Elok dan Menantangnya Air Terjun Tancak 

Typography

JEMBER, RadarPena.com - Destinasi wisata Air Terjun Tancak begitu elok. Namun, untuk melihat kelokannya memerlukan tantangan yang tak bakal terlupakan. 

Melewati jalan berbatu, naik turun, melalui sungai dengan arus air yang cukup deras, menjadi sebagian dari tantangan yang harus dilewati pengunjung yang ingin melihat kemegahan Air Terjun Tancak. Objek wisata yang berada di Gunung Pasang, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur ini memang terasa memiliki daya tarik yang ajaib. Tak heran, tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang dari berbagai daerah.

Untuk mencapai air terjun legendaris ini pengunjung harus masuk ke wilayah Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Gunung Pasang. Karena medan yang ekstrim, tidak semua kendaraan bisa melalui jalur yang telah tersedia.  Setelah memarkir kendaraan, pengunjung harus berjalan sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga tiba di tempat tujuan.

Lelah di tengah perjalanan? Terdapat beberapa pos shelter yang bisa dimanfaatklan untuk beristirahat sejenak. Di akhir pekan biasanya warga setempat membuka warung kecil untuk menawarkan makanan dan minuman hangat. “Tapi kalau hari-hari biasa mereka tidak buka,” ujar Edi, polisi hutan yang bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, dalam sehari air terjun tersebut bisa dikunjungi minimal 15 hingga 20 pengunjung. Namun, pada akhir pekan, pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan. “Pernah sehari bisa sampai lebih dari seratus orang yang naik ke atas,” ungkap pria yang sudah belasan tahun menjadi Polhut itu.

Selain dari Jember, banyak pula wisatawan yang datang dari luar kota, bahkan mancanegara. Paling sering datang ke sana, kata Edi, berasal dari Australia. “Pernah juga ada wisatawan dari Arab Saudi, sekeluarga naik ke atas dan baru turun jam 11 malam,” imbuhnya.

Sebagai Polhut, dirinya harus memastikan bahwa seluruh wisatawan yang naik dan turun dalam kondisi aman. Hal ini wajar, sebab jalur yang dilewati cukup licin, terlebih lagi setelah hujan turun.

Tingginya angka pengunjung yang datang bisa jadi karena penasaran bagaimana bentuk air terjun yang dianggap legendaris, bahkan mistis oleh sebagian warga. Jalur dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini pun tak dianggap berat, demi menyaksikan sendiri keindahan air terjun di lereng Gunung Argopuro tersebut.(jawapos)

Iklan Detail 1