Pencipta Lagu Tema Terbaik - (The Spouse - Kelam Malam), Penata Busana Terbaik (Isabelle Patrice), dan Penata Rias Terbaik (Darwyn Tse).

Mulai beredar September 2017, film ini sukses mencuri perhatian pencinta film tanah air. Karya Joko Anwar bersama rumah produksi Rapi Films itu disebut-sebut sebagai salah satu film horor lokal terbaik. Bahkan sejumlah komentar positif pun datang dari pengamat film. Hingga delapan hari pemutaran (28 September - 5 Oktober 2017) film Pengabdi Setan sudah tembus satu juta penonton.

Sementara itu, untuk malam puncak Festival Film Indonesia 2017 bakal digelar di Manado pada 11 November mendatang.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Daftar nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2017 diumumkan. Untuk tahun ini ada 22 kategori yang diperebutkan.

Ketua Panitia FFI 2017 Leni Lolang mengatakan bahwa proses seleksi film untuk penetapan nominasi mencakup sekitar 100 judul. Terdiri dari film cerita panjang, film dokumenter, film pendek, dan film animasi.

Semua film tersebut sudah beredar melalui jaringan bioskop dan non-bioskop di Indonesia sejak Oktober 2016 hingga akhir September 2017.

Sementara untuk malam puncak Festival Film Indonesia 2017 bakal digelar di Manado pada 11 November mendatang.

Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2017;

1. Film Terbaik

Cek Toko Sebelah 

Kartini 

Night Bus 

Pengabdi Setan

Posesif

2. Sutradara Terbaik

Edwin - Posesif

Emil Heradi - Night Bus

Ernest Prakasa - Cek Toko Sebelah

Hanung Bramantyo - Kartini

Joko Anwar - Pengabdi Setan

Ody C. Harahap - Sweet 20

3. Penulis Skenario Asli Terbaik

Ernest Prakasa - Cek Toko Sebelah

Gina S. Noer - Posesif

Joko Anwar, Ernest Prakasa, Bene Dion Rajagukguk - Stip Dan Pensil

Nurman Hakim, Zaim Rofiqi, Ben Sohib - Bid'ah Cinta

Raditya Dika - Hangout

4. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik 

Bagus Bramanti, Hanung Bramantyo - Kartini

Fathan Todjon, Lucky Kuswandi - Galih Dan Ratna

Joko Anwar - Pengabdi Setan

Rahabi Mandra, Teuku Rifnu Wikana - Night Bus

Upi - Sweet 20

5.Pengarah Sinematografi Terbaik

Amalia T.S - Galih Dan Ratna

Anggi Frisca - Night Bus

Batara Goempar - Posesif

Faozan Rizal - Kartini

Ical Tanjung - Pengabdi Setan

6. Pemeran Utama Pria Terbaik

Adipati Dolken - Posesif

Deddy Sutomo - Kartini

Ernest Prakasa - Cek Toko Sebelah

Teuku Rifnu Wikana - Night Bus

7. Pemeran Utama Wanita Terbaik

Adinia Wirasti - Critical Eleven

Dian Sastrowardoyo - Kartini

Putri Marino - Posesif

Sheryl Sheinafia - Galih Dan Ratna

Tatjana Saphira - Sweet 20

8. Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Alex Abbad - Night Bus

Dion Wiyoko - Cek Toko Sebelah

Slamet Rahardjo - Sweet 20

Tyo Pakusadewo - Night Bus

Yayu Unru - Posesif

9. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

Adinia Wirasti - Cek Toko Sebelah

Christine Hakim - Kartini

Cut Mini - Posesif

Djenar Maesa Ayu - Kartini

Marissa Anita - Galih Dan Ratna

Niniek L. Karim - Sweet 20

Widyawati Sophian - Sweet 20

10. Pemeran Anak Terbaik

Aisha Nurra Datau - Iqro: Petualangan Meraih Bintang

Bima Azriel - Surat Kecil Untuk Tuhan

Muhammad Adhiyat - Pengabdi Setan

Muhammad Razi - Surau Dan Silek

Neysa Chandra Melisenda - Kartini

11. Film Pendek Terbaik

Amak - Ella Angel

Babaran - Meilani Dina Pangestika

Buang - Eugene Panji

Jendela - Randi Pratama

Kleang Kabur Kanginan - Riyanto Tan Ageraha

Lintah Darat - Putri Zakiyatun Ni'mah

Nyathil - Anggita Dwi Martiana

Pentas Terakhir - Triyanto "Genthong" Hapsoro

Ruah - Makbul Mubarak

Salam Dari Kepiting Selatan - Zhafran Solichin

12. Pengarah Artistik Terbaik

Allan Sebastian - Kartini

Allan Sebastian - Pengabdi Setan

Benny Lauda - Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Vida Sylvia - Sweet 20

13. Penata Efek Visual Terbaik

Amrin Nugraha - Night Bus

Epix Studio, Postima, Mag - Rafathar

Finalize Studios (Heri Kuntoro, Abby Eldipie) - Pengabdi Setan

Fixit Works (Dana Riza & Faranas Irmal) - Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Libanon)

Orangeroom CS - Gerbang Neraka

14. Penyunting Gambar Terbaik

Aline Jusria - Sweet 20 

Arifin Cuunk - Pengabdi Setan

Cesa David Luckmansyah - Cek Toko Sebelah

Kelvin Nugroho dan Sentot Sahid - Night Bus

Ryan Purwoko - Critical Eleven

Wawan I. Wibowo - Kartini

W. Ichwandiardono - Posesif

15. Penata Suara Terbaik

Dwi Budi Priyanto, Khikmawan Santosa - Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Lebanon).

Khikmawan Santosa, Sutrisno - Kartini

Khikmawan Santosa, Anhar Moha - Pengabdi Setan

Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar, Madunazka - Cek Toko Sebelah

Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar Suhadi - Critical Eleven

Wahyu Tri Purnomo, Jantra Suryaman - Night Bus

16. Penata Musik Terbaik

Aghi Narottama, Tony Merle, Bemby Gusti - Pengabdi Setan

Ivan Gojaya - Galih Dan Ratna

McAnderson - Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Thoersi Argeswara - Pasukan Garuda (I Leave My Heart in Libanon)

Tya Subyakto - Mooncake Story

17. Pencipta Lagu Tema Terbaik

Isyana Sarasvati - "Sekali Lagi" - Critical Eleven

Melly Goeslaw - "Dalam Kenangan" - Surga Yang Tak Dirindukan 2

Mada The Overtunes -"Senyuman dan Harapan" - Cek Toko Sebelah

The Spouse -"Kelam Malam" - Pengabdi Setan

18. Penata Busana Terbaik

Anggia Kharisma - Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Dara Asvia - Sweet 20

Gemailla Dea Geriantiana - Night Bus

Isabelle Patrice - Pengabdi Setan

Retno Ratih Damayanti - Kartini

19. Penata Rias Terbaik

Cherry Wirawan - Night Bus

Cherry Wirawan, Dian Anggraini - Gerbang Neraka

Cika Rianda - Posesif

Darwyn Tse - Pengabdi Setan

Darto Unge - Kartini

20. Film Animasi Pendek Terbaik

Darmuji 86: Bhinneka di Persimpangan - Ahmad Hafidz Azro'i

Kaie And The Phantasus's Giants - Ahmad Hafidz Azro'i

Lukisan Nafas - Fajar Ramayel

Make A Wish - Salsabilla Aulia Rahma

Mudik - Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsos Andre, Aditya Prabaswara

21. Film Dokumenter Panjang Terbaik

Balada Bala Sinema - Yuda Kurniawan

Banda: The Dark Forgotten Trail - Jay Subyakto

Bulu Mata - Tonny Trimarsanto

Ibu (En Extraordinary Mother) - Patar Simatupang

Negeri Dongeng - Anggi Frisca

Tarling is Darling - Ismail Fahmi Lubis

22. Film Dokumenter Pendek Terbaik

Anak Koin - Chrisila Wentiasri

Dluwang: The Past From The Trash - Agni Tirta

Living In Rob - Fuad Hilmi

Sepanjang Jalan Satu Arah - Bani Nasution

Solastalgia - Kurnia Yudha F.

Songbird: Burung Berkicau - Wisnu Surya Pratama

The Unseen Words - Wahyu Utami Wati.(jawapos)