Top News

JAKARTA, RadarPena.com - Sineas Indonesia kembali menyuguhkan film horror menyambut 2018 ini. Salah satu film horor yang akan segera tayang di bioskop tanah air adalah Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati.

 

Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diproduksi oleh MD Pictures dan Dee Company itu turut dibintangi oleh Ashraf Sinclair, Mario Lawalata, Fadika Royandi, Dorman Borisman, dan juga pemain asli dari Bayi Ajaib, aktris senior Rina Hasyim.

 

Film ini bercerita tentang pasangan suami istri, Rafa (Ashraf Sinclair) dan istrinya Farah (Rianti Cartwright) yang baru pindah rumah. Kebahagiaan Rafa sebagai kontraktor sukses, nyaris lengkap saat istrinya, Farah mengabarkan kehamilannya setelah penantian 2 tahun rumah tangga mereka. Namun, ada yang ganjil dengan kehamilan Farah dan bayinya.

 Baca juga: Wow, di Kafe Ini Semua Barista dan Pelayannya Bercadar

Bagaimana kelanjutannya dan misteri apa yang ada dibalik kehamilannya? Akankan film yang merupakan daur ulang ini sesukses film pendahulunya yang sukses di tahun 80-an? Nantikan film Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Februari 2018 dan akan tayang di Malaysia selanjutnya.

 

"Film Malaysia di Indonesia nggak laku, hanya satu yang laku, Munafik. Tapi kalau film Indonesia di Malaysia laku keras, sudah 30 judul film kita diputar di sana. Film ini juga akan tayang di sana. Tapi tak serentak. Di Indonesia dulu tanggal 15 Februari," kata produser Dheeraj Kalwani.

 

Sebagaimana diketahui film Bayi Ajaib adalah salah satu film horor Indonesia era 1980-an yang cukup diperbincangkan. Film tersebut disutradarai oleh Tindra Rengat dan dirilis pada 1982 silam.

 

 

(ce1/yln/JPC)

LONDON, RadarPena.com - Aksi berbahaya kembali dilakukan Aktor Tom Cruise ketika pengambilan gambar untuk film 'Mission: Impossible 6'. Padahal, ia sendiri baru sembuh dari cedera angkle yang dialami tahun lalu.

Aktor berusia 55 tahun itu terlihat di lokasi 'Mission: Impossible 6' di London, di mana dia  melakukan aksi berlari, melompat dan menerbangkan helikopter. Seperti foto yang diungkapkan Usmagazine, Senin (15/1), Tom beraksi di atap jembatan Blackfriars di London.

Dengan busana serba hitamnya, ia menunjukkan kalau kakinya tidak lagi terkendala untuk melakukan aksi berbahaya. Bahkan, bintang 'Risky Business' ini kemudian terlihat melompat dari jendela yang tinggi untuk aksi pengejaran yang dilakukan berulang.

Pengambilan gambar kemarin di London, memang pertama kali dilakukan Tom selepas cedera engkel pada Agustus 2017. Dan, sepertinya mantan suami Katie Holmes itu membuktikan profesionalitasnya sebagai aktor papan atas.

Tom memang terkenal bermain film tanpa stuntman atau pemeran pengganti. Termasuk ketika ia menggantung di sisi pesawat terbang di 'Mission: Impossible - Rogue Nation' pada tahun 2015. Ia pun terlihat menaklukkan gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa Dubai, tahun 2011 untuk 'Mission: Mustahil - Ghost Patrol'.

Diketahui, sebelumnya dalam video yang diposkan oleh TMZ Agustus 2017, aktor 'Jerry Maguire' tersebut terlihat pincang karena sakit setelah melompat dari atap ke gedung yang berdekatan. Diketahui, Tom ternyata menabrak sisi dinding saat mendaratkan kaki. Tak lama kemudian, ia terlihat berlutut dan terpaksa dibawa anggota kru untuk pertolongan.

Atas cedera itu, pembuatan film 'Mission: Impossible 6' terpaksa dihentikan sementara sampai Tom sembuh. Paramount Pictures meyakinkan penggemar bahwa tanggal rilis film tersebut tidak akan terpengaruh. "Produksi akan diselang karena untuk pemulihan Tom secara peuh dan film tersebut tetap sesuai jadwal pada tanggal 27 Juli 2018," dalam rilis Paramount Pictures tahun lalu.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Sutradara film Tutur Tinular, Nurhadie Irawan meninggal dunia, Senin (15/1) pukul 02.42 WIB. Nurhadie meninggal di rumahnya pada usia 77 tahun.

Menurut Ilham Bintang, almarhum (Nurhadie) meninggal di pangkuan anaknya, Dafi.

Mendiang Nurhadi yang menyutradarai film kolosal Tutur Tinular ini sebelumnya mengidap berbagai penyakit, termasuk Parkinson.

"Menurut putera sulungnya, Dafi, penyakit ayahnya komplikasi. Semalam masih sempat makan malam, tetapi setelah itu kondisinya lemah. Almarhum mengembuskan napas terakhir di pangkuan Dafi," terang Ilham di Jakarta, Senin (15/1).

Meninggalnya, Nurhadi membuat insan film berduka. Apalagi Nurhadi sosok sutradara yang tegas dan sangat kritis.

Menurut Ilham, banyak film yang disutradarai Nurhadie booming di pasaran. Seperti Satria Bergitar yang dibintangi Rhoma Irama.

Kemudian film "Bayi Tabung" (1988) yang dibintangi antara lain oleh Widyawati, Dedy Mizwar, dan Ade Irawan.(jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Boundless Love adalah sebuah film bertema cinta yang merupakan hasil garapan dua negara. Film ini merupakan salah satu bukti kerja sama pemerintah dalam pembangunan ekonomi kreatif yang bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan berbagai negara di dunia, Badan Eknomi Kreatif (Bekraf) mendukung PT Kamala Film bekerja sama dengan tim Tiongkok dalam sebuah penggarapan film berjudul Boundless love.

"Hal ini selaras dengan tujuan Bekraf untuk mempererat hubungan antar berbagai negara di dunia ya, One belt One Road. Ke depannya, kami harap kerja sama dalam industri kreatif berupa film tidak hanya terjalin dengan Tiongkok, melainkan negara-negara lainnya," tandas Deputi Pemasaran Bekraf, Josua P.M. Simanjuntak.

Boundless love yang jika diartikan dalam bahasa Mandarin berarti cinta di khatulistiwa, juga memiliki arti yang lebih mendalam, yakni, cinta tanpa batas, yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu senada dengan yang diungkapkan Putri Ayudya, pemeran utama dalam film tersebut.

Menurutnya, film ini adalah film sederhana yang menceritakan tentang cinta. Tetapi, dijamin mampu membuat yang menyaksikannya gemas karena dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Cinta yang diangkat di film ini erat sekali dengan kehidupan sehari-hari kita, tentang anak dan papanya yang gimana sih kalau ngelepas anak perempuannya untuk diambil laki-laki lain, tentang dilema karena harus mengikuti keinginan orang tua atau pribadi, tentang melihat sesuatu yang ada di depan mata kita, tinggal kita ambil nih sebenernya, tapi nggak bisa lo ambil, nggak boleh, deep meaning sekali lah," tutur mantan putri Indonesia 2011 tersebut.

Film berdurasi 100 menit yang mengambil lokasi syuting di Indonesia (Palembang dan Bandung) dan Tiongkok itu juga menunjukkan bahwa cinta tak mengenal batas negara, suku, maupun keyakinan apapun. Film yang syutingnya telah dimulai sejak akhir Desember 2017 tersebut juga melibatkan beberapa aktor-aktris Indonesia seperti Ray Sahetapy, Putri Ayudya, Ade Firmansyah, Nungky Kusumastuti, dan Maryam Supraba.

Pemilihan pemain dilakukan melalui beberapa tahapan antara PT Kamala Film dan tim Tiongkok. Sekitar 60 model cantik dan berbakat diseleksi secara ketat, hingga akhirnya terpilih Putri Ayudya sebagai pemeran utama wanita untuk mendampingi Shen Hao, aktor Tiongkok yang sebagai pemeran utama Pria.

Mr.Wang, selaku sutradara, memilih Putri dengan pertimbangan yang matang. Meski deretan foto dan video akting kandidat yang dikirimkan padanya terbilang banyak, dia mengaku sempat kecewa karena ternyata saat casting penampilan mereka tak seapik di videonya.

"Kandidat-kandidat yang cocok ada beberapa, tapi kami lebih mementingkan inner yang ada dalam diri artis tersebut, dan Putri memilikinya. Kami lebih utamakan penyampaian isi film melalui adegan dan gestur dari dalam hati. Waktu syuting saya lihat Putri adalah orang yang giat dan suka tantangan, Dia rajin translate, mengingat film ini 70 persen berbahasa Mandarin. Dia artis yang hebat. Semangatnya hebat," jelasnya.

Film yang biaya produksinya mencapai Rp 40 miliar tersebut rencananya akan tayang bulan Agustus di Tiongkok dan tampil di beberapa film festival. Sayangnya, belum dipastikan kapan film tersebut akan tayang di Indonesia.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Kelly Tandiono menjadi salah satu bintang di film Rumah Belanda. Aktris sekaligus model mengaku ini merupakan kali pertamanya berperan di film horor.

Dia mengatakan bahwa alasannya tertarik bermain dalam film arahan Hedy Suryawan itu lantaran film Rumah Belanda punya sisi cerita yang menarik.

"Ini film horor pertama dan dari dulu suka film horor. Kenapa aku ambil skripnya, horornya sangat beda, enggak nampakin setan di depan mata," kata Kelly Tandiono di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/1) malam.

Pertama kali berakting dalam film horor, diakui wanita 31 tahun ini menguras tenaga. Sebab, harus menyesuaikan diri dengan karakter yang diperankan sekaligus mengatur emosi agar dapat kesan seram yang diinginkan.

"Film horor itu susah dari genre yang lain. Intensitas kita harus tercapai, biar bisa mencapai emosinya. Itu susah," jelasnya.

Namun, Kelly mengaku senang akhirnya bisa mencicipi berakting dalam film horor. Selain pengalaman, dia juga merasa banyak mendapat pejalaran selama produksi Rumah Belanda.

"Pembelajaran akting itu oke sih di film horor," imbuhnya.

Rumah Belanda berkisah soal Raya, seorang penulis muda yang tengah mendapat pesanan membuat biografi. Kemudian, dia dan kedua anaknya mengerjakan tulisan di sebuah rumah kuno era Belanda yang telah disediakan. Namun, saat berada di rumah tersebut mereka justru mendapat gangguan gaib.

Film Rumah Belanda merupakan proyek horor kedua sutradara Hedy Suryawan. Kali ini, dia menggandeng penulis naskah Laode Farhan dan produser Budi Buthong di bawah atap Apollo Pictures. Pemain yang dilibatkan, antara lain Kelly Tandiono, Agung Udijana, Aida Nurmala, dan lainnya. Film ini mulai tayang pada 18 Januari 2018 di bioskop di tanah air.(jawapos)

 

JAKARTA, RadarPena.com - Film Susah Sinyal menuai kesuksesan di layar lebar. Kini film garapan Ernest Prakasa ini bakal diangkat menjadi sebuah novel oleh Starvision bersama Gramedia.

Ernest Prakasa selaku sutradara mengatakan bahwa perilisan novel ini sebagai pengembangan cerita orisinil atau naskah yang dia tulis bersama sang istri Meira Anastasia.

"Sudah beberapa kali lempar wacana, akhirnya kami mencoba kolaborasi di novel Susah Sinyal," kata Ernest Prakasa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).

Novel Susah Sinyal ditulis langsung oleh Ernest Prakasa dan Ika Natassa yang sebelumnya dikenal berkat karyanya berjudul Critical Eleven yang juga sudah diadaptasi ke layar lebar.

"Jujur setiap merilis buku aku gugup dan gelisah. Kali ini gelisahnya berlipat karena baru pertama kali nulis bukan dari ceritaku dan diadaptasi dari skenario film. Kerja sama dengan Ernest juga pertama kali, ini kolaborasi yang seru," ucap Ika Natassa.

Dari segi pengerjaan, novel Susah Sinyal setebal 280 halaman tersebut diklaim memakan waktu berbulan-bulan.

Peluncuran novel Susah Sinyal mendapat sambutan meriah seperti filmya. Buktinya saat dilakukan pre-order, novel ini ludes dalam jangka waktu 30 menit saja.

Sementara itu, film Susah Sinyal memang mendapat sambutan luar biasa dari penonton Indonesia. Per 9 Januari 2018, film ketiga Ernest Prakasa itu telah meraup lebih dari 2 juta penonton.

Film produksi Starvision itu menghadirkan bercerita mengenai hubungan ibu dan anak. Kemudian menampilkan akting apik dari sederet aktor dan aktris tanah air, seperti Adinia Wirasti, Ernest Prakasa, Aurora Ribero, Refal Hady, Valerie Thomas, Niniek L Karim, Chew Kinwah, Asri Welas, Arie Kriting, Gisella Anastasia, Gading Marten, Dodit Mulyanto, Aci Resti, Darius Sinathrya, Ge Pamungkas, dan lainnya.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com- Setelah sukses di layar lebar, Susah Sinyal hadir dengan bentuk lain. Film yang disutradarai Ernest Prakasa ini akan diangkat menjadi sebuah novel oleh Starvision bersama Gramedia.

 

Ernest Prakasa selaku sutradara mengatakan bahwa perilisan novel ini sebagai pengembangan cerita orisinil atau naskah yang dia tulis bersama sang istri Meira Anastasia.

 

"Sudah beberapa kali lempar wacana, akhirnya kami mencoba kolaborasi di novel Susah Sinyal," kata Ernest Prakasa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).

 

Novel Susah Sinyal ditulis langsung oleh Ernest Prakasa dan Ika Natassa yang sebelumnya dikenal berkat karyanya berjudul Critical Eleven yang juga sudah diadaptasi ke layar lebar.

 

"Jujur setiap merilis buku aku gugup dan gelisah. Kali ini gelisahnya berlipat karena baru pertama kali nulis bukan dari ceritaku dan diadaptasi dari skenario film. Kerja sama dengan Ernest juga pertama kali, ini kolaborasi yang seru," ucap Ika Natassa.

 

Dari segi pengerjaan, novel Susah Sinyal setebal 280 halaman tersebut diklaim memakan waktu berbulan-bulan.

 

Peluncuran novel Susah Sinyal mendapat sambutan meriah seperti filmya. Buktinya saat dilakukan pre-order, novel ini ludes dalam jangka waktu 30 menit saja.

 

Sementara itu, film Susah Sinyal memang mendapat sambutan luar biasa dari penonton Indonesia. Per 9 Januari 2018, film ketiga Ernest Prakasa itu telah meraup lebih dari 2 juta penonton.

 

Film produksi Starvision itu menghadirkan bercerita mengenai hubungan ibu dan anak. Kemudian menampilkan akting apik dari sederet aktor dan aktris tanah air, seperti Adinia Wirasti, Ernest Prakasa, Aurora Ribero, Refal Hady, Valerie Thomas, Niniek L Karim, Chew Kinwah, Asri Welas, Arie Kriting, Gisella Anastasia, Gading Marten, Dodit Mulyanto, Aci Resti, Darius Sinathrya, Ge Pamungkas, dan lainnya.

 

 

(ded/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Dilan 1990 yang diadaptasi dari novel best seller karya Pidi Baiq makin membuat penasaran penggemarnya.

Bahkan Iqbaal Ramadhan yang memerankan sosok Dilan dalam film tersebut, juga mengaku kagum pada karakter Dilan. Menurutnya, Dilan itu cerdas, menyebalkan sekaligus romantis.

"Saya tuh baca (novel) Dilan sebelum ditawarin, jadi sempet kaget juga. Dilan, menurut saya pintar. Nanti pas kalian sudah nonton filmnya, coba deh perhatikan adegan pas Dilan cerdas cermat. Itu ter-ngehe sih, dia tuh tahu jawabannya tapi dia nggak mau jawab, ya gimana? Dilan itu menunjukkan kepintarannya begitu," katanya, Senin (8/1).

Oleh karena itu, dia memastikan bahwa film Dilan 1990 akan membuat penonton penasaran meskipun sudah membaca novelnya. Bahkan, mantan personel CJR tersebut juga mengaku dibuat penasaran bagaimana visualisasi tokoh Dilan dalam film.

"Kalian yang sudah baca buku pasti tahu ceritanya dong, sama saya juga. Tapi pas nonton visualisasi dari imaji yang dibangun pas baca novel, wah, sumpah itu kocak banget sih, ngakak saya juga. Bukan karena saya percaya diri. Nonton sendiri saja lah," ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbaal meminta publik untuk memberi masukan yang membangun setelah menyaksikan film Dilan 1990, dibandingkan mengkritik atau mengatakan bahwa dirinya tidak cocok memerankan tokoh Dilan.

"Jangan judge aneh-aneh kalau nggak mau nonton. Kalau nggak suka atau jelek, ya tulis review saja biar jadi masukan," imbuhnya.

Film Dilan 1990 akan segera tayang di bioskop tanah air mulai 25 Januari mendatang. Film tersebut menampilkan banyak aktor dan aktris muda pendatang baru, di antaranya Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescilla, Zara JKT48, Brandon Salim, dan banyak lainnya.

JAKARTA, RadarPena.com – Film animasi karya Disney Pixar, Coco telah sukses memuncaki box office dengan USD 541,1 juta. Tak hanya itu, Minggu (7/1) waktu Amerika, film ini juga membawa pulang piala Golden Globes untuk kategori Best Motion Picture Animated, dalam ajang penganugerahan tertinggi untuk film dan serial televisi di Hollywood.

Berdasarkan situs goldenglobes.com, Coco berhasil mengalahkan empat film animasi lainnya, yakni The Boss Baby, The Breadwinner, Fedinand, dan Loving Vincent.

Sebagaimana diketahui, film Coco mengisahkan seorang anak berusia 12 tahun yang bernama Miguel yang begitu ingin menjadi musisi. Namun, tak hanya menceritakan usaha seorang anak mencapai cita-citanya, film karya sutradara Lee Unkrich ini juga memiliki pesan tentang ikatan keluarga yang kuat, nilai-nilai tradisi serta menghormati leluhur.

Di samping itu, melalui film ini, penonton juga diajak lebih mengenal budaya Meksiko, mulai dari makanan tradisional, musik, hingga tradisi Dia de los Muertos atau Hari Orang Mati yang dirayakan setiap bulan November.

Musik dan lagu yang disajikan dalam film ini juga dijamin membuat pendengarnya terpukau. Film ini telah tayang di Indonesia sejak 24 November 2018.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Aktris Prilly Latuconsina hampir menyelesaikan proses syuting untuk film Danur 2: Maddah. Sejauh ini, dia menilai film sekuel yang diperankannya tersebut berbeda dengan film pertamanya.

Cewek 21 tahun itu mengatakan bahwa cerita Danur 2: Maddah melanjutkan kisah kehidupan Risa dengan teman-teman ghaibnya. Oleh karena itu, memiliki tantangan tersendiri buatnya.

"Bedanya 180 derajat, kalau Danur 1 itu kan baru perkenalan ya, ada gadis namanya Risa belum tahu kalau dia itu bisa lihat mahluk halus dan akhirnya berteman sama hantu. Kalau ini kan lanjutannya, which is dia udah tahu dia punya kemampuan itu. Pastinya lebih seram, lebih gila ceritanya, dan pastinya lebih susah," kata Prilly Latuconsina saat ditemui JawaPos.com di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1).

Pemeran Risa ini memastikan bahwa Danur 2 bakal lebih menakutkan dari edisi pertama. Selain cerita yang semakin rumit, Prilly menyebut bahwa film ini juga diisi banyak karakter baru.

"Jauh banget seramnya sumpah. Kalau penonton Danur 1 menganggap itu seram, berarti ini mungkin bisa 10 kali lipatnya Danur 1 kali. Karena aku sendiri pun pas lagi adegan deg-degan, merasa kok serem banget," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sutradara Awi Suryadi. Dia mengungkapkan proyek Danur 2 butuh perjuangan yang lebih besar. Mulai dari persiapan cerita, naskah, pemilihan karakter, hingga syuting.

"Danur 2 lebih banyak challenge-nya dan lebih matang. Pemilihan pemain juga lebih banyak, Risa lebih banyak sahabatnya. Dan treatment horornya juga kami tingkatkan," ucap Awi.

Sutradara tidak memungkiri bahwa kesuksesan Danur pertama, I Can See Ghosts cukup memberi beban baginya. Dia pun bertekad untuk membuat film yang lebih bagus.

"Kami lebih merasa pressure gara-gara udah terbukti yang pertama. Untungnya Manoj Punjabi (produser) lebih support juga sekarang," tuturnya.

Seperti diketahui, film Danur 2: Maddah saat ini masih dalam proses syuting. Pengambilan gambar sudah dilakukan selama 13 hari dan menyisakan satu hari lagi. Syuting dilaksanakan di kawasan Bogor, dan Jakarta oleh sutradara Awi Suryadi.

Danur 2: Maddah merupakan sekuel dari film Danur: I Can See Ghosts yang sukses meraup 2,7 juta penonton (2018). Film ini diproduksi oleh MD Pictures dan PIC House berdasar novel horor terlaris karya Risa Sarasvati.

Pemain yang terlibat dalam Danur 2: Maddah yakni Prilly Latuconsina, Sophia Latjuba, Bucek, Shawn, dan lainnnya. Film horor ini ditargetkan tayang pertengahan tahun.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Visinema Pictures bekerjasama dengan Ideosource Film Fund menghadirkan kembali Keluarga Cemara. Sejumlah artis dilibatkan dalam film yang akan tayang pada pertengahan 2018 nanti. Seperti, Ringgo Agus Rahman menjadi Abah, Nirina Zubir sebagai Emak.

Selain itu, film yang diadaptasi dari serial keluarga yang terkenal di tahun 90-an tersebut, juga menggandeng beberapa aktor dan aktris kenamaan Tanah Air, seperti Asri Welas, Maudy Koesnaedi, Zara JKT48, dan Widuri Sasono.

Gina S Noer selaku produser dan penulis skenario yang sukses dengan film Habibie Ainun dan Posesif tersebut mengaku bangga menghidupkan kembali serial legendaris tersebut. Hanya saja, dengan konsep kekinian.

"Sangat penting bagi kami untuk menempatkan Keluarga Cemara menjadi kisah keluarga modern dengan tantangan zaman yang relevan bagi penonton masa kini," tuturnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (4/1).

Sutradara berbakat Yandy Laurens pun digaet untuk menggarap film legendaris ini. Setelah kesuksesannya menjuarai film pendek Wan An dan webseries Sore, dia mengaku bangga bisa terlibat dalam pembuatan film tersebut.

"Kebanggaan sendiri bagi saya dapat bergabung dalam film ini, kebetulan saya memang penyuka genre drama, jadi ya tantangan sendiri buat saya menghadirkan film yang sarat makna di zaman seperti ini," ungkapnya.

Film Keluarga Cemara yang legendaris ini rencananya akan mulai proses syuting 7 Januari 2018 dan akan tayang di bioskop tanah air pada pertengahan tahun 2018.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film anyar karya Ernest Prakasa, Susah Sinyal terus memikat penonton.

 

Hingga dua minggu penayangannya, film ini sudah tembus 1,5 juta penonton.

 

Atas capaian tersebut lewat Instagram miliknya, Ernest mengucapkan terima kasih.

 

“Terima kasih banyak buat teman2 yg udah nonton, yg belum semoga nonton juga ya!,” tulis Ernest.

 

Film yang dibintangi Adinia Wirasti, Darius Sinathrya dan lainnya ini juga terus menuai pujian.

 

“Ikut happy @ernestprakasa … film yang terasa effortnya.. bangga jd penontonnya.. keep up making great movies yaaa,” kata kathineayu.

 

“Keren film nya ko @ernestprakasa berkarya terus yah ko… Komedi dapet pendidikan dapet, pesan moral nya juga dapet ko… We love karya2 loe ko,” ucap zackylibra.

 

 

“Smua film ernes kita nonton smua..lucu n mendidik..kpn bikin film baru lgi ko.. @ernestprakasa di tunggu y ko film slnjutnya,” sambung hiraku_balilu.(zul/pojoksatu/jpnn)

JAKARTA, RadarPena.com - Penggemar film yang mengikuti kisah Anastasia Steele (Dakota Johnson) di Fifty Shades Freed makin dibuat penasaran. Awal tahun ini, seri ketiga film garapan sutradara James Foley mengeluarkan trailer yang memperlihatkan Anastasia hamil.

 

jika merujuk dari novel karya EL James, Anastasia memang dikarunia dua orang anak, hasil dari pernikahannya dengan Christian Grey (Jamie Dornan). Tak hanya, membocorkan keadaan Anastasia yang menjadi seorang ibu, seri ketiga dari Fifty Shades juga memperlihatkan konflik yang harus dihadapi dalam hubungannya bersama Christian.

 

Salah satunya ketika Anastasia berjuang keras menghadapi teror mantan bosnya, Jack Hyde (Eric Johnson), yang sakit hati karena dipecat Christian. Belum lagi, Christian mendapati wanita cantik -muda dan tua- yang menggoda.

 

Meski tidak sepenuhnya mengungkap isi dari film tersebut. Harus diakui, cuplikan film yang hadir dalam 2 menit dipenuhi dengan adegan-adegan menggoda. Pecinta film akan dibuat iri dengan liburan mahal ala Fifty Shades Freed. Hingga adegan 'mesra' yang diakui lebih panas dari sebelumnya dan bentuk tubuh Jamie Dornan yang mengesankan.

 

Potongan film juga menggambarkan sisi lain dunia anastasia dan Christian seperti pesta pernikahan yang mewah, kebut-kebutan mobil yang menegangkan, dan adu senjata. Jika tidak ada halangan, film romantis ini rencananya akan tayang 9 Februari 2018.

 

 

(yln/JPC)

JAKARTA, RadarPena.com - Aktor Dwayne Johnson mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Alasannya karena respons luar biasa masyarakat Indonesia pada film yang diperankannya, Jumanji: Welcome to the Jungle. Film pertualangan yang dibintanginya itu berhasil menjadi salah satu film terlaris di bioskop Indonesia sejak tayang 2 pekan lalu.

Lewat akun Instagram miliknya @therock, pria yang dikenal dengan sebutan 'The Rock' itu sengaja merekam video untuk masyarakat Indonesia. Di menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Indonesia yang telah menonton film Jumanji.

"Indonesia, silahkan berdiri dan terimalah rasa terima kasih saya. Dua pekan di bioskop, kalian sudah membuat Jumanji menjadi film Sony terbesar yang pernah ada. Semua cinta dan rasa terima kasih untuk orang-orang di Indonesia," kata Dwayne Johnson.

Dalam lanjutannya, The Rock mengutarakan rasa takjub pada respons penonton film di Indonesia. Menurutnya apa yang terjadi sangat luar biasa.

Selain untuk Indonesia, Dwayne Johnson juga menyapa penonton Jumanji dari negara lain, seperti Meksiko, Inggris, Selandia Baru, Australia, Jerman, Rusia, dan lainnya.

Film Jumanji: Welcome to the Jungle memang mendapat sambutan luar biasa di pasar global. Sejak beredar, film ini sudah menghasilkan pendapatan lebih dari USD 50,57 juta.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Susah Sinyal mendapat respon sangat positif dari pencita film tanah air. Sebagai salah satu buktinya film drama komedi yang disutradarai Ernest Prakasa itu sudah ditonton lebih dari satu juta pemirsa.

Selama sembilan hari tayang, film Susah Sinyal tercatat disaksikan 1.042.309 penonton. Sebuah pencapaian yang menggembirakan dari film ketiga Ernest dengan Starvision Plus setelah sebelumnya juga sukses meraih box office melalui Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan dan Cek Toko Sebelah.

Ernest Prakasa merasa beryukur Susah Sinyal bisa meraih genap satu juta penonton di hari kesembilannya. Apalagi, saat ini persaingan bioskop sangat ketat, dengan beredarnya juga film lokal lainnya dan film Hollywood.

"Hal ini menjadi bukti bahwa komedi adalah genre tanpa tergantung musim, dan komedi yang dibuat dengan baik akan diapresiasi dengan baik," kata Ernest Prakasa lewat keterangannya kepada JawaPos.com, Minggu (31/12).

Beberapa publik figur yang sudah menyaksikan film ini pun merasa puas karena paket komplit yang ditawarkan sebagai film akhir tahun. Ada haru, canda tawa, hingga musik yang menemani adegan-adegan dalam Susah Sinyal dilantunkan dengan indah oleh TheOvertunes, Rendy Pandugo, Aurora Ribero, dan Ardhito Pramono.

"Selain lucu, ada drama yang penting untuk ditonton mengenai ibu, anak, dan keluarga. Tapi, ngakaknya juga gila sih," ungkap Mira Lesmana dan Riri Riza.

Melly Goeslaw dan Anto Hoed yang menyempatkan diri untuk menyaksikan Susah Sinyal di bioskop PIM XXI pun ikut suka dengan film ini.

"Ceritanya nggak hanya komedi, tapi juga ada drama, yaitu bonding antara seorang Ibu dengan anaknya. Komedinya juga bukan komedi garing, tapi benar-benar lucu. Pokoknya semua harus nonton," jelasnya.

Susah Sinyal menghadirkan Adinia Wirasti, Ernest Prakasa, Aurora Ribero, Refal Hady, Valerie Thomas, Niniek L Karim, Chew Kinwah, Asri Welas, AbdurArsyad, Arie Kriting, Gisella Anastasia, Gading Marten, Dodit Mulyanto, Aci Resti, Darius Sinathrya, Ge Pamungkas, dan masih banyak lagi.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film animasi 2D Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir mendapat respon positif dari masyarakat. Film yang diangkat dari komik berjudul sama karya Faza Meonk sukses menghibur 72 ribu lebih penonton.

"Ini sebuah prestasi yang membanggakan ya, karena Si Juki menjadi film animasi karya anak bangsa pertama yang menyedot banyak penonton di bioskop meski jumlah studionya terbatas," ungkap Produser Falcon Pictures, Frederica, Jumat (29/12).

Saat pertama tayang, film tersebut kebanjiran penonton. Bahkan, tiket yang terjual di bioskop seperti di CBD Ciledug, Blok M Square, Cinere, Pejaten dan bioskop lainnya ludes terjual. Banyak pecinta film yang ingin menikmati film yang berlaku untuk semua umur ini, gigit jari karena kehabisan tiket.

"Puji Tuhan, ini sebuah kebanggaan buat Falcon karena film animasi pertama kami mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat. Mudah-mudahan respon yang luar biasa ini, akan terus berlanjut dihari-hari berikutnya selama film Si Juki tayang dibioskop," Imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengisi suara di film Si Juki, Indro Warkop mengaku sudah menduga kalau film ini akan dibanjiri penonton.

"Saya bangga bisa menjadi bagian di film Si Juki ini, karena ke mana saya pergi ada saja penggemar komik Si Juki yang menanyakan kapan film Si Juki tayang. Mereka sudah tidak sabar. Mudah-mudahan respon positif hari pertama film ini tayang bisa berlanjut ke hari-hari selanjutnya,”. Ujarnya.

Selain Indro Warkop, film Si Juki The Movie : Panitia Hari Akhir juga melibatkan belasan artis dan aktor terbaik Indonesia, seperti Bunga Citra Lestari, Butet Kertaredjasa, Agus Kuncoro, Nikita Mirzani, Wizzy, Tarzan, Tio P, Jaja Miharja, Babe Cabiita, Arie Kriting, Mongol Stress, Mudy Tailor, Ki Joko Bodo, Jeremi Tety, dan Tyson.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Surat Cinta Untuk Starla mulai tayang Kamis, 28 Desember 2017 di seluruh bioskop tanah air.

Surat Cinta Untuk Starla merupakan film yang terinspirasi dari hits berjudul sama milik penyanyi Virgoun dari Last Child. Kemudian, diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Screenplay Films bersama Legacy Pictures.

"Dengan melihat banyaknya penggemar lagu tersebut, kami mengangkatnya menjadi sebuah film remaja. Feel dari film ini potensial untuk menarik minat remaja, apalagi kombinasi lagu dan ceritanya," kata produser, Agus Wijaya usai press screening di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Diketahui sebelumnya, lagu Surat Cinta Untuk Starla yang ditonton lebih dari 100 juta kali di kanal YouTube itu telah diadaptasi dalam bentuk mini series dan ditonton lebih dari 3 juta kali. Oleh karena itu, dibuat versi film layar lebar oleh sutradara Rudy Aryanto.

Sang sutradara mengatakan bahwa Surat Cinta Untuk Starla versi layar lebar sangat berbeda dari versi mini seriesnya yang diunggah di YouTube. Film ini dibuat lebih berkonflik dan mendalam dengan kemunculan beberapa tokoh baru.

Tokoh untuk dalam film ini yakni Jefri Nichol (Hema) dan Caitlin (Starla). Sementara tokoh baru yang berperan di antaranya, Ricky Cuaca, Ramzi, Mathias Muchus, Dian Nitami, Rianti Cartwright, Rizki Hanggono, Amanda Manopo, dan Meriam Berlina.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa mendapat respon positif dari penggemar film tanah air. Dalam lima hari penayangan, film drama komedi ini sudah meraih lebih dari 500 ribu penonton.

Sejak beredar pada 21 Desember 2017 lalu, film Susah Sinyal sudah ditonton 545.338 penonton. 

Menanggapi catatan bagus tersebut, Ernest Prakasa sebagai sutradara dan pemain mengaku senang. Menurutnya ini adalah pertanda masyarakat Indonesia suka dengan filmnya ketiganya itu.

“Perlahan tapi pasti jumlah penonton harian @susahsinyalmovie terus menanjak. Semoga ini pertanda bahwa teman-teman suka sama filmnya, karena dengan demikian kami jadi bahagia!,” ungkap Ernest Prakasa lewat Instagram miliknya, Selasa (26/12).

Angka penonton film Susah Sinyal kemungkinan bakal terus bertambah. Sebab film itu masih beredar di bioskop tanah air.

Susah Sinyal merupakan film ketiga Ernest Prakasa berkerja sama dengan Starvision. Dalam film drama komedi ini, penonton diajak untuk mengenal karakter utama yaitu Ellen (Adinia Wirasti) dan Kiara (Aurora Ribero), serta konflik yang ibu dan anak ini alami.

Disibukkan dengan berbagai macam kasus besar yang harus ditangani, waktu Ellen untuk putri semata wayangnya, Kiara, sangat sedikit. Hingga saat Oma Agatha (Niniek L. Karim) yang merawat Kiara mendadak meninggal dunia, barulah Ellen sadar bahwa dia harus berusaha menjalin kembali komunikasi yang sudah renggang dengan anaknya.

Sumba menjadi tempat yang dipilih Ellen untuk merajut kembali hubungan antara ibu dan anak. Dengan alam Sumba yang luar biasa indah namun susah sinyal perlahan tapi pasti Ellen dan Kiara mulai bisa membuka diri. Selain konflik hubungan Ellen dan Kiara, penonton diajak untuk melihat keindahan alam Sumba, mulai dari padang rumput hingga pantai. Sepanjang film penonton bakal dihibur juga oleh sisi komedi yang ditampilkan pemain lain.

Susah Sinyal melibatkan sejumlah aktor, aktris hingga komika lainnya. Seperti Valerie Thomas, Asri Welas, Refal Hady, Gisella Anastasia, Gading Marten, Dodit Mulyanto, Aci Resti, Arie Kriting, Darius Sinathrya, dan lainnya.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Ayat Ayat Cinta 2 terus menuai apresiasi. Sebagai bukti, hingga 25 Desember film ini sudah disaksikan 1 juta penonton sejak tayang pada 21 Desember 2017.  

"Sudah 1 juta orang yang menonton @filmAAC2 hanya dalam waktu 5 hari. Saya sangat bersyukur banyak yang mengapresiasi film ini, terima kasih," ungkap Produser Manoj Punjabi melalui akun @manojpunjabimd, Selasa (26/12).

Perasaan serupa juga diungkapkan pemain Ayat Ayat Cinta 2, Tatjana Saphira. Pemeran Hulya ini menyampaikan terima kasih atas dukungan penonton film Indonesia.

"Terima kasih. Ayat Ayat Cinta 2 tembus 1 Juta penonton dalam 5 hari," ujar Tatjana Saphira lewat Instagram Story miliknya.

Jumlah penonton Ayat Ayat Cinta 2 itu dipastikan bakal terus bertambah. Sebab, sekuel film Ayat Ayat Cinta yang sukses pada 2008 tersebut masih beredar di bioskop seluruh Indonesia.

Film Ayat-Ayat Cinta 2 diangkat dari novel dengan judul yang sama karya penulis Habiburrahman El Shirazy. Cerita pada film ini masih fokus pada kehidupan Fahri yang kali ini dipertemukan dengan wanita-wanita yang kemudian mengubah hidupnya. Selain kisah cinta yang pelik, film ini juga menghadirkan banyak pesan kemanusiaan dan keberagaman.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Respon positif dari pencinta film Indonesia tampaknya terus mengalir terhadap film Ayat Ayat Cinta 2. Sebagai buktinya, film produksi MD Pictures ini sudah ditonton lebih dari 500 ribu orang dalam waktu tiga hari. Sejak 21 Desember 2017, film itu telah meraup 572.773 penonton.

"572.773 orang sudah menjadi saksi cinta Fahri. Apakah termasuk kamu? Bagi yang sudah nonton terima kasih! Bagi yang belum, yuk ke bioskop bersama keluarga dan teman-temanmi melihat kisah cinta Fahri di AAC 2," tulis akun Instagram resmi film Ayat Ayat Cinta 2, Minggu (24/12).

Jumlah penonton Ayat Ayat Cinta 2 itu dipastikan bakal terus bertambah. Sebab, film tersebut masih beredar di bioskop seluruh Indonesia.

Sementara itu, sutradara Guntur Soeharjanto optimis Ayat Ayat Cinta 2 bisa diterima dengan baik oleh pecinta film Indonesia. Meski punya beban cukup berat, dia menilai bahwa semua proses penggarapan film telah dilalui dengan baik.

Hasil produksi pun menurutnya sangat memuaskan. Apalagi cerita pada film kali ini menurutnya sangat luas dan menarik. Sehingga Guntur optimis Ayat-Ayat Cinta 2 berpotensi mengulang kesuksesan film pertama.

"Insya Allah," katanya kepada JawaPos.com saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Film Ayat-Ayat Cinta 2 diangkat dari novel dengan judul yang sama karya penulis Habiburrahman El Shirazy. Cerita pada film terbaru itu masih fokus pada kehidupan Fahri. Kali ini dia dipertemukan dengan wanita-wanita yang kemudian mengubah hidupnya. Selain kisah cinta yang pelik, film ini juga menghadirkan banyak pesan kemanusiaan dan keberagaman.

Perbedaan Ayat Ayat Cinta 2, produser Manoj Punjabi menggandeng sutradara Guntur Soeharjanto sebagai pengganti Hanung Bramantyo. Untuk posisi penulis skenario diisi Alim Sudio serta Ivan Ismail.

Sedangkan untuk pemain, sama seperti pada film pertama, Fedi Nuril tetap memerankan karakter pria Fahri bin Abdullah Shiddiq. Pemain lainnya yang terlibat yaitu Chelsea Islan, Dewi Sandra, Tatjana Saphira, Arie Untung, Pandji, dan lainnya.(jawapos)

JAKARTA, RadarPena.com - Film Si Juki diangkat dalam bentuk animasi 2D. Film yang diangkat dari komik best seller karya Faza Meonk diharapkan menjadi ikon baru di kalangan anak-anak.

"Mudah-mudahan Si Juki dapat respon positif. Kalau Juki dapat jadi ikon bagi masyarakat kita sendiri, hal ini bakal membangkitkan industri kreatif dan lainnya," tutur Faza Meonk di Gala Premiere Si Juki, Sabtu, (23/12) di Epicentrum Kuningan, Jakarta.

Tak jauh beda dari harapan sang penulis, produser Falcon Pictures yang menggarap film itu pun berharap agar Si Juki dapat dicintai seluruh masyarakat Indonesia seperti masyarakat mencintai Si Unyil.

"Film ini kami dedikasikan untuk film Indonesia. Sudah lama kan tidak ada tokoh seperti Si Unyil. Anak-anak Indonesia telah dirasuki ikon mancanegara seperti Upin-Ipin dan Frozen. Semoga Juki memberi warna baru buat mereka," ungkap Produser Falcon, Frederica.

Sesuai judulnya, film ini bercerita tentang Juki yang sedang berada dalam masa ketenaran. Karakternya yang polos, jenaka dan berani membuatnya dicintai semua orang. Sampai suatu saat, dia melakukan hal yang membuatnya menjadi musuh nomor satu di masyarakat. Di saat yang sama, ada meteor jatuh yang mengancam kehancuran Indonesia. Dapatkah Juki menyelamatkan Indonesia? Apa Juki akan dibenci hingga akhir?

Penasaran seperti apa akhirnya? Saksikan filmnya di bioskop seluruh Indonesia mulai 28 Desember 2017.