BTN Disarankan Garap KPR Menengah ke Atas

Typography

JAKARTA, RadarPena.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) perlu berbenah agar bisa kembali menjadi bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Sebab, tahun ini, bank spesialis kredit properti itu tidak menerima jatah dari pemerintah untuk FLPP. Padahal, BTN menyalurkan KPR FLPP sejak kali pertama peluncuran skema tersebut pada 2010. Bank badan usaha milik negara (BUMN) itu pun hanya menyalurkan KPR dengan skema subsidi selisih bunga (SSB) untuk rumah subsidi.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar pemerintah kembali memercayai perseroan sebagai penyalur KPR FLPP.

Yakni, mengevaluasi realisasi sasaran KPR subsidi. Perlu dipastikan apakah sudah tepat sasaran untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, manajemen perlu meninjau kredit macet. BTN dapat mengubah fokus bisnisnya agar didominasi KPR untuk segmen menengah dan menengah ke atas. ’’Tahun ini, saya lihat properti memang tumbuh. Tapi, yang kelas menengah ke atas belum tumbuh signifikan,’’ ujar Bhima, Rabu (10/1).

Porsi penyaluran KPR subsidi dan nonsubsidi dari BTN tahun lalu cukup seimbang. Hingga November 2017, BTN menyalurkan KPR nonsubsidi Rp 65 triliun dan KPR subsidi Rp 68 triliun.

Pertumbuhan KPR subsidi memang lebih pesat ketimbang nonsubsidi. Saat KPR subsidi tumbuh 35 persen secara year-on-year (yoy), KPR nonsubsidi hanya tumbuh sebelas persen (yoy).

Hal senada diungkapkan analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, BTN sebaiknya berfokus pada KPR menengah dan menengah ke atas.

Reza meyakini BTN mampu menunjukkan kinerja yang baik tahun ini. Sebab, BTN masih menyalurkan KPR subsidi, meski skemanya SSB. Selain itu, BTN memiliki pengalaman yang cukup untuk KPR, termasuk segmen menengah ke atas.

’’FLPP kan hanya salah satu produk yang ditawarkan kepada MBR. Nah, kalau menyasar segmen menengah ke atas, BTN masih bisa mendapatkan margin yang besar,’’ ucapnya.

Sementara itu, BTN bersikukuh ingin menjadi penyalur KPR FLPP pada 2018. Manajemen akan berupaya agar bisa kembali berkomunikasi dengan pemerintah dan diberi kesempatan untuk menjadi bank penyalur FLPP.

’’Sebab, dari berbagai aspek, BTN memenuhi syarat sebagai bank pelaksana KPR subsidi pemerintah,’’ tutur Direktur BTN Iman Nugroho Soeko. (rin/c18/sof/jpnn)